MOROWALI – sinar–berita.com – Semangat literasi kembali dihidupkan di Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Kabera, Desa Bahoea Reko, Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah melalui program revitalisasi Perpustakaan Bina Ilmu. Inisiatif ini digagas oleh Tim Patriot Morowali Universitas Indonesia (UI) yang berkolaborasi dengan Tim Patriot Universitas Padjadjaran (Unpad) dan HIMA Manajemen PSDKU Tadulako Morowali.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 7-8 November 2025, tidak hanya memulihkan fungsi fisik perpustakaan tetapi juga langsung menyentuh kebutuhan anak-anak akan akses bacaan dan kegiatan kreatif.
Hari pertama, Jumat (7/11/2025), diisi dengan kerja bakti dan pembersihan menyeluruh. Perpustakaan yang telah lama vakum dan tidak terurus, akhirnya dibersihkan dan ditata kembali oleh para relawan. Revitalisasi tidak hanya sekadar membersihkan, tetapi juga memperbaiki fasilitas penunjang, seperti papan tulis, serta menyediakan alat peraga belajar, alat tulis kantor (ATK), alat kebersihan, kipas angin, dan perlengkapan lainnya.
Pada Sabtu (8/11/2025), suasana perpustakaan berubah riuh oleh tawa dan celoteh ceria puluhan murid sekolah dasar. Kegiatan membaca dan mewarnai bersama dilakukan, mengisi kembali ruang itu dengan semangat dan imajinasi anak-anak. Kehadiran mereka menjadi penanda bahwa perpustakaan ini telah kembali menjadi ruang publik yang hidup.

Dukungan untuk menghidupkan kembali gudang ilmu ini juga datang dari berbagai pihak. Pengumpulan buku donasi difasilitasi oleh Himpunan Manajemen Universitas Tadulako (Untad) dan Serambi Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI), menambah khazanah bacaan yang sebelumnya didominasi buku-buku edisi lama.
Acara revitalisasi ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat, antara lain Sekretaris Dinas (Sekdis) Perpustakaan dan Kearsipan, Fawakihah Yusman Mahbub, M.Si, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 03 Bahoea Reko-Reko, Bapak Takdir, serta para guru dari desa setempat. Kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi dari berbagai universitas, dan masyarakat ini menjadi kunci keberhasilan program.

Dalam sambutannya yang disampaikan secara daring, Prof Heru Susetyo, SH., LL.M., M.Si., M.Ag., Ph.D dari Universitas Indonesia menekankan filosofi mendasar dari literasi. “Buku adalah jendela dunia. ‘Iqra` bismi rabbikallażī khalaq’ (Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan). Ini adalah surat pertama yang diturunkan, yang menegaskan bahwa membaca adalah kewajiban sekaligus pintu awal dari segala ilmu” ujarnya, mengingatkan semua yang hadir akan akar literasi dalam konteks keindonesiaan.
Takdir, Kepala SDN 03 Bahoea Reko-Reko, menyambut hangat inisiatif ini. “Ini merupakan sebuah terobosan. Ada tim yang datang jauh-jauh dari Jawa, dari UI dan Unpad, untuk membangun semangat literasi di daerah kami. Kami berharap perpustakaan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan anak sekolah,” ujarnya penuh haru. Ia juga menyampaikan harapan agar revitalisasi ini diikuti dengan peningkatan akses jaringan internet, yang masih menjadi kendala utama di daerah mereka.
Kendala yang dihadapi perpustakaan sebelumnya diungkapkan oleh Ati, Pengurus Perpustakaan Bina Ilmu. “Perpustakaan sempat vakum selama beberapa tahun. Banyak buku yang rusak dan edisinya sudah lama. Kehadiran dan energi baru dari para mahasiswa ini sangat memotivasi kami untuk mengelola perpustakaan dengan lebih baik,” tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, Fawakihah, memberikan respons yang positif. Ia menyatakan komitmen dinasnya untuk mendukung keberlanjutan perpustakaan ini. “Kami berharap penguatan jaringan, termasuk akses internet, dapat diwujudkan melalui anggaran hibah yang tersedia di Dinas Perpustakaan. Ini adalah langkah konkret yang akan kami usulkan,” katanya.

Revitalisasi Perpustakaan Bina Ilmu di UPT Kabera ini bukan sekadar kegiatan fisik. Ia adalah simbol kebangkitan, sebuah ikhtiar kolektif untuk menyalakan kembali pelita pengetahuan di sudut wilayah transmigrasi. Kolaborasi lintas daerah dan institusi ini diharapkan dapat menjadi model bagi penguatan literasi di daerah-daerah tertinggal lainnya, membuka jendela dunia yang lebih lebar untuk generasi penerus bangsa. [PLR]







