Jakarta, SINAR-BERITA.com|* Berdasarkan laporan Edge Advantage NTT yang melakukan survei terhadap 600 perusahaan yang memanfaatkan edge dalam pengambilan keputusan berbasis data; mengungkapkan kekhawatiran seputar kemampuan infrastruktur.
Sebanyak 88% menyebutkan 5G sebagai pendukung penting; perusahaan yang menggabungkan jaringan private 5G dan edge dilaporkan mendapat manfaat tertinggi. Sebanyak 93% menganggap edge sebagai keunggulan kompetitif. Alasan utama untuk berinvestasi di edge adalah untuk mendukung otomatisasi dan AI serta akses data real-time diikuti dengan efisiensi operasional dan peningkatan perangkat IoT.
Perusahaan infrastruktur dan layanan TI NTT Ltd meluncurkan Edge Advantage Report, Rabu (21/6/2023).
Perusahaan di seluruh dunia kini telah menyadari keunggulan dari layanan edge dan telah menikmati manfaat teknologi digital edge yang dapat mempercepat pengambilan keputusan berdasarkan data, mengamankan aset fisik dan virtual, serta mengontrol operasional yang tangguh secara berkelanjutan.
Walaupun lebih dari 80% para pembuat keputusan di bidang teknologi mengatakan ekspektasi investasi mereka pada layanan edge telah terpenuhi atau bahkan melampaui target, banyak pula yang khawatir akan laju evolusi teknologi yang terlalu cepat dapat berpotensi merugikan mereka dalam jangka panjang.
Kemampuan infrastruktur
Para pengguna (layanan edge) saat ini melihat manajemen komputasi, konektivitas, dan perangkat IoT yang terfragmentasi sebagai penghalang untuk mewujudkan potensi edge. Dengan demikian, perusahaan yang menggabungkan jaringan private 5G dan teknologi edge melaporkan manfaat tertinggi dibandingkan dengan perusahaan yang mengadopsi pendekatan dengan pemisahan jaringan, atau tidak sama sekali.
Meskipun sebagian besar perusahaan yakin infrastruktur jaringan mereka dapat menangani kebutuhan edge mereka saat ini, hampir 40% perusahaan yang merencanakan implementasi teknologi edge menyadari kebutuhan untuk meng-upgrade jaringan mereka guna mendukung peningkatan yang diharapkan, bahkan, hampir dua pertiga perusahaan yang sudah menerapkan teknologi edge, melakukan pembaruan pada jaringan area luas.
“Meningkatnya kebutuhan akan pemrosesan yang lebih cepat dan arsitektur digital terdistribusi menciptakan peningkatan tekanan pada jaringan dan kemampuan infrastruktur, mendorong percepatan adopsi dari jaringan private 5G dan edge,” ujar Shahid Ahmed, EVP New Ventures & Innovation di NTT Ltd, dalam pressreleasenya, Rabu (21/6/2023).
Lebih lanjut Shahid Ahmed mengungkapkan, keuntungan layanan edge akan memerlukan solusi end-to-end dengan manajemen holistik dan akuntabilitas tanpa kompromi. Hanya dengan memanfaatkan solusi ini, perusahaan dapat memperoleh akses instan ke data, di mana data tersebut dibuat atau dikumpulkan, dengan latensi hampir nol, dan memanfaatkannya untuk mendorong hasil bisnis yang dahsyat.
Sudut pandang industri
Dalam hal meningkatkan efisiensi dan ketahanan rantai pasokan, 100% perusahaan di bidang kesehatan, transportasi, dan manufaktur telah memenuhi atau melampaui ekspektasi penggunaan layanan edge. Hal yang sama diterapkan di sektor energi dalam meningkatkan keselamatan, pengalaman, dan efisiensi karyawan.
Aplikasi yang dioptimalkan edge memanfaatkan latensi rendah, prediktabilitas, dan bandwidth tinggi untuk pengumpulan data real-time agar bekerja sesuai dengan kebutuhan industri secara spesifik. [S/Rd]







