JAKARTA, sinarberita.com|* Festival Gurindam ASEAN yang di selenggarakan di Taman Ismail Marzuki oleh Perkumpulan Rumah Seni Asnur (PERRUAS), menyampaikan Gurindam merupakan salahsatu kebudayaan yang memiliki hasil pencerahan karya adiluhur, yang harus kita semua selamatkan keberadaannya. Hai itu disampaikan oleh Ketua Pendiri PERRUAS Asrizal Nur, Minggu (18/12/2022).
“Gurindam ini, dipelopori oleh raja Dzul haji yang terkenal dengan gurindam 12 yang kita teruskan, dan sekarang kita lahirkan gurindam kalbu yang ditulis oleh 1200 orang lebih se ASEAN, yang kita luncurkan melalui proses selama enam bulan. Dalam acara ini, kita gotong royong sesama masyarakat ASEAN di antaranya, lndonesia, Malaysia, Singapura, dan acara seperti ini setiap tahun kami buat. Kali ini tahun ke empat,” tutur Asrizal.

Tahun pertama, papar Asrizal adalah, Buku dan puisi, Pantun, Puisi Doa kebangsaan, dan gurindam.
Nanti yang kelima pada tahun 2023 mendatang tempatnya belum ditentukan dan setiap tahunnya berpindah pindah ada yang dibatam tergantung para pengikut yang didaerah yang mau bersedia menjadi tuan rumah.
“Acara hari ini yang hadir semua murid-murid saya yang mau belajar puisi,syair dan gurindam, dan saya Cuma memberikan kontribusi bagi yang mau belajar saja. Mereka semuanya para guru guru yang masih aktif mengajar disekolah dan mereka akan menyalurkan kepada siswa-siswi mereka” lanjutnya.

Jumlah pengikut yang menjadi anggota PERRUAS, ternag Asrizal, ada sekitar 5.000 orang dengan berbagai keinginan dan kemauan ada yang ingin belajar puisi, belajar syair,dan gurindam, diajarkan sesuai keinginan masing-masing.[Shanty Rd]







