Jakarta, SINAR-BERITA.com|* Memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan dengan sebaik-baiknya, Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) berupaya membangun kepedulian dengan memberi dan berbagi pangan dengan sesama, dan mendukung semua pihak yang concern dalam upaya gerakan penyelamatan pangan.
Sekretaris Utama NFA Sarwo Edhy mengatakan, gerakan selamatkan pangan yang diinisiasi Badan Pangan Nasional sejak 2022 merupakan upaya pencegahan dan penyelamatan pangan berlebih berpotensi food waste.
“Melalui Gerakan Selamatkan Pangan, pangan berlebih dapat dimanfaatkan untuk turut mendukung upaya menurunkan kerawanan pangan dan gizi di Indonesia.” ujar Sarwo di sela acara Kick Off Distribusi Pangan di RPTRA Borobudur Jakarta, Senin (17/04/2023).
Sarwo menyatakan apresiasinya pada kegiatan yang diselenggarakan oleh Superindo bersama Food Bank of Indonesia, yang dinilainya sangat baik dan berdampak positif bagi masyarakat karena dapat membantu meringankan beban masyarakat dan menghemat pengeluaran.
Ia menekankan bahwa Indonesia masih memiliki persoalan terkait sampah pangan. Hasil kajian Bappenas tahun 2021 menyebutkan bahwa Food Loss and Waste (FLW) di Indonesia pada tahun 2000-2019 berkisar 23-48 juta ton/tahun, setara dengan 115–184 kg/kapita/tahun.
Sarwo mengestimasikan, satu orang penduduk Indonesia berkontribusi membuang pangan setara 1-2 kwintal per tahunnya, yang jika kita hitung, setara 500 gram pangan yang terbuang per orang per hari.
Padahal jika diselamatkan, pangan berlebih tersebut dapat memberi makan setara 61-125 juta orang atau setara 29-47% populasi Indonesia. Bahkan bisa mencegah kerugian negara setara 4-5% PDB (Rp. 213-551 Triliun) per tahun.
“Karena itu, dukungan dari semua pihak dalam upaya menurunkan tingkat pemborosan pangan sangat penting. Momentum Ramadan ini sangat baik untuk mengedukasi bahwa membuang-buang makanan itu termasuk perilaku mubazir yang dibenci oleh Tuhan.” kata Sarwo.
Sementara itu Founder Food Bank of Indonesia Hendro Utomo mengatakan kegiatan ini selain menghasilkan makanan sehat dikonsumsi, juga menjadi sarana edukasi bagi anak dan ibu dalam mengolah pangan yang baik.
“Dapur ini menghasilkan beberapa manfaat di antaranya kesehatan anak-anak serta adanya keterampilan tambahan untuk ibu-ibu dalam mengolah makanan sehingga dapat meningkatkan ekonomi dan penghasilan tambahan bagi keluarga.” ujarnya.
Hal senada diungkapkan Vice President of Buying and Indirect Procurement Superindo Donny Ardianta Passa yang mengatakan program ini bertujuan untuk memperluas akses pangan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kita ingin masyarakat mendapat akses yang lebih luas terkait pangan yang sehat dengan mengambil momentum Ramadan. Melalui kolaborasi dengan Dapur Pangan FOI yang berada di 20 titik yang tersebar di wilayah Jawa dan Sumatera Selatan.” ungkapnya.
Sebelumnya, NFA telah menginisiasi Gerakan Selamatkan Pangan dengan menggandeng berbagai stakeholder terkait melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang ditandatangani pada tanggal 9 Desember 2022 lalu, antara Badan Pangan Nasional dengan sembilan mitra.
Kesembilan mitra itu yakni, Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI), Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI), Asosiasi Persatuan Pusat Belanja Indonesia (APPBI).
Selanjutnya, tiga lembaga penggiat/NGO selamatkan pangan, yaitu Foodbank of Indonesia, FoodCycle Indonesia, dan Yayasan Surplus Peduli Pangan.
Kepala NFA Arief Prasetyo Adi berharap, sinergi dan kolaborasi ini terus ditingkatkan agar tingkat pemborosan pangan di Indonesia dapat ditekan, sehingga berdampak pada penurunan kerawanan pangan dan gizi. [Shanty Rd]







