JAKARTA, sinar-berita.com |– Merujuk pada data Statistik Lingkungan Hidup Indonesia yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS). sejauh ini hanya 1,2 persen rumah tangga yang mendaur ulang sampahnya.
Berangkat dari data tersebut PT Enviro Visi Nuswantoro perusahaan yang bergerak dalam bidangnya, terpanggil untuk ikut berkontribusi melalui pengolahan sampah domestic (waste management).
Chief Executive Office of PT Enviro Nuswantoro,Kordianto Rizki Saputra mengatakan, kepedulian terhadap peningkatan jumlah sampah di dunia, yang naik dalam jumlah signifikan dan tidak dikelola dengan balk, sehingga menimbulkan banyak masalah sosial, lingkungan, kesehatan, dan lain sebagainya.

“Fenomena ini, khususnya di banyak negara dunia ketiga dengan fasilitas penganganan sampah yang masih terbatas, ternyata berhubungan dengan kebiasaan serta karakter manusia di negara tersebut.” ujar Kordianto Rizki Saputra.
Chief Operation Officer PT Enviro Visi Nuswantoro Nugi mengemukakan, kebiasaan membuang sampah pada tempatnya ternyata lebih terkait dengan kecerdasan/kematang-an karakter, bukan kecerdasan akademik. Orang yang karakternya terdidik tentu menganggap poster untuk tidak membuang sampah sembarangan tersebut lebih dari poster semata.Pendidikan karakter yang ditanamkan sejak dini dari lingkungan merupakan salah satu upaya untuk membentuk perilaku sadar sampah.

“Kami sengaja memilih sekolah-sekolah sebagai wadah utama dalam pelaksanaan program-character building ini, karena kami percaya anak-anak ini akan menjadi duta yang bisa menjaga lingkungannya sesuai dengan motto kami, Let’s Build a Better place to Live, Let’s Start now”. tambah Nugi.
NVRO sendiri memiliki beberapa program yang akan diterapkan dalam waktu dekat.NVRO goes to school, NVRO goes to Kampoeng. Seminar Online ( Mino Talks ), Point’ Center NVRO untuk penampungan sampah yang kita dapat dari sekolah dan perumahan, serta NVRO Services B2B.
NVRO juga menggunakan cara unik dalam penggalangan dana operasional yaitu dengan menyelenggarakan kompetisi NFT. Hasil karya akan dijual, dilelang di market place open sea, dan hasil deal penjualan ini sebagian akan masuk mendanai program NVRO dan para pencipta hasil karya berhak mendapatkan Royalti atas penjualan tersebut.[Shanty Rd]







