JAKARTA, SINAR-BERITA.COM – Kembali tumpukan Sampah rumahan masyarakat yang menumpuk dilokasi penampungan sementara di jalan Cakung Drain Rawamalang kelurahan Semper Timur kecamatan Cilincing Jakarta Utara, menimbulkan bau tak sedap dan menyengat.
Sampah warga dari RT006 RW010 Rawamalang, yang berada di dua penampungan sampah di area tersebut, ditumpuk persis di pinggir jalan tepian sungai Cakung Drain itu sudah berlangsung lama.
Namun sewaktu dilakukan pengambilan sampah dari lokasi penampungan oleh petugas kebersihan, tidak terangkut keseluruhan sampah.
Sampah yang tertinggal kemudian ketumpuk lagi dengan sampah-sampah yang baru dibuang, dan sampah lama itu kemudian membusuk hingga menimbulkan bau tak sedap dan menyengat hidung.
“masyarakat menilai kinerja kasatpel LH kecamatan Cilincing belum maksimal dalam menjalankan tupoksinya. Kita berharap agar petugas kebersihan dari kecamatan Cilincing tidak membiarkan sampah-sampah itu menumpuk terlalu lama dilokasi penampungan tersebut” kata sejumlah warga RT006.
Sejumlah warga RT006 itu mengaku sangat terganggu karena dikawatirkan merusak pernapasan warga, akibat bau menyengat yang ditimbulkan dari sampah berlarut-larut tidak diangkut.
Mereka meminta agar pimpinan atau Kasatpel Lingkungan Hidup (LH) kecamatan Cilincing bersedia melihat langsung ke lokasi pembuangan sementara sampah warga tersebut.
“Kita minta kesediaan kasatpel Lingkungan Hidup kecamatan Cilincing Leo Tantino, turun ke lokasi untuk melihat dan merasakan bau sampah itu,” tutur seorang pekerja proyek jalan tol Cibitung Cilincing yang sehari-hari bekerja tidak jauh dari lokasi buangan sampah.
Hal senada dikatakan Surtinah warga Kampung Sawah kelurahan Semper Timur, Cilincing. Dia sering melewati jalan Cakung Drain untuk berbelanja kebutuhan sehari hari rumah tangganya, dan saat melewati lokasi buangan sampah itu akan terasa bau tak sedap dan menyengat.
Manurutnya, petugas PJLP Kebersihan pada lingkungan kerja Kasatpel LH Kecamatan Cilincing itu cukup banyak. Jadi kalau dikatakan kurang sumber daya manusia sangat tidak masuk akal.
Ada petugas kebersihan di tingkat RT dan RW yang mengumpulkan sampah warga, petugas dari kelurahan hingga PJLP kebersihan Satpel LH kecamatan.
Dia meminta kepada Kasatpel LH Kecamatan Cilincing untuk lebih meningkatkan kinerja bersama anak buahnya dalam menangani sampah masyarakat di tempat penampungan sementara.
“Jangan dibiarkan berlama lama menumpuk baru diangkut. Bau yang muncul, selain tak sedap juga membahayakan bagi kesehatan masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan warga usia lanjut,” terang Surtinah.
Begitu juga penuturan ibu Uci yang kesehariannya berjualan dipinggir jalan tepat diseberang tumpukan sampah saat dikonfirmasi Sinar berita mengatakan, selain bau yang tak sedap juga banyak belatung-belatung yang hinggap ke warungnya hingga ke dagangannya, dan ia meminta, petugas LH kecamatan Cilincing harus bekerja optimal dalam melakukan pengangkutan sampah. [timbo.M]







