JAKARTA, sinar-berita.com |- Pemerintah Kota Jakarta Timur (pemkot Jaktim) menyentil PT Kereta Api Indonesia ( KAI ) karena tak menjaga aset lahan kosong di Gunung Antang, Jatinegara sehingga ada pihak yang menyalah gunakan menjadi kawasan Lokalisasi.Walikota Jakarta Timur Muhamad Anwar menyebutkan keberadaan lokalisasi terdampak terhadap masalah sosial yang dapat merugikan masyarakat sekitar kawasan itu.
” Jangan sampai seperti itu tidak terawat, jadi rawan tawuran dan sebagainya.” Kata Muhamad Anwar kepada wartawan Rabu, ( 15/6/2022 ).
Anwar menuturkan Pemkot Jaktim pernah menertibkan bangunan liar yang kerap dimanfaatkan sebagai tempat prostitusi dan perjudian di Gunung Antang. Namun upaya tersebut tidak efektif karena para pelaku dilokalisasi Gunung Antang tak pernah jera dan tetap melakukan aktivitas, akibat tidak adanya ketegasan dari pemilik lahan.
“Makanya, lahan dijaga. Kan lahan dia? Masa saya harus jaga lahan PT KAI? Saya jaga lahan saya, taman saya, kantor saya,”ujar Anwar.
Lebih lanjut Anwar mengatakan, pihak pemkot Jakarta Timur dan PT KAI akan membahas rencana penertiban lokalisasi di Gunung Antang.
“Kapanpun siap, hanya kita perlu koordinasi. Kemarin saya sudah koordinasi dengan Kapolres, Dandim, Kejari, juga Pegadilan. Prinsipnya, mereka semua mendukung siap. Tinggal KAI nya kita undang, dan ditanya pasca penertiban mereka mau buat apa dan ada program apa, kalau tidak gitu ya pasti terus kejadian.” tutur Anwar.
Sementara itu PT KAI sedang berkoordinasi dengan Pemkot Jaktim terkait rencana penertiban lokalisasi di daerah Gunung Antang kepala Humas PT KAI Daop (daerah operasional) 1 Jakarta Eva Chairunisa mengatakan, terkait penertiban yang akan dilakukan bersama pemkot Jaktim dan pihak berwajib sedang dalam kordinasi.
” Ya, program penertiban akan dilakukan bersama pemkot Jaktim dan pihak berwajib, saat ini sedang dalam koordinasi” tuturnya.
Sebelumnya, sekelompok orang bersenjata tajam diduga dari kawasan Gunung Antang menyerang warga di jalan kemuning RT05 RW01 kelurahan Rawabunga kecamatan Jatinegara Jaktim, Minggu.
Akibat penyerangan itu, sejumlah warga mengalami lebam terkena pukulan benda tumpul, dua lainya luka tersabet senjata tajam. Bahkan sejumlah rumah warga rusak .
Beberapa saksi juga menemukan benda diduga berupa proyektil peluru dari salah satu warung yang dirusak para pelaku. [Maria]







