Kamis, Oktober 15, 2026

PKL di BKT Rorotan Meminta Pemerintah Untuk Membina Mereka

Jakarta, SINAR-BERITA.com |*  Para Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar BKT (banjir kanal timur) Rorotan Jakarta Utara meminta pemerintah baik dari tingkat Kelurahan, Kecamatan dan Walikota, membina dan merelokasi ke tempat yang layak dan diijinkan buat mereka berjualan. Ini terungkap saat para awak media menyambangi mereka di BKT Rorotan kecamatan Cilincing Jakarta Utara, Jumat (21/07/2023).

Seperti diberitakan sebelum nya terkait dari laporan masyarakat, para pedagang PKL di jalan BKT Rorotan yang terdiri dari para pedagang ikan, kios kopi dan lainnya sebagainya, di tertibkan oleh Satpol PP dari Walikota Jakarta Utara, karena dianggap menyalahi aturan.

Salah satu pedagang ikan, Jupri, yang telah 10 tahun berjualan disana,  mengharapkan pemerintah Jakarta Utara dapat memberikan lahan atau tempat bagi mereka berjualan, apabila tempat mereka selama ini berjualan dianggap menyalahi aturan dan membuat semrawut, mereka juga siap diberikan pembinaan oleh pemerintah.

“Saya sudah berjualan disini sudah 10 tahun di kali BKT dan kami ini adalah warga setempat, warga Karang Tengah, semua ini bukan orang luar, ini orang dari bongkaran BKT semua. Untuk modal, kadang kita dari meminjam, kita berusaha untuk dagang, tapi kalau cara nya seperti ini, meja diangkut dan semuanya diangkut bagaimana mau dagang,” ujarnya mengeluh.

Jupri juga mengatakan saat anggota Satpol PP menertibkan mereka, tidak ada sama kali surat pemberitahuan atau informasi tapi tiba tiba sudah ditertibkan saja dan bila mereka kasih informasi pasti mereka akan ikuti.

“Harapannya, kita disini pengen berjualan, karena  kita mata pencariannya dari gusuran BKT ini kan, kita sudah lama disini, kita semua warga disini semua, dan kedepannya harapan kita ada pembinaan dan diberi tempat,” lanjut Jupri.

Di tempat sama, PKL sepatu yang sering berjualan disana, Robi yang mengaku sudah berjualan selama empat tahun, juga menanggapi atas penertiban yang di lakukan jajaran Satpol PP Jakarta Utara tersebut.

“Sebenarnya sakit! Mata pencarian kan dari sini saja, ya kalau menangis menangis aja sebenarnya, bila diambil ambil aja tanpa ada pemberitahuan tanpa memikirkan para pedagang, kita beli bukan pake sulap tapi pakai duit boleh pinjam kemana mana buat beli bahan-bahan ini. Tiba tiba main angkut. Kalau ada informasi sebelumnya, kita bisa tau bahwa akan ada penertiban. Jangan tiba tiba main angkut angkut, barang baru beli, besok kita ngak jualan, anak menjerit di rumah, mau beli beras ngak ada, mau beli minyak gak ada, gas habis, ”ungkapnya.

Ia  juga menyampaikan harapannya kepada pihak pemerintah, agar menarikan tempat yang layak buat meneruskan usaha PKL sekitar BKT Rorotan, dan tidak main gusur dan menyita barang dagangan orang.

“Tolonglah pihak pemerintah,kalau memang kita mau ditertibkan, kita di tempatkan di tempat yang layak, jangan main gusur tanpa sosialisasi sebelumnya,” pungkas Robi. [Marpan]

RICHARD ARITONANGhttps://www.sinar-berita.com/
sinar-berita.com adalah media publikasi cetak dan online yang juga menggunakan facebook, twitter, instagram

Related Articles

COSMAX Indonesia Raih Sertifikasi AEO dari Dirjen Bea dan Cukai

Jakarta, sinar-berita.com| COSMAX Indonesia memperoleh sertifikasi Authorized Economic Operator (AEO) dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Pencapaian ini menempatkan...

COSMAX Indonesia Hadirkan Enam Poster di IFSCC 2026

Perth, sinar-berita.com| Memperkuat kehadirannya di panggung riset kosmetik global dalam Kongres Ke-36 International Federation of Societies of Cometic Chemists (IFSCC) 2026 yang diselenggarakan di...

PT COSMAX Indonesia Raih Most Immersive Award dan Sustainability Award

Kabupaten Tangerang, sinar-berita.com| Menghadirkan beragam inovasi produk dan konsep kecantikan serta merepresentasikan trend industri kecantikan tahun 2027, COSMAX Indonesia kembali ambil bagian dalam gelaran...

FPMI Datangi Mabes Polri, Desak Kapolri ‘Berantas’ Oknum Yang Coba Bekingi Mafia Gas

Jakarta, sinar-berita.com|Forum Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (FPMI), dipimpin Ketua Umumnya Shella Maulana, hari ini mendatangi Mabes Polri untuk menyampaikan sikap tegas terhadap maraknya mafia...

Aroma Limbah PT JPN Diduga Penyebab Siswa SMPN 4 Jombang Mual

Jombang, sinar-berita.com| Aktivitas belajar mengajar di SMPN 4 Jombang. Jawa Timur tergangggu akibat munculnya bau menyengat yang diduga berasal dari limbah cair pengolahan ayam...

Langgar Rambu Lalin, Sopir Truk Diduga Gunakan SIM Palsu

Jombang, sinar-berita.com|Saat melakukan patroli hunting, di jalan Cempaka desa Mojongapit Jombang Jawa Timur, petugas Unit Turjawali Polres Jombang Jawa timur temukan pengemudi truk yang...

PT SGS Jombang Terus Mangkir dalam Sidang Kasus PHK Buruh

Jombang, sinar-berita.com| Perusahaan kayu lapis PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) Kabupaten Jombang  Jawa Timur, kembali tidak hadir  dalam persidangan perkara perselisihan hubungan Industrial  yang...

Puntung Rokok, Diduga Pemicu Kebakaran Rumah di Tembelang Jombang

Jombang, sinar-berita.com| Bangunan rumah milik Supiah warga dusun Kontol kecamatan Tembelang kabupaten Jombang Jawa timur terbakar, Senin (21/9/2026). Kebakaran diduga dipicu puntung rokok mengenai...

Gelar RUPSLB, Ratu Kantongi Restu Pemegang Saham, Perkuat Penambahan Modal

Jakarta, sinar-berita.com|PT. Raharja Energi Cepu Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Selasa (8/9/2026). Acara Rapat yang diselenggarakan memperoleh persetujuan...
- Advertisement -

Latest Articles