Jakarta, sinar–berita.com|Suku Dinas Sumber Daya Air Kota Administrasi Jakarta Utara, sepertinya mengejar kuantitas dan bukan kualitas, dengan pekerjaan pemasangan u-ditch yang terkesan asal jadii dan ikwatirkan umur pekerjaan u-ditch diperkirakan hanya seumur jagung.
Padahal, cara pemasangan u-ditch yang kurang tepat dapat berpotensi terhadap penyumbatan saluran air, dimana sering ditemukan posisi kemiringan pemasangan u-ditch dari hulu ke hilir yang tidak tepat, cenderung naik turun.
Diketahui, u-ditch dirancang untuk mengumpulkan dan mengalirkan air hujan yang jatuh disekitar area terbuka.Dengan adanya saluran tersebut, air dapat dialirkan dengan baik dan mengurangi kemungkinan terjadinya genangan air.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Harian LSM-ANTARA Anton angkat bicara terkait kegiatan pemasangan u-ditch di Suku Dinas SDA Kota Administrasi Jakarta Utara yang enurutnya asal jadi dan tidak mengacu pada bill of quantity (B&Q), spesifikasi kontrak.
“Sepertinya Suku Dinas Sumber Daya Air kota administrasi Jakarta Utara terindikasi persekong-kolan dan terkesan ada pembiaran pekerjaan pemasangan u-ditch. Lantas buat apa ditanda tangani pakta integritas ,namun pelaksanaannya tidak sesuai dengan yang diharapkan ?” tandas Anton.

Tidak hanya itu, Anton menuding, dengan ditemukannya sejumlah kegiatan pemasangan u-ditch di Jakarta Utara yang tidak menggunakan lantai kerja, hal tersebut membuktikan sudah ada niat dan indikasi melakukan ‘kejahatan’, demi keuntungan pribadi.
Anton menambahkan, saat disampaikannya surat konfirmasi ke Sudini SDA Jakarta Utara, dirinya mempertanyakan tanda terima surat tidak menggunakan stempel.
“Kami juga baru bersurat ke Dirkrimsus Polda Metro Jaya dan bahkan ke kantor Kejaksaan Tinggi DKI, tanda terima surat menggunakan stempel,” lanjutnya.
Anton mengatakan dalam waktu dekat ini, akan menindak lanjutinya ke Inspektorat Provinsi DKI Jakarta dan ke Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) perwakilan DKI Jakarta, apakah dapat dibenarkan, kegiatan pekerjaan u-ditch di Kota Administrasi Jakarta Utara tidak menggunakan Lantai kerja,” paparnya kepada awak media, Kamis (23/11/2023).
Sebelumnya, kegiatan pemasangan u-ditch di jalan Hidup Baru RT010 RW002 itu sudah berulang kali dipublikasikan terkait kegiatan pembangunan Saluran Precast Jalan Pademangan, yang menggunakan dana TA 2023, kontrak nomor : 9940/PN.01.02 tanggal dimulai 05 Oktober 2023 dan selesai 03 Desember 2023, waktu pelaksanaan 60 hari kalender.
Nilai kontrak Rp1.600.425.400,00, dengan pelaksana kegiatan PT. Ningrat Muda Wicaksono serta Konsultan pengawas PT. Marga Bhuana Jaya.
Termasuk dengan meninggalnya salah seorang pekerja inisial K (31), yang diduga diakibatkan kena sengat listrik pada saat melakukan penggalian saluran.
Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Kota Administrasi Jakarta Utara, Adrian Maulana selalu tidak berhasil ditemui.
Bahkan Direktur PT. PT. Ningrat Muda Wicaksono belum terkonfirmasi.
Ironisnya lagi, untuk kegiatan pemasangan u-ditch di Rt 008/ Rw 004 Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Kota Administrasi Jakarta Utara, juga tidak ditemukan papan nama proyek.
Diketahui, untuk kegiatan di kedua lokasi, juga tidak dilakukan penggunaan lantai kerja dan terkesan asal jadi .Antara Lain :
1. Jalan Hidup Baru Rt 010/Rw 002 Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan Jakarta Utara dan
2. di Rt 008/ Rw 004 Kelurahan Tugu Utara, kecamatan Koja, Kota Administrasi Jakarta Utara.
Merujuk pada persyaratan, dengan cara pemasangan saluran u-ditch yang kurang tepat dapat berpotensi terhadap penyumbatan pada saluran, dan sering ditemukan posisi kemiringan pemasangan u-ditch dari hulu ke hilir yang tidak tepat dan cenderung naik turun.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Kota Administrasi, Adrian M Maulana selaku Kuasa Pengguna Anggaran maupun selaku Pejabat Pembuat komitmen Adrian M Maulana, tidak berhasil dihubungi dan bahkan diruangannya juga tidak berhasil ditemukan.
Hal yang sama juga dengan pelaksana kegiatan PT.Ningrat Muda Wicaksono maupun Konsultan pengawas PT.Marga Bhuana Jaya, tidak menanggapi.
Sedangkan Plt. Irbanko Kota Administrasi Jakarta Utara ketika dipertanyakan erkaiat pemasangan u-ditch di Pademangan, dan adanya salah seorang pekerja meninggal dunia, melalui telepon selularnya hanya menjawab “terimakasih”. (Parulian dan TIM)







