Jakarta, sinarberita| Ketua Mahkamah Agung (MA) RI, Sunarto, memberi apresiasi kepada media yang mulai mengubah paradigma pemberitaan dengan memberikan lebih banyak ruang untuk berita baik yang menginspirasi. Dalam refleksi akhir tahun yang diselenggarakan oleh MA, Sunarto menyatakan bahwa perubahan ini mencerminkan perkembangan signifikan dalam dunia jurnalistik, yang sebelumnya lebih mengutamakan pemberitaan negatif, kini bertransformasi untuk lebih mengedepankan konten positif.
“Dulu, kita sering mendengar ungkapan ‘bad news is good news’, di mana berita buruk seolah menjadi hal yang paling menarik dan memiliki nilai jual tinggi. Namun, saat ini kita menyaksikan pergeseran paradigma menjadi ‘good news is good news’. Berita baik sekarang tidak kalah pentingnya, bahkan banyak media yang memberi porsi lebih besar untuk menyebarkan informasi yang positif dan konstruktif,” ujar Sunarto dalam acara yang dihadiri oleh seluruh aparatur peradilan di Indonesia melalui siaran daring.
Menurut Ketua MA, meskipun berita buruk sering kali mencerminkan kenyataan yang ada, dampak psikologis yang ditimbulkan bagi pembaca atau penonton tidak bisa diabaikan. Terlebih lagi, di era media sosial yang serba cepat, berita buruk—termasuk kekerasan verbal dan hoaks—mudah tersebar dan dapat memperburuk kondisi mental masyarakat. Oleh karena itu, tren jurnalisme positif yang lebih banyak memberikan ruang bagi berita baik menjadi hal yang sangat penting dan patut diapresiasi.
“Berita baik tidak hanya menginspirasi, tetapi juga memberi harapan dan berkontribusi dalam membentuk psikologi positif masyarakat. Jurnalis kini memainkan peran besar dalam membentuk iklim sosial yang lebih konstruktif dan produktif,” tambahnya.
Sunarto juga menekankan bahwa salah satu pencapaian terbesar Mahkamah Agung pada tahun ini adalah tetap teguh menjaga integritas lembaga peradilan meskipun menghadapi banyak tantangan. Dalam hal ini, peran jurnalis sangat vital untuk mendukung transparansi dan akuntabilitas, serta meluruskan informasi yang tidak akurat.

“Berita baik yang menginspirasi adalah salah satu hal terbaik yang dapat kita berikan kepada masyarakat. Saya berterima kasih kepada rekan-rekan jurnalis yang telah bersama kami menjaga keseimbangan dalam pemberitaan, dengan memberikan ruang untuk hal-hal positif yang mengedukasi dan memotivasi,” ungkap Ketua MA.
Dengan semakin berkembangnya tren jurnalisme positif, Sunarto berharap media dapat terus mendukung pembangunan masyarakat yang lebih sehat secara psikologis dan lebih terinspirasi melalui pemberitaan yang berimbang dan bermanfaat.
Pergeseran paradigma ini menjadi refleksi penting bagi perkembangan media di Indonesia, yang kini semakin sadar akan tanggung jawab sosialnya untuk tidak hanya menyajikan berita yang menarik, tetapi juga yang dapat membangun optimisme dan kepercayaan publik terhadap institusi dan kehidupan sosial secara keseluruhan.
Edited By: Rian Fajar Aritonang







