Kulonprogo, sinar–berita.com|Bertempat di Alun-alun Wates atau lebih dikenal Alwa Kabupaten Kulonprogo DIY, dibawah guyuran hujan sekitar 6000 Jamaah Sholawat Kebangsaan setia bermujahadah bersama Drs. K.H. Mohammad Ali Shodiqin atau Gus Ali Gondrong, Kamis malam (1/2/2024).
Dengan mengusung tema ‘Kompak Satu Tujuan Golek Ganjaran’, acara yang diselenggarakan oleh PHBI Kabupaten Kulonprogo dan IPPNU Kabupaten Kulonprogo, juga dihadiri Kepala BKKBN RI, dr. H.C. H. Hasto Wardoyo Sp.O.G (k).
Dalam sambutannya Hasto menyampaikan apresiasi kepada Gus Ali yang sudah terkenal tak hanya di Indonesia, tapi juga di Hongkong, Thailand, dll bersedia hadir membersamai Mafia Sholawat ini, Beliau suka ngopeni anak jalanan yang susah diatur, anak yang nakal, dan beliau dengan sabar selalu memberikan tausyiah untuk mendidiknya.
“Saya bangga dengan anak muda di Kulon Progo karena sangat kecil terlibat dalam berbagai kasus. Diluar sana banyak anak muda yang terlibat kasus kasus pidana, misal narkoba dll, SDM anak muda harus sehat, tidak boleh stunting. Maka kita jaga agar KP dalam kondisi bagus. Pengajian malam ini sangat cocok untuk mencegah pergaulan bebas anak anak muda. Mudah mudahan kita semua dalam kondisi sehat wal afiat, selamat dunia dan akhirat,” tuturnya.
Gus Ali Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotun Ni’mah Semarang sekaligus pendiri Majelis Mafia Sholawat, dalam tausyiahnya menyampaikan bahwa Kita ini orang umum, nanti di yaumul kiyamah mulut kita di kunci yang ngomong tangan kita makanya tangan digunakan untuk sholawat, saya yakin kalau air hujan ini membawa berkah sesuai dengan Surat Qaf ayat 9.

“Mumpung musim hujan anak anak yg kurang pinter atau anak nakal, istri atau suami yang nakal maka saat hujan siapkan ember untuk menampung air hujan langsung dari langit dibawa pulang, lalu air hujan tersebut dimasukkan ke botol air di bacakan 5 ayat surat Al Alaq 11 kali lalu di tiupkan sebelum diminum,” ucapnya
Pesan Gus bahwa umur manusia itu tiga hari yaitu kemarin sekarang dan besok, dan terpenting, ujar Gus, endingnya bahagia.
“Njenengan cilikan dan masa mudanya nakal namun tuanya baik, Allah tidak melihat masa lalu. Allah hanya benci dosa bukan pendosa, Semua manusia itu pendosa, sebaik baik pendosa adalah yang mau bertobat,” pesannya.
Ia melanjutkan, yang dilihat Allah itu akhirnya, yg belum baik semoga menjadi baik yg sudah baik semoga istiqomah, Jangan gampang menghina, yang sudah, yang sedang dan yang akan datang sudah ditulis di lauful mahfud.
“Kita manusia harus usaha dan do’a masalah hasil itu wilayahnya Allah. Orang itu tetap tersenyum meskipun tidak punya dunia yang penting masih punya Allah, Harta bisa di bawa mati dengan sodaqoh, Shodaqoh hakikatnya untuk dirinya sendiri,” ungkapnya.

Jamaah Mafia Sholawat yang berduyun-duyun hadir pada majelis bukan hanya dari Kulonprogo saja, tapi juga dari Kota Yogya, Sleman dan Bantul mengikuti mujahadah dengan memakai jas hujan.[Moch Hazirin]







