A WORD OF WISDOM, sinar-berita.com | Disekitar kita, atau mungkin dalam kehidupan kita sendiri, kerap kita temui dan lihat kematian silih berganti berkunjung dalam kehidupan itu, dan diwarnai berbagai ekspresi yang mengerucut pada rasa sedih dan kesedihan.
Memang umur manusia ada batasnya, tidak ada manusia yang hidup selamanya dalam dunia ini. Setiap kita ada dalam antrian tersebut tanpa mengenal batasan usia. Oleh karena itu jangan sia-siakan waktu yang sangat singkat ini. Waktu adalah anugerah Tuhan.
Sebagai raja Israel, kehidupan Daud penuh kenyamanan. Harta dan kekuasaan melimpah. Meski demikian, Daud tidak pernah memegahkan diri. Dia tahu dan sadar, semuanya karena kasih dan anugerah Allah.
Daud sadar bahwa umur ada batasnya dan sadar akan kefanaan hidup, itulah sebabnya Daud berdoa, ‘Ya Tuhan, beritahukanlah kepadakhu ajalku, dan apa batas umurku, supaya aku mengetahui betapa fana nya aku’.
Jika kitapun sadar bahwa umur kita ada batasnya, maka kita tidak akan menyia-nyiakan waktu yang ada. Selagi kita masih bernafas berarti ada kesempatan bagi kita untuk melakukan firman Tuhan dan menjadi alat bagi kemuliaan Tuhan.
Kita tidak perlu menghabiskan waktu hidup hanya untuk mengejar popularitas, kekayaan atau perkara duniawi lainnya yang semuanya adalah kesia-siaan. Dan kalau semua itu ada pada kita, sesungguhnya hidup kita diperdaya iblis dan sudah mengabaikan Allah.
Melalui berbagai agama dalam kitab-kitabnya, kita diarahkan untuk mengenal dan menjadi anak-anak Allah, dalam pemahaman rohani, bukan pemahaman biologis.
Sebagai anak- Allah, kita harus percaya bahwa setelah kematian, kita akan dikumpulkan Allah bersama-sama.
Memandang wajah Allah adalah dengan memandang sesama manusia. Melakukan walas asih terhadap manusia, berarti kita telah melakukan kehendak Nya. Tetaplah jaga iman kita kepada Tuhan, Allah yang pernah hadir sebagai manusia, dan hanya dialah yang Kekal adanya.
Puja dan pujilah Allah dengan memahami kata-kata bijak di kitabmu yang adalah kehendak Allah sendiri, bukan memahami dan memuja figur yang mulut dan perbuatannya menyakiti sesama hidup lainnya secara kasatmata.[Richard Aritonang]







