Jakarta, sinar–berita.com| Karena tidak sanggup membayar tagihan (bill) sebesar Rp33,5 juta, tempat hiburan berinisial BF Hotel dibilangan Tanjung Duren Selatan Grogol Petamburan (Gropet) Jakarta Barat, menyandera tiga orang tamunya. Tindakan mengarah kepada pelanggaran hak asasi manusia (HAM) ini disebutkan oleh petugas Security setempat, atas perintah management tempat hiburan dunia gemerlap itu.
Hal ini diketahui oleh unsur publik ketika Ibu salah seorang tersandera berinisial RN mengadu ke kantor redaksi sinar–berita.com, Kamis (16/10/25) lalu. Arieta Amelia SH menyebutkan, puteranya RN bersama dua orang temannya YAP, dan T ditahan sejak hari Selasa (14/10), tanpa diberi makan dan didampingi setiap hendak membeli makanan maupun membersihkan tubuh.
“Anak saya (RN) sudah berhari-hari tidak bekerja akibat penyanderaan yang dilakukan oleh pihak BF Hotel, padahal, dia merupakan tulangpunggung bagi keluarga, dan tidak mungkin anak saya mendatangi tempat semacam itu sedangkan dia belum gajian dan, kalau dia (RN) gajian, seluruh gajinya pasti diserahkan ke saya,” tutur Arieta Amelia.
Pihak managemen BF Hotel diwakili Egha yang ditemui di pos Security BF Hotel menuturkan bahwa YAP, T, dan RN datang pada Senin dinihari untuk berkaraoke, minum alkohol, makan-makan dan menikmati wanita-wanita pemandu yang tersedia di BF Hotel.
Namun pada waktu disodorkan tagihan atas seluruh jasa yang disediakan oleh tempat hiburan itu, YAP sebagai pemesan tidak dapat membayar. Maka management memerintahkan ketiga orang tamunya tersebut ditahan di pos Security sampai mereka dapat melunasi tagihan sebesar Rp33.500.000,-.
“Jadi, silahkan dilunasi tagihannya disini (pos Security), kalau sudah, nanti saya laporkan ke atasan saya, dan mereka boleh bebas,” simpul Egha.

Manager BF Hotel, Paulus dan Andy menjelaskan hal yang sama seperti dituturkan Egha sebelumnya, dan tetap mengisyaratkan agar seluruh tagihan dilunasi, dan jika hendak dicicil, ada jaminan yang dipegang oleh pihak managemen BF sampai tagihan sudah dilunasi.
Salahseorang pengunjung yang disandera, RN menjelaskan, dirinya dijemput oleh YAP dan T dikediamannya Senin pagi itu dan diajak membuka room di BF Hotel, dengan janji seluruh biaya ‘senang-senang’ itu akan dibayar oleh YAP.
“Saya tidak kenal YAP tetapi T adalah teman kecil saya. Baru hari itu saya memasuki tempat semacam BF itu om, bahkan ketika saya diajak oleh seorang wanita penghibur, ia mengatakan bahwa semua sudah dibayari oleh YAP,” tutur RN.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui nasib tiga pemuda yang menjadi tamu senang-senang di fasilitas BF Hotel itu, sebab sebelumnya, bapak seorang tersandera YAP, yakni Ariyanto, menyatakan tidak bisa membayar ulah kenakalan anaknya itu secara lunas, dia menyatakan hanya bersedia mencicil Rp5 juta setiap bulannya, dan terbersit belakangan ini, bapak YAP akan melaporkan hal ini kepada yang berwajib.
“Kalau untuk melunasi uang sekian banyak secara cash, saya tidak mampu. Saya hanya mampu mencicil Rp5 juta setiap bulan,” tegas Ariyanto. [tjie S.]







