Jakarta, sinar–berita.com|Pembangunan dan peningkatan jalan strategis proyek Dinas Bina Marga DKI Jakarta dinilai tidak transparans dan sangat tertutup, mencerminkan potret buruknya kinerja Dinas Bina Marga Provinsi DKI dibawah kendali Plt.Kepala Dinas Bina Marga Heru Suwondo.
Pantauan di lokasi kegiatan pekerjaan jalan beton dan trotoar yang dianggarkan Dinas Bina Marga DKI Jakarta, pada program: 1.03.10 penyelenggaraan jalan Provinsi pembangunan & peningkatan jalan strategis pekerjaan jalan beton & trotoar Akses Jakarta International Stadium (JIS) lanjutan tahun 2023 dengan SPMK nomor 5004/PN.01.02.

Diketahui, kontraktor pelaksana adalan PT Sultan Perdana Raditya, alamat jalan Joglo Raya Rukan Megah Intercom Blok W-4 No.29 Srengseng Kembangan Jakarta Barat.
Sementara itu, sebagai
Mirisnya, selain tidak mencantumkan nilai kontrak, juga tidak mencantumkan jangka waktu pelaksanaan pada papan nama proyek, yang sarat dengan pelanggaran aturan dan tidak mengindahkan amanat Undang Undang RI nomor 14 Tahun 2008 twntang keterbukaan informasi publik (KIP).
Hal tersebut menjadi sorotan publik maupun sejumlah masyarakat di Kelurahan Papanggo Tanjung Priok Jakarta Utara yang mempertanyakan, ada apa dengan Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, yang terkesan sengaja menutupi informasi terkait penggunaan anggaran yang mestinya dicantumkan secara transparan.
Sekjen LSM-Gerakan Cinta Indonesia Hisar Sihotang mengatakan, mestinya harus dicantumkan nilai kontraknya secara transparan, apalagi sumber anggaran berasal dari keringat masyarakat.
Dengan tegas dirinya mendesak kepada Instansi yang berkompeten untuk membuka dan transparan,” tegas Hisar. Kamis (19/10/2023) dikantornya.
“Dengan tidak dicantumkan nilai kontrak proyek pembangunan dan peningkatan jalan strategis, diduga ada unsur sengaja,” kata Hisar yang dihubungi di kantornya, Kamis (19/10/2023).
Dirinya berharap pihak Inspektorat Provinsi DKI Jakarta maupun Aparat Penegak Hukum (APH) turun kelapangan guna untuk membuktikannya kinerja kontraktor dilapangan.

“Apabila hal tersebut dibiarkan seperti ini, dikwatirkan mutu dan kualitas pekerjaan jalan beton dan trotoar akses JIS lanjutan 2023, tidak akan bertahan lama dan berdampak bagi masyarakat setempat,” tegas Hisar.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Heru Suwondo tidak meresponnya.
Kendati hal itu sudah disampaikan lewat pesan singkat lewat Aplikasi WhatsApp, Rabu (17/10/2023), kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo belum merespon.[Parulian]







