Jakarta, sinar berita|Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) diminta copot Kepala Kantor Pertanahan (Kakantah) Jakarta Pusat Dr. Sigit Santosa, terkait ketidakprofesionalisme, dalam permohonan pemrosesan permohonan pengajuan sertifikat tanah.
Seperti disampaikan Iskandar Halim SH MH Selasa (25/6/2024), Kepala ATR/BPN Kantor Pertanahan Jakarta Pusat tidak memproses permohonan pengajuan sertifikat tanah yang diuruskan sejak tahun 2015 hingga saat ini.
“Tanah itu saya beli dari Mefilia. Awalnya tanah tersebut ditangan Mefilia di tahun 2015, kemudian berpindah tangan pada saya Juli 2023. Hingga saat ini, BPN tidak memproses permohonan sertifikat tanah atas nama saya,”terang Iskandar.
Iskandar menjelaskan, permohonan pengajuan sertifikat surat tanah sudah masuk, semua surat-surat asli sudah diterima oleh BPN Jakarta Pusat. Permohonan pengajuan sertifikat tanah tidak proses oleh BPN.
“Kepala Kantor BPN Jakarta Pusat, jajarannya serta diduga adanya oknum bermain yang melakukan pemeriksaan, copot siapa saja yang menjadi mafia tanah dilingkungan Kantor ATR/BPN,” tegasnya.
Ia menuturkan, masyarakat sangat kecewa dengan pelayanan BPN Jakarta Pusat, dan mengancam akan melakukan aksi demo sekitar 300 orang , untuk meminta menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono mencopot Kepala BPN Jakarta Pusat.
“Dari 2015, 2023 hingga 2024, pengajuan permohonan sertifikat tanah kami tidak diproses, kami meminta Menteri ATR BPN mencopot Kepala BPN Jakarta Pusat, dan siapa saja oknum yang bermain didalamnya,” cetus Iskandar.
Iskandar mengaku, nomor telepon seluler miliknya diblokir oleh Kepala ATR/BPN Kantor Pertanahan Jakarta Pusat. Ia menandaskan, sebagai pelayan publik, Kepala Kantor Pertanahan Jakarta Pusat seharusnya melayani semua masyarakat yang berurusan, dan dilayani dengan sebaik-baiknya, baik berhadapan langsung maupun melalui via telepon dan via WA.
“Tetapi Kepala BPN Jakarta Pusat tidak pernah membalas via telepon permintaan permohonan sertifikat tanah yang kita ajukan. Sangat miris dan bisa menjadi preseden buruk bagi seorang pejabat, dan terutama bagi instansi tersebut,” imbuhnya.
Dirinya menegaskan, meminta Menteri ATR /BPN Harimurti Bambang Yudhoyono mencopot Kepala BPN Jakarta Pusat dan menggantinya dengan yang lebih baik karena, berkali-kali dihubungi dan melalui pesan di Whatsapp, Kepala BPN Jakarta Pusat Dr. Sigit Santosa, tidak pernah menanggapi maupun memberikan jawaban terkait pengurusan sertifikat tanah yang dimohonkan .
Dihubungi oleh beberapa wartawan media Selasa (25/6/2024), Kepala Kantor Pertanahan (Kakantah) Jakarta Pusat, Sigit Santoso, tidak memberikan respon sebagaimana mestinya. [Arto]







