Jakarta, SINAR-BERITA.com|* Band Wali selalu membawa hal baru nan unik di setiap merilis sebuah karya. Kali ini, Apoy, Faank, Tomi, dan Ovie merilis lagu terbaru berjudul, Kumaha Aing, yang seluruh liriknya berbahasa Sunda, di kantor Nagaswara, Menteng, Jumat (27/1/2022).
Kumaha Aing memiliki makna bagaimana aku atau bahasa gaulnya terserah gue, Tidak saja lirik yang bebahasa Sunda di lagu ini, Wali pun memasukkan instrumen khas Sunda berupa suling dan kendang jaipongan.
“Dari awal memang kita sudah pengin bikin lagu dengan lirik begini, karena ini tantangan juga buat kami, Wali bisa enggak menyanyikan lagu yang agak primordial sedikit, kita bangun dengan lirik berbahasa Sunda,” kata Apoy, sang pencipta lagu Kumaha Aing, saat menggelar jumpa pers di kantor Nagaswara di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Apoy menambahkan, dirinya dan Faank kebetulan sama-sama orang Sunda, dan mencoba membuat lirik yang tidak pernah mereka buat sebelumnya didalam lagu karya-karya Wali sebelumnya.
Membuat karya dengan bahasa Sunda, menurut Apoy, baru kali ini dilakukan band pemilik hits Tobat Maksiat ini. Lanjutnya, Wali ingin ikut meramaikan khazanah bahasa daerah yang menjadi dasar bahasa Indonesia, dan menyelipkan pesan moril yang ingin mereka bagi di lirik lagu tersebut.
“Kan lagu-lagu dengan lirik berbahasa Jawa sudah, kenapa kita enggak nambah khazanah kita buat memperkaya budaya nusantara? Nanti Sumatra Barat, Kalimantan, Sulawesi, dan akhirnya ini mengkerucut kepada kecintaan kita kepada nusantara, Indonesia, NKRI jadi dihadirkan,” imbuhnya.
Selain ingin memberikan khazanah tentang bahasa daerah, Kumaha Aing juga memiliki pesan yang tak main-main. Lagu ini merupakan bentuk penolakan terhadap arogansi dan kehidupan.

“Dan ini juga menjadi reminder buat kita, sekaligus reminder lebih besar yang harus kita ingat bahwa kita tidak hidup abadi. Bisa jadi akhirnya kekuasaan, kehebatan, superioritas yang kita punya tidak akan abadi, ujung-ujungnya kita kan masuk satu kali dua meter juga alias kuburan,” tutur Apoy.[Shanty Rd]







