Jakarta, sinar–berita.com|Menurut data yang dirilis oleh The ASEAN43 Macroeconomic Research Office (AMRO) di tingkat ASEAN, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 mencapai 4,94 dan angka ini diprediksi akan meningkat menjadi 5,25 di 2024 ini. Angka tersebut membuktikan betapa besarnya potensi ekonomi Indonesia di kawasan ASEAN pada umumnya.
Ditunjang dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil, lokasi geografis yang sangat strategis, besarnya pasar domestik, target ekonomi yang berkelanjutan dan fokus pada inovasi, membawa Indonesia menjadi negara dengan ketahanan dengan potensi ekonomi terbaik dalam menghadapi tantangan regional maupun global.
Faktor ini mampu membuat Indonesia menjadi episentrum perdagangan dan inovasi di kawasan Asia Tenggara. Guna mendukung pertumbuhan Indonesia di Asia Tenggara maupun global, Meorient Exhibition International sebagai trade exhibition organizer, akan kembali menggelar secara serentak tiga pameran dagang skala internasional yakni, Building & Decoration Expo (BDExpo), Appliances & Electronic Show (AES), dan Homelife pada 13-16 Maret 2024 di JlExpo Kemayoran Jakarta.
General Manager Meorient Exhibition International Larissa Zhou menegaskan, penyelenggaraan pameran ini merupakan wujud nyata akan komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depannya.
“Kami akan menghadirkan pameran dagang berkualitas yang mencakup beberapa sektor penting di masing-masing industri yang menopang pertumbuhan ekonomi yaitu, sektor bahan bangunan, dekorasi, furnitur, elektronik dan gadget, peralatan/kebutuhan rumah tangga, tekstil, hingga smart home product.

Ia menegaskan, Meorient Indonesia tidak hanya menawarkan platform bagi pelaku industri untuk menampilkan produk-produk dan inovasi terbaru, namun juga membuka pintu bagi peningkatan perdagangan dan investasi.
Pameran ini akan menghadirkan lebih dari 800 peserta dengan ribuan produk, teknologi dan inovasi terbaru yang sedang diminati oleh pasar global yang tentunya akan memberikan cuan besar bagi importer, distributor, agent dan retailer/e retailer di Indonesia. Tidak hanya itu, pameran juga menyuguhkan berbagai program dan kegiatan yang bermanfaat seperti 020 business matching program, business farum, entrepreneur workshop, importers session, the 1″‘ In Indonesia showcase, selama empat hari penyelenggaraannya.
Pameran akbar ini beroleh dukungan penuh dari berbagai asosiasi di Indonesia seperti, Ikatan Pengusaha Bahan Bangunan Indonesia (IPBBI), Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII), Himpunan Desainer Interior (HDII) Jakarta, dan lain-lain.
Larissa berharap pameran ini selain menjadi jembatan bagi pengusaha baik dalam maupun luar negeri untuk mengembangkan pasarnya, juga menjadi ajang transfer ilmu, pengetahuan, dan teknologi (knowledge ond technology transfer) sehingga para pengusaha Indonesia dapat mengembangkan produk dengan kualitas terbaik di negeri sendiri.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bidang Pengusaha Perempuan dan UKM dari Ikatan Pengusaha Bahan Bangunan Indonesia (IPBBI), Variati Johan menyoroti sektor konstruksi di Indonesia diperkirakan akan tumbuh sebesar 4,684 pada tahun 2024, dengan total pasar konstruksi mencapai Rp 349,16 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh proyek proyek infrastruktur pemerintah, termasuk pembangunan IKN.
“Pembangunan infrastruktur pendukung seperti gedung, rumah aparatur sipil negara, Polri, TNI, fasilitas pendidikan, dan kesehatan, serta fasilitas sarana dan prasarana lainnya, berpotensi meningkatkan produk domestik regional bruto (PDRB) sebesar 0,1 persen. Ini merupakan sebuah peluang positif yang sangat baik. IPBBI berharap pameran ini akan menjadi sebuah ajang terbaik bagi para pengusaha bahan bangunan Indonesia,” tuturnya.
Ketua Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) DKI Jakarta, Ranu Scarvia mengatakan pameran juga menjadi sebuah momentum bagi desainer untuk mencari referensi perkembangan teknologi dan produk, acuan tren desain hingga mengetahui produk dan inovasi terbaru dari masing masing merek dari berbagai negara.

“Menjadi seorang desainer dituntut untuk selalu meng-upgrade bukan hanya skills tetapi juga pengetahuan dan wawasan akan produk, teknologi, inovasi yang akan memberikan inspirasi, ide dan saran untuk desain-desain yang akan dihadirkan. Pameran ini menjadi sangat penting bagi segenap desainer di Indonesia untuk hadir dan mendapatkan hal hal baru yang ada di industri desain,” kata Ranu.
Di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Roy Nicholas Mandey mengatakan jika Indonesia memiliki pasar domestik yang sangat besar untuk berbagai produk, baik itu bahan bangunan, interior, rumah tangga hingga elektronik. Ini dibuktikan dengan semakin banyaknya toko ritel di Indonesia yang menjual berbagai produk tersebut, baik dalam skala besar maupun skala kecil.
“Menurut Bank Indonesia, Indeks Penjualan Riil (IPR) mencapai level tertinggi sejak awal pandemi Covid-19 pada April 2023, yaitu 242,9. Ini menandakan adanya peningkatan konsumsi rumah tangga yang signifikan, khususnya melalui penjualan ritel. Apalagi menyambut Ramadan dan Lebaran serta strategi potongan harga dari pedagang ritel. Kami berharap melalui pameran ini, para pengusaha ritel di Indonesia bisa mendapatkan referensi maupun mitra baru yang memberi manfaat bagi perkembangan dan kemajuan bisnis ritel,” paparnya.[Shanty Rd]







