Kota Tegal, SINAR-BERITA. com |* Nelayan Kota Tegal gelar tradisi sedekah laut di pelabuhan tempat pelelangan ikan Jongor Tegal Sari. Acara sebagai wujud rasa syukur atas hasil tangkapan ikan yang melimpah ini dimeriahkan ribuan nelayan dengan arak-arakan kepala kerbau yang dihiasi aneka ragam sesaji di laut Jonggor, Minggu (6/8/2023).
Menarik dari tradisi sedekah laut, yakni adanya larung sesaji ke laut, dengan menaiki perahu, ribuan warga serta nelayan melarung sesaji tersebut ke lepas pantai Utara Jawa, dihadiri jajaran pemerintah Kota Tegal dan DPRD Kota Tegal serta pengamanan dari jajaran Polres Tegal Kota, TNI dan Forkopimda.
Walikota Tegal H. Dedy Yon Supriyono membuka langsung kegiatan tradisi sedekah laut tersebut yang di KUD Karyamina, Kelurahan Tegalsari, Kota Tegal.
Nampak ribuan warga nelayan ikut antusias meramaikan prosesi larung sesaji ini dengan menumpang perahu atau kapal nelayan.
Prosesi sedekah laut kali ini memang berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini prosesi sedekah laut nampak sangat meriah. Dibanding tahun-tahun sebelumnya ketika masih dalam suasana wabah Covid-19, tahun ini antusias warga nelayan Kota Tegal sangat tinggi.
Iring-iringan kapal di tengah laut yang ditumpangi para nelayan, tampak sebuah kapal kecil berisi sesaji lengkap antara lain, berupa potongan kepala kerbau serta sesaji-sesaji lainnya.
Menyikapi giat acara masyarakat dan nelayan, Polres Tegal Kota telah menyiapkan pengamanan untuk rangkaian kegiatan sedekah laut sejak Sabtu hingga hari pelaksanaan, Minggu (6/8/2023).
Kabagops Kompol Tuhirman menyampaikan, pihaknya sudah menerjunkan personel yang cukup untuk upaya kondusifitas pelaksanaan pengamanan sedekah laut.
“Kami sudah menggelar sedikitnya 310 personel untuk melakukan pengamanan sedekah laut mulai kemarin Sabtu (5/8), dan untuk giat puncak pawai ancak atau sesaji, berupa larung sesaji ke tengah laut utara Jawa, hari ini, Minggu (6/8),” tutur Kompol Tuhiran.
“Ia menambahkan, anggota Polres Kota Tegal, baik yang berpakaian uniform maupun yang berpakaian preman sudah menempati pos-pos yang sudah ditentukan serta memberi imbauan khususnya bagi warga yang akan ikut melarung sesaji ke tengah lautan, dimana setiap kapal tidak boleh melebihi kapasitas muatan,
“Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan,” imbuh Kabagops Polres Tegal Kota Kompol Tuhiran. [Rico]







