Jakarta, S|B sinar–berita.com|Kegiatan pekerjaan pembangunan sarana dan prasarana (Sarpras) rumah susun Nagrak tahun anggaran (TA) 2023 di jalan Sarang Bango Marunda kecamatan Cilincing, Jakarta Utara terancam molor dari jadwal yang telah ditetapkan sesuai dengan kontrak.
Pasalnya, pantauan dilapangan, kegiatan pembangunan Sarpras rusun Nagrak TA 2023, sesuai kontrak nomor 1256/RR/02/01, masih jauh dari yang diharapkan karena hasil pantauan yang dilakukan pada Sabtu (25/11/2023), kondisi dilapangan masih sekitar lebih kurang 40 persen dikerjakan. Sedangkan kontrak antara pejabat pembuat komitmen (PPK) dengan PT Sadatahi Jaya Tama, pekerjaan sudah selesai tanggal 20 Desember 2023 dan segera digunakan warga setempat.
Diketahui, waktu yang diberikan kepada pelaksana tinggal 23 hari kedepan, terhitung sejak hari ini, Rabu (29/11/2023). Dengan kondisi fisik dilapangan saat ini, apakah pelaksana kegiatan dilapangan mampu mengejar target sesuai dengan kontrak ?
Penyebab lambatnya pekerjaan tersebut belum dikehui, namun berdasarkan rumor yang berkembang, proyek tersebut terkesan dipaksakan (kejar tayang), dan dikhawatirkan ‘asal jadi’, dan akan berdampak pada kualitas pekerjaan.
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta sudah menggelontorkan anggaran yang cukup fantastis untuk biaya pemeliharaan akibat adanya kebocoran di sejumlah titik.

Direktur Eksekutif Indonesia Procurement Watch (IPW) Ronal SE angkat bicara, jadwal proses tender pembangunan sarana prasarana Rumah Susun Nagrak terkesan dipaksakan dan mengabaikan Instruksi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 129 Tahun 2022 tentang Pengumuman Rencana Umum Pengadaan dan Percepatan Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Tahun Anggaran 2023.
Dikatakan, pada bagian kesatu huruf b angka (1) dinyatakan, para Pejabat Pembuat Komitmen pada Perangkat Daerah menjadwalkan pelaksanaan kegiatan pengadaan barang/jasa guna menjaga pelaksanaan kegiatan sesuai rencana pengadaan dengan beberapa kategori. sambungnya.
“Ketegori 2 adalah kategori yang yang mencakup kegiatan dengan pagu anggaran kurang dari Rp 15 miliar dan waktu pelaksanaan pekerjaan lebih dari 4 bulan, ditayangkan pada pengumuman tender paling lambat akhir bulan April 2023,” ujarnya.
Sambung Ronal, untuk Kategori 4 adalah, kategori yang yang mencakup kegiatan dengan pagu anggaran kurang dari Rp 15 miliar dan waktu pelaksanaan pekerjaan kurang dari 4 bulan ditayangkan pada pengumuman tender paling lambat akhir bulan Juni 2023.
Hasil pencarian tender pembangunan Sarpras Rusun Nagrak TA 2023 pada situs lpse.jakarga.go.id, diketahui bahwa pengumuman pascakualifikasi dilaksanakan mulai dari 12 Agustus 2023 sampai penandatanganan kontrak 2 Oktober 2023 dengan 36 kali perubahan. Sementara, kondisi fisik pekerjaan Sarpras Rusun Nagrak TA 2023 sampai dengan Rabu (29/11) diperkirakan masih sekitar 40 persen.
Diketahui sebelumnya, tender ini diikuti 124 peserta, dan hanya 10 peserta yang memasukkan penawaran yakni PT. Sadatahi Jaya Tama yang berada di urutan ke enam dan ditetapkan sebagai pemenang kontrak dengan harga penawaran Rp12,175 miliar atau 84,70 persen dari nilai HPS Rp14,374 miliar.
Ronal mengatakan, akan terus mengawal dan memantau pelaksanaan pekerjaan sempai dengan kontrak awal selesai.
“Jika nantinya ditemukan penyimpangan dalam pelaksanaan pekerjaan yang berpotensi menimbulkan kerugian keuangan Pemrov DKI Jakarta, kami tidak segan-segan melaporkan kepada aparat penegak hukum,” tegas Ronal yang dimintai pendapatnya, Selasa (28/11/2023).
Kepala Bidang Rumah Susun Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta Suharyanty selaku Kepala Bidang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta juga sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Sarana Prasarana Rumah Susun Nagrak, saat dihubungi lewat Aplikasi WhatsApp milknya, tidak meresponnya.
Hingga berita ini diturunkan, Juga pelaksana kegiatan sarana dan prasarana Rusun Nagrak PT. Sadatahi Jaya Tama, belum terkonfirmasi. [Marpan/Tim]







