Jakarta, SINAR-BERITA.com |* Para Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar BKT (banjir kanal timur) Rorotan Jakarta Utara meminta pemerintah baik dari tingkat Kelurahan, Kecamatan dan Walikota, membina dan merelokasi ke tempat yang layak dan diijinkan buat mereka berjualan. Ini terungkap saat para awak media menyambangi mereka di BKT Rorotan kecamatan Cilincing Jakarta Utara, Jumat (21/07/2023).
Seperti diberitakan sebelum nya terkait dari laporan masyarakat, para pedagang PKL di jalan BKT Rorotan yang terdiri dari para pedagang ikan, kios kopi dan lainnya sebagainya, di tertibkan oleh Satpol PP dari Walikota Jakarta Utara, karena dianggap menyalahi aturan.
Salah satu pedagang ikan, Jupri, yang telah 10 tahun berjualan disana, mengharapkan pemerintah Jakarta Utara dapat memberikan lahan atau tempat bagi mereka berjualan, apabila tempat mereka selama ini berjualan dianggap menyalahi aturan dan membuat semrawut, mereka juga siap diberikan pembinaan oleh pemerintah.
“Saya sudah berjualan disini sudah 10 tahun di kali BKT dan kami ini adalah warga setempat, warga Karang Tengah, semua ini bukan orang luar, ini orang dari bongkaran BKT semua. Untuk modal, kadang kita dari meminjam, kita berusaha untuk dagang, tapi kalau cara nya seperti ini, meja diangkut dan semuanya diangkut bagaimana mau dagang,” ujarnya mengeluh.
Jupri juga mengatakan saat anggota Satpol PP menertibkan mereka, tidak ada sama kali surat pemberitahuan atau informasi tapi tiba tiba sudah ditertibkan saja dan bila mereka kasih informasi pasti mereka akan ikuti.
“Harapannya, kita disini pengen berjualan, karena kita mata pencariannya dari gusuran BKT ini kan, kita sudah lama disini, kita semua warga disini semua, dan kedepannya harapan kita ada pembinaan dan diberi tempat,” lanjut Jupri.
Di tempat sama, PKL sepatu yang sering berjualan disana, Robi yang mengaku sudah berjualan selama empat tahun, juga menanggapi atas penertiban yang di lakukan jajaran Satpol PP Jakarta Utara tersebut.
“Sebenarnya sakit! Mata pencarian kan dari sini saja, ya kalau menangis menangis aja sebenarnya, bila diambil ambil aja tanpa ada pemberitahuan tanpa memikirkan para pedagang, kita beli bukan pake sulap tapi pakai duit boleh pinjam kemana mana buat beli bahan-bahan ini. Tiba tiba main angkut. Kalau ada informasi sebelumnya, kita bisa tau bahwa akan ada penertiban. Jangan tiba tiba main angkut angkut, barang baru beli, besok kita ngak jualan, anak menjerit di rumah, mau beli beras ngak ada, mau beli minyak gak ada, gas habis, ”ungkapnya.
Ia juga menyampaikan harapannya kepada pihak pemerintah, agar menarikan tempat yang layak buat meneruskan usaha PKL sekitar BKT Rorotan, dan tidak main gusur dan menyita barang dagangan orang.
“Tolonglah pihak pemerintah,kalau memang kita mau ditertibkan, kita di tempatkan di tempat yang layak, jangan main gusur tanpa sosialisasi sebelumnya,” pungkas Robi. [Marpan]







