Jakarta, SINAR–BERITA.com|Sebagai bentuk strategi pemasaran dan literasi dalam perkenalkan produk dan layanan ke masyarakat khususnya generasi muda, PT Pegadaian kembali meluncurkan web series bergenre komedi berjudul, Ali Yang Terheran Herman yang dirilis pada Senin (18/9/2023).
Dibintangi Omara Estheglal sebagai Ali dan Indra Birowo sebagai Herman, web series karya Fajar Nugros ini mengangkat isu tentang bagaimana pegadaian berperan menjadi agen inklusi keuangan yang dapat memberikan solusi keuangan bagi masyarakat dalam situasi apapun.
Pada saat sesi tanya jawab, Direktur Pemasaran dan Pengembangan PT Pegadaian Elvi Rofiqotul Hidayahmengungkapkan, produksi web series ini dibuat sejalan dengan nilai-nilai dan visi misi Pegadaian dan menjadi upaya untuk mendekati berbagai generasi dengan cara yang lebih modern dan relevan.
Web series ini juga mencerminkan komitmen Pegadaian untuk memberikan solusi keuangan yang bermanfaat dan layanan yang ramah pelanggan kepada masyarakat,” jelas Elvi.

Sutradara Fajar Nugros mengakui, project ini membawa dirinya bernostalgia dengan masa lalu, dimana pegadaian banyak membantu dirinya dikala menemukan jalan buntu terkait masalah keuangan.
“Pegadaian sangat dekat dengan saya. Jadi, ketika tawaran ini datang, saya lihat pegadaian sudah banyak berubah, dan saya berharap web series ini bisa menghibur masyarakat dan membawa Gen-Z mencari tahu tentang pegadaian untuk menambah pengetahuan tentang inklusi keuangan,” jelas Fajar.
Pada web series ini, Pegadaian ingin memperkenalkan beberapa produk dan layanan seperti Gadai dari rumah, Tabungan Emas dan aplikasi pegadaian digital yang bisa mempermudah masyarakat untuk bertransaksi di Pegadaian.
Web series Ali Yang Terheran Herman, produksi IDN Pictures dan Pegadaian itu, dapat disaksikan pada 23, 24 September, 30 September dan 1 Oktober melalui kanal youtube Pegadaian Official.

Sinopsis Ali yang terheran Herman
Suatu hari di sebuah kantor terdapat dua pegawai dengan kepribadian yang berbeda, yaitu Herman (40), seorang pegawai yang terlalu serius, dan Ali (25), seorang pegawai yang lebih santai.
Suatu hari pimpinan kantor mengumumkan bahwa kondisi keuangan kantor sedang krisis. Uuntuk itu, Herman dan Ali ditugaskan untuk bekerjasama agar segera mendapatkan project dalam kurun waktu kurang dari seminggu.
Untuk keperluan menyusun presentasinya, Herman dan Ali diharuskan mencari berkas lama di gudang kantor.
Di sana, mereka menemukan benda aneh, semacam artefak. Mereka berdebat tentang benda itu, dan tiba-tiba menukar jiwa mereka, dan mereka harus menjalani kehidupan di tubuh satu sama lain. [Shanty Rd]







