Rabu, Oktober 14, 2026

Penting, Aspek Pelayanan Bagi Industri Logistik

Jakarta, sinar–berita.com|Sektor Logistik memainkan peran penting dalam mendukung keberhasilan proses pengiriman barang. Apalagi pasca masa pandemi, tren belanja online semakin tumbuh di Indonesia, bahkan didukung dengan bertambahnya platform e-commerce.

Apalagi pada bisnis kargo, pelayanan semakin diperhatikan dari kurun waktu mengingat jumlah pengiriman dimuat merupakan barang dengan volume besar dan paket berjumlah banyak.

Setidaknya ada tiga hal yang perlu diperhatikan oleh perusahaan logistik di Indonesia dalam membangun pondasi pelayanan bagi konsumen, mulai dari operational process, adopsi teknologi, dan jaminan.

Permintaan customer pada industri logistik tidak berubah, mulai dari ketepatan waktu dalam pengiriman, harga yang ekonomis dan jaminan keamanan barang. Ketiga hal tersebut menjadi faktor utama dalam membangun pondasi kepercayaan pada pelayanan pengiriman barang.

Kecepatan pengiriman barang menjadi poin pertama untuk memikat konsumen. Perusahaan logistik mulai melakukan ekspansi untuk membangun infrastruktur mereka baik warehouse dan penambahan jumlah armada untuk membantu proses pengiriman ke alamat tujuan.

Disamping itu, penambahan jumlah cabang atau outlet juga menjadi langkah perusahaan logistik dalam memfasilitasi keterjangkauan pengiriman hingga ke pelosok daerah. Meskipun tantangan terbesar industri logistik di Indonesia adalah kondisi geografis, namun setidaknya, optimalisasi infrastruktur dan jumlah armada menjadi peran penting dalam meminimalisir keterlambatan pengiriman barang.

Di era teknologi digital saat ini, adopsi teknologi menjadi langkah yang tepat bagi pelaku industri logistik untuk mendukung dan mempermudah proses pengiriman barang ke konsumen. Menurut hasil riset dari Here, sekitar 46% perusahaan logistik Indonesia menggunakan perangkat lunak (IT) untuk pelacakan aset dan pemantauan pengiriman pada aset, pengiriman, dan kargo.

J&T Cargo salah satunya, perusahaan penyedia layanan logistik yang fokus pada volume besar turut menginvestasikan teknologi dalam mendukung operasional mereka dengan sistem manajemen pelacakan barang (Tracking). Selain sistem Tracking, adopsi teknologi pada proses operasional industri logistik juga diterapkan untuk Pemantauan Aset (barang) pada Warehouse atau Gateway yang saat ini berjumlah 98 titik lokasi dan 3200 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia.

Adopsi teknologi sangat berdampak pada kepercayaan masyarakat dalam menggunakan jasa suatu logistik. Perusahaan logistik dapat meningkatkan efisiensi dalam Supply Chain Management, termasuk pengelolaan gudang, pengaturan perjalanan, dan pemantauan status pengiriman. Selain itu, penerapan sistem pada seluruh proses operational diharapkan dapat membantu mengurangi human-error, meningkatkan transparansi, dan mempercepat proses pengiriman yang saling terintegrasi.

Customer Service atau After Sales yang Terjamin

Kualitas pelayanan customer diharapkan dapat menciptakan pengalaman yang positif bagi pengalaman konsumen. Bahkan, beberapa perusahaan logistik di Indonesia mengkombinasi antara penggunaan IT untuk memenuhi kebutuhan informasi konsumen pada pengiriman barang selama 24 jam, seperti pemanfaatan platform social media dengan WhatsApp, serta auto responder notification.

Disamping itu, pelayanan pada after-sales juga harus diperhatikan. Setiap perusahaan pengiriman barang perlu memberikan upaya terbaik mereka agar barang kiriman sampai ke tujuan dengan kondisi yang baik. Dalam hal ini, layanan Shipping Insurances atau Asuransi pada pengiriman Barang sangat penting. Hal ini dilakukan untuk menjamin potensi kerusakan dan kehilangan selama proses pengiriman barang.

Penyediaan layanan Asuransi pada Barang juga turut menjadi faktor penting bagi konsumen untuk menilai aspek pelayanan, bahkan menentukan opsi pengiriman yang akan mereka gunakan.

Jika kita lihat, ada jaminan asuransi dari beberapa perusahaan pengiriman atau logistik seperti menggunakan pengemasan standard, pengemasan khusus, asuransi kehilangan pada barang-barang yang memiliki potensi risiko tinggi saat proses pengiriman.

Muhammad Said Abdullah, Network Management Manager J&T Cargo memberikan penjelasan bahwa terdapat tiga touch point utama dalam membangun aspek pelayanan pada proses pengiriman di industri logistik, mulai dari pre-shipment, shipment, serta post-shipment.

“Pelayanan dimulai ketika konsumen datang ke outlet, proses packing, dibantu saat shipment, handling pengiriman tepat waktu, dan terakhir adalah post shipment, yang meliputi penanganan after sales yang cepat tanggap dan terlibat langsung dilapangan, sehingga memudahkan konsumen,” jelas Said pada (22/1).

Dengan mengutamakan ketiga poin diatas, tentunya diharapkan dapat mendukung peningkatan aspek pelayanan. Aspek pelayanan tidak hanya sebagai fokus utama dalam industri logistik, bukan hanya menciptakan kepuasan pelanggan, namun membuka pintu menuju kerjasama yang kokoh antar berbagai pihak, inovasi yang berkelanjutan, dan keberhasilan jangka panjang di tengah dinamika globalisasi industri yang semakin kompleks yang dapat mempengaruhi industri logistik di Indonesia.[Shanty Rd]

RICHARD ARITONANGhttps://www.sinar-berita.com/
sinar-berita.com adalah media publikasi cetak dan online yang juga menggunakan facebook, twitter, instagram

Related Articles

COSMAX Indonesia Raih Sertifikasi AEO dari Dirjen Bea dan Cukai

Jakarta, sinar-berita.com| COSMAX Indonesia memperoleh sertifikasi Authorized Economic Operator (AEO) dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Pencapaian ini menempatkan...

COSMAX Indonesia Hadirkan Enam Poster di IFSCC 2026

Perth, sinar-berita.com| Memperkuat kehadirannya di panggung riset kosmetik global dalam Kongres Ke-36 International Federation of Societies of Cometic Chemists (IFSCC) 2026 yang diselenggarakan di...

PT COSMAX Indonesia Raih Most Immersive Award dan Sustainability Award

Kabupaten Tangerang, sinar-berita.com| Menghadirkan beragam inovasi produk dan konsep kecantikan serta merepresentasikan trend industri kecantikan tahun 2027, COSMAX Indonesia kembali ambil bagian dalam gelaran...

FPMI Datangi Mabes Polri, Desak Kapolri ‘Berantas’ Oknum Yang Coba Bekingi Mafia Gas

Jakarta, sinar-berita.com|Forum Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (FPMI), dipimpin Ketua Umumnya Shella Maulana, hari ini mendatangi Mabes Polri untuk menyampaikan sikap tegas terhadap maraknya mafia...

Aroma Limbah PT JPN Diduga Penyebab Siswa SMPN 4 Jombang Mual

Jombang, sinar-berita.com| Aktivitas belajar mengajar di SMPN 4 Jombang. Jawa Timur tergangggu akibat munculnya bau menyengat yang diduga berasal dari limbah cair pengolahan ayam...

Langgar Rambu Lalin, Sopir Truk Diduga Gunakan SIM Palsu

Jombang, sinar-berita.com|Saat melakukan patroli hunting, di jalan Cempaka desa Mojongapit Jombang Jawa Timur, petugas Unit Turjawali Polres Jombang Jawa timur temukan pengemudi truk yang...

PT SGS Jombang Terus Mangkir dalam Sidang Kasus PHK Buruh

Jombang, sinar-berita.com| Perusahaan kayu lapis PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) Kabupaten Jombang  Jawa Timur, kembali tidak hadir  dalam persidangan perkara perselisihan hubungan Industrial  yang...

Puntung Rokok, Diduga Pemicu Kebakaran Rumah di Tembelang Jombang

Jombang, sinar-berita.com| Bangunan rumah milik Supiah warga dusun Kontol kecamatan Tembelang kabupaten Jombang Jawa timur terbakar, Senin (21/9/2026). Kebakaran diduga dipicu puntung rokok mengenai...

Gelar RUPSLB, Ratu Kantongi Restu Pemegang Saham, Perkuat Penambahan Modal

Jakarta, sinar-berita.com|PT. Raharja Energi Cepu Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Selasa (8/9/2026). Acara Rapat yang diselenggarakan memperoleh persetujuan...
- Advertisement -

Latest Articles