Jakarta, SINAR-BERITA.com|* Tahun 2014, L’Oréal Indonesia menyediakan pelatihan bersertifikat secara gratis dan intensif untuk pelatihan tata rambut dan tata rias, bekerja sama dengan empat lembaga sosial masyarakat di 10 pusat pelatihan yang tersebar di seluruh Indonesia dan telah terbukti berhasil membantu 3.749 perempuan Indonesia, mendapatkan akses ke dunia kerja dan menjadi lebih mandiri secara ekonomi. Selama empat bulan, para peserta Beauty For a Better Life (BFBL) dari berbagai daerah menerima beauty training atau pelatihan kecantikan secara gratis.
Chief of Corporate Affairs, Engagement and Sustainability, L’Oréal Indonesia, Melanie Masril menjelaskan, mayoritas penerima manfaat program BFBL merupakan komunitas masyarakat yang memiliki tantangan ekonomi dan sosial.
“L’Oréal Indonesia akan terus berupaya untuk mendorong lebih banyak lagi perempuan untuk dapat mengambil langkah dan mendobrak keterbatasan hidup, tidak hanya dengan menyediakan pelatihan kecantikan yang intensif, tetapi juga dengan pendampingan moril agar meningkatkan kepercayaan diri mereka,” jelas Melanie.
Pelaksana tugas (Plt) Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Ekonomi, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Eko Novi Ariyanti mengatakan, kunci keberhasilan dari berbagai upaya untuk mengatasi tantangan ketimpangan gender tersebut adalah sinergi.

Kementerian PPPA, lanjutnya, berkomitmen meningkatkan partisipasi angkatan kerja perempuan melalui sinergitas yang intensif dari berbagai sektor, khususnya mengajak pihak swasta untuk dapat menyediakan program pelatihan kerja perempuan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Hal ini, lanjut Novi, merupakan bentuk implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional tahun 2021-2024, dan memiliki tujuan utama untuk mengembangkan keterampilan perempuan guna mewujudkan kesejahteraan keluarga dan pertumbuhan ekonomi.
“Kami mengapresiasi dukungan L’Oréal Indonesia melalui program BFBL yang sejalan dengan misi KemenPPPA dalam membangun sinergitas lintas sektor yang baik bagi pemberdayaan perempuan, khususnya yang memiliki keterbatasan sosial ekonomi,” kata di dalam keterangan persnya, Minggu (12/3).
Sementara itu, President Director L’Oréal Indonesia, Junaid Murtaza menyampaikan, komitmen BFBL berdasarkan pada keyakinan untuk menciptakan kecantikan yang menggerakan dunia dan menggerakkan Indonesia maju, salah satunya dengan menggerakkan komunitas di sekitar.
“Bertepatan dengan hari perempuan internasional, kami merayakan 10 tahun perjalanan program BFBL bersama dengan seluruh alumni, mitra, dan keluarga besar L’Oréal BFBL Indonesia. Kami merayakan keberhasilan para perempuan yang telah memperlihatkan tekad yang luar biasa dalam menghadapi segala keterbatasan yang ada, dan merayakan keberhasilan mereka untuk meraih kehidupan yang lebih baik,” jelasnya.
Junaid menegaskan pencapaian ini tidak terlepas dari dukungan empat mitra utama BFBL, yaitu PEKKA, CSR Jababeka, SPeKTRA, dan Yayasan Plan International Indonesia.
“Keterlibatan berbagai mitra ini berkontribusi penting dalam mengidentifikasi profil penerima manfaat yang tepat, menyediakan jaringan dan komunitas untuk saling mendukung satu sama lain, serta tentunya untuk operasional program pengembangan keterampilan di 10 pusat pelatihan yang berlokasi di Bekasi, Tangerang, Cianjur, Pemalang, Bali, Lombok, Tanjung Balai, Bone, Surabaya, dan Bantul,” terangnya.

Kisah Transformatif Alumni BFBL
L’Oréal Indonesia menghadirkan lima alumni inspiratif sebagai perwakilan alumni program BFBL dari seluruh Indonesia. Kelima sosok alumni inspiratif tersebut hadir untuk berbagi kisah sukses mereka dalam menumbuhkan rasa percaya diri dan mengatasi berbagai rintangan dalam perjalanan transformasinya.
Setiap alumni memiliki latar belakang, tantangan, dan motivasi yang berbeda satu dengan lainnya sebelum akhirnya bergabung dengan BFBL. Mulyani Azura alumnus dari Karawang mengalami bencana rumah runtuh, Dhea Putri Natalia alumnus dari Bali menghadapi kenyataan rumahnya terkena bencana kebakaran.
Amsiyah alumni yang berasal dari Tangerang, kehilangan pekerjaannya karena di-PHK. Sementara itu, Martiana alumnus dari Lombok terpaksa putus sekolah, dan Fitri Wahyuni alumnus dari Tanjung Balai adalah seorang penyandang disabilitas. Setiap wanita tersebut menunjukkan semangat yang kuat dalam mencapai kehidupan yang lebih baik.
Beberapa menghadapi tantangan dalam bentuk kekurangan finansial atau aksesibilitas, sementara yang lain mungkin menghadapi diskriminasi berdasarkan kondisi fisik mereka. Namun, meskipun dengan semua keterbatasan tersebut, wanita-wanita ini tidak menyerah dan terus berjuang untuk meraih impian mereka. Mereka mencari cara untuk mengatasi rintangan dan membangun masa depan yang lebih baik untuk diri mereka sendiri dan keluarga mereka.

“Melalui kemitraan dan kolaborasi yang strategis dengan LSM lokal, mitra bisnis, dan pemerintah, kami berkomitmen untuk terus menjangkau lebih banyak lagi penerima manfaat dengan satu misi utama yaitu menghadirkan harapan dan akses ke dunia kerja yang semakin banyak lagi melalui pelatihan kecantikan L’Oréal Beauty For a Better Life,” tutup Melanie. [S.A16]







