Kamis, Oktober 15, 2026

Pascaekspedisi Sebulan di Morowali, Disnakertrans Sulteng Koordinasikan Temuan Tim Patriot

MOROWALI, sinar–berita.com — Ekspansi industri tambang di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, dikhawatirkan mengancam ketahanan pangan di kawasan transmigrasi. Kekhawatiran itu mencuat setelah Tim Ekspedisi Patriot menyampaikan temuan lapangan mengenai rencana pengambilan air baku oleh sebuah perusahaan nikel dari sumber irigasi utama petani.

Temuan itu dibahas dalam pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang dipimpin Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulteng, Drs. Arnold Firdaus, MTP., di Kantor Disnakertrans Morowali, Selasa (7/10/2025). Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kabid Binalattif Sulteng, Firdaus MG. Abd. Karim, S.H., M.H., dan Kepala Disnakertrans Morowali, Ahmad, ST.

Setelah melakukan eksplorasi selama satu bulan di empat kecamatan kawasan transmigrasi Bungku, meliputi Witaponda, Bumi Raya, Bungku Tengah, dan Bungku Barat, tim melaporkan sejumlah masalah krusial. Salah satu yang paling memanas adalah keluhan warga Desa Puntari terkait Bendungan Karaopa.

Bendungan tersebut merupakan penyuplai air bagi seluruh lahan pertanian, khususnya sawah, di Kecamatan Bumi Raya dan Witaponda. Kecemasan warga muncul setelah PT Baoshuo Taman Industry Investment Group (BTIIG), perusahaan industri nikel di Bungku Barat, berencana membangun jalur pipa untuk mengambil air baku dari intake di Sungai Karaopa.

“Pada musim kemarau, petani masih harus berebut air untuk kebutuhan sawah mereka. Keikutsertaan perusahaan dalam mengambil air dari sungai yang sama dikhawatirkan akan memicu konflik dan mengancam produksi pangan,” ujar Hamdan salah satu perwakilan tim dalam pertemuan tersebut.

Selain persoalan air, tim juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan usaha tani yang rusak di beberapa desa, yang menghambat distribusi hasil pertanian. Menanggapi temuan tersebut, Tim Ekspedisi Patriot telah mengajukan proposal revitalisasi darurat di beberapa titik untuk segera dikerjakan secara gotong royong, selaras dengan mandat Menteri Transmigrasi, Iftitah Sulaiman.

Menanggapi usulan tersebut, Kabid Transmigrasi Disnakertrans Morowali, Mia, menyatakan bahwa pihaknya akan memproses lebih lanjut.

“Usulan ini kami tampung dan kami sedang susun apakah bisa masuk di APBN. Insyaallah akan kami masukkan juga di APBD,” jelas Mia.

Pertemuan koordinasi ini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti dengan langkah-langkah konkret guna mengatasi persoalan yang membelit warga, terutama terkait ancaman krisis air yang berpotensi memicu konflik sosial dan menurunkan produktivitas pertanian di kawasan transmigrasi. [PLR]

RICHARD ARITONANGhttps://www.sinar-berita.com/
sinar-berita.com adalah media publikasi cetak dan online yang juga menggunakan facebook, twitter, instagram

Related Articles

COSMAX Indonesia Raih Sertifikasi AEO dari Dirjen Bea dan Cukai

Jakarta, sinar-berita.com| COSMAX Indonesia memperoleh sertifikasi Authorized Economic Operator (AEO) dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Pencapaian ini menempatkan...

COSMAX Indonesia Hadirkan Enam Poster di IFSCC 2026

Perth, sinar-berita.com| Memperkuat kehadirannya di panggung riset kosmetik global dalam Kongres Ke-36 International Federation of Societies of Cometic Chemists (IFSCC) 2026 yang diselenggarakan di...

PT COSMAX Indonesia Raih Most Immersive Award dan Sustainability Award

Kabupaten Tangerang, sinar-berita.com| Menghadirkan beragam inovasi produk dan konsep kecantikan serta merepresentasikan trend industri kecantikan tahun 2027, COSMAX Indonesia kembali ambil bagian dalam gelaran...

FPMI Datangi Mabes Polri, Desak Kapolri ‘Berantas’ Oknum Yang Coba Bekingi Mafia Gas

Jakarta, sinar-berita.com|Forum Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (FPMI), dipimpin Ketua Umumnya Shella Maulana, hari ini mendatangi Mabes Polri untuk menyampaikan sikap tegas terhadap maraknya mafia...

Aroma Limbah PT JPN Diduga Penyebab Siswa SMPN 4 Jombang Mual

Jombang, sinar-berita.com| Aktivitas belajar mengajar di SMPN 4 Jombang. Jawa Timur tergangggu akibat munculnya bau menyengat yang diduga berasal dari limbah cair pengolahan ayam...

Langgar Rambu Lalin, Sopir Truk Diduga Gunakan SIM Palsu

Jombang, sinar-berita.com|Saat melakukan patroli hunting, di jalan Cempaka desa Mojongapit Jombang Jawa Timur, petugas Unit Turjawali Polres Jombang Jawa timur temukan pengemudi truk yang...

PT SGS Jombang Terus Mangkir dalam Sidang Kasus PHK Buruh

Jombang, sinar-berita.com| Perusahaan kayu lapis PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) Kabupaten Jombang  Jawa Timur, kembali tidak hadir  dalam persidangan perkara perselisihan hubungan Industrial  yang...

Puntung Rokok, Diduga Pemicu Kebakaran Rumah di Tembelang Jombang

Jombang, sinar-berita.com| Bangunan rumah milik Supiah warga dusun Kontol kecamatan Tembelang kabupaten Jombang Jawa timur terbakar, Senin (21/9/2026). Kebakaran diduga dipicu puntung rokok mengenai...

Gelar RUPSLB, Ratu Kantongi Restu Pemegang Saham, Perkuat Penambahan Modal

Jakarta, sinar-berita.com|PT. Raharja Energi Cepu Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Selasa (8/9/2026). Acara Rapat yang diselenggarakan memperoleh persetujuan...
- Advertisement -

Latest Articles