Padang, sinar berita|Dugaan korupsi dan kolusi dalam proyek Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut Carocok Painan (MYC 2025-2026) terus bergulir. Sorotan tajam datang setelah Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Teluk Bayur Chaerul Awaludin, memberikan tanggapan yang mengalihkan tanggung jawab proses lelang proyek tersebut.
Tanggapan Chaerul Awaluddin usai dikonfirmasi Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Jakarta melalui Chat WhatsApp, menyusul temuan kejanggalan lelang yang sebelumnya diungkap Center for Budget Analysis (CBA) yang menyoroti penetapan PT. Hikmah Hidup Gemilang sebagai pemenang dengan penawaran yang jauh lebih tinggi dibanding peserta lain.
Secara tegas chaerul menyatakan bahwa proses lelang pekerjaan tersebut bukan kewenangan KSOP Teluk Bayur.
“Untuk proses lelang pekerjaan dimaksud, bukan kewenangan kami di KSOP Teluk Bayur,” jelas Chaerul Awaluddin.
Ia lantas mengarahkan IPJI Jakarta dan pihak lain untuk melakukan klarifikasi langsung ke Pokja Panitia Pelelangan di Kementerian Perhubungan.
Respon ini menempatkan tanggung jawab mekanisme lelang pada unit kerja di tingkat Kementerian, menyiratkan KSOP Teluk Bayur berperan sebagai Satker pelaksana, bukan pembuat keputusan tender.
Menanggapi pernyataan Kepala KSOP Teluk Bayur, Uchok Sky Khadafi, Direktur Eksekutif CBA Uchok Sky Khadafi merespon keras dan menyatakan respon semacam itu seringkali menjadi dalih untuk lepas tangan dari masalah.
“Pernyataan ‘bukan kewenangan kami’ itu adalah dalih klasik yang sering diucapkan ketika ada indikasi penyimpangan. Padahal, KSOP Teluk Bayur adalah Satuan Kerja yang mengusulkan dan bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek ini,” tegas Uchok saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan, meskipun proses tender ada di Pokja Kementerian, Satuan Kerja (Satker) atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) tetap memiliki peran besar dan mengetahui seluk-beluk lelang.
“Tidak mungkin mereka tidak tahu sama sekali. Ini justru menimbulkan pertanyaan besar, ada apa di balik pelemparan tanggung jawab ini?” imbuhnya.
CBA mendesak KPK dan BPK untuk tidak terpengaruh dengan pernyataan tersebut dan tetap fokus mengusut tuntas keterlibatan semua pihak, termasuk KSOP Teluk Bayur.
Sebelumnya, IPJI DKI Jakarta, di bawah kepemimpinan Heri Soelaiman, telah mendesak KPK dan BPK agar mengusut tuntas dugaan rekayasa lelang ini, dan menyebutnya sebagai ‘tamparan keras’ bagi upaya pemberantasan korupsi.
” IPJI DKI Jakarta kini akan menindaklanjuti arahan Kepala KSOP Teluk Bayur dengan segera mengonfirmasi langsung kepada Pokja Panitia Pelelangan di Kementerian Perhubungan. Kasus ini menjadi penting dalam upaya memastikan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara,” tegasnya.[Arto]







