Rabu, Oktober 14, 2026

Ternyata, Meninggalnya Pasien RS Santo Borromeus Dipicu Oleh Hal Ini

Bandung, SINAR-BERITA.com|● Awal-awal yang mengakibatkan meninggalnya pasien RS Santo Borromeus Bandung atas nama Febriyanti Valentina Rohana Sianturi (32) masih menjadi pertanyaan di tengah masyarakat.

Ketertutupan informasi yang diterapkan oleh pihak RS Santo Borromeus Bandung ini menyiratkan betapa bobroknya sistem manajemen yang diterapkan dalam melayani masyarakat yang ingin sembuh dari penyakitnya, justru kehilangan nyawa.

dr Tammy Juwono Siarif SH MHKes yang dihadirkan Sebagai Saksi Ahli oleh Tergugat dalam Perkara 357/Pdt.G/2022/ PN Bdg di PN Bandung

Dalam nota kesimpulan yang dibacakan kuasa hukum penggugat di PN Bandung Selasa (24/1/2023), Roberto Pandiangan SH dari Kantor Hukum JSDR mengungkapkan, pemasangan alat ventilator dilakukan oleh dr CY, tidak lama setelah dokter David Suwandi menginformasikan kepada keluarga bahwa apabila pasien mengalami kesulitan bernafas, akan dipasangi alat bantu ditubuhnya yakni ventilator.

Namun dr David Suwandi menambahkan, pada saat itu, Senin (5/7/2021), tidak tersedia alat tersebut, dan harus menunggu pasien yang sembuh atau meninggal dunia.

“Dan ternyata, pada hari yang sama, dr. CY memasang ventilator tanpa pemberitahuan dan tanpa adanya persetujuan tertulis dari pihak keluarga pasien, sebagaimana yang diwajibkan oleh Undang Undang. Tidak dapat dijelaskan dalam persidangan, atas perintah siapa dan atas izin siapa tindakan dr CY nemasang ventilator” papar Roberto Pandiangan.

Dua Kuasa Hukum Penggugat Johnson Siregar dan Tergugat Kuswara Usai Salahsatu Agenda Sidang di PN Bandung

Roberto menambahkan, keluarga paaien baru mengetahui tindakan berupa pemasangan ventilator itu disampaikan oleh dr David Suwandi pada pertemuan antara keluarga mendiang pasien dengan pihak RS Santo Borromeus Bandung pada Jumat 1 Oktober 2021, yang juga dihadiri Ketua Komite Medik RS Santo Borromeus, dr Juanned’Are Maria Tjiam Sian Lie SpKK FINSDV.

Dan pada pertemuan berikutnya Senin (8/10/2021), lanjut insan hukum darj JSDR ini, dr CY mengakui kesalahannya atas pemasangan ventilaor, tanpa terlebih dahulu meminta izin kepada keluarga baik lisan maupun tertulis, dan  dr. CY juga menyampaikan permohonan maafnya kepada keluarga mendiang pasien.

Ibunda pasien meninggal, Osdiana Romauli Aritonang, kepada awak SINAR-BERITA.com mengatakan, pada hari Senin (5/7/2021), dirinya, suami dan adik pasien masih ada disekitar RS Borromeus Bandung.

“Hari itu (Senin, 5/72021) kami masih duduk-duduk di pelataran parkir rumahsakit, dan apa alasan mereka tidak terlebih dahulu meminta izin dari saya?” kata Romauli heran.[pr.arto]

RICHARD ARITONANGhttps://www.sinar-berita.com/
sinar-berita.com adalah media publikasi cetak dan online yang juga menggunakan facebook, twitter, instagram

Related Articles

COSMAX Indonesia Raih Sertifikasi AEO dari Dirjen Bea dan Cukai

Jakarta, sinar-berita.com| COSMAX Indonesia memperoleh sertifikasi Authorized Economic Operator (AEO) dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Pencapaian ini menempatkan...

COSMAX Indonesia Hadirkan Enam Poster di IFSCC 2026

Perth, sinar-berita.com| Memperkuat kehadirannya di panggung riset kosmetik global dalam Kongres Ke-36 International Federation of Societies of Cometic Chemists (IFSCC) 2026 yang diselenggarakan di...

PT COSMAX Indonesia Raih Most Immersive Award dan Sustainability Award

Kabupaten Tangerang, sinar-berita.com| Menghadirkan beragam inovasi produk dan konsep kecantikan serta merepresentasikan trend industri kecantikan tahun 2027, COSMAX Indonesia kembali ambil bagian dalam gelaran...

FPMI Datangi Mabes Polri, Desak Kapolri ‘Berantas’ Oknum Yang Coba Bekingi Mafia Gas

Jakarta, sinar-berita.com|Forum Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (FPMI), dipimpin Ketua Umumnya Shella Maulana, hari ini mendatangi Mabes Polri untuk menyampaikan sikap tegas terhadap maraknya mafia...

Aroma Limbah PT JPN Diduga Penyebab Siswa SMPN 4 Jombang Mual

Jombang, sinar-berita.com| Aktivitas belajar mengajar di SMPN 4 Jombang. Jawa Timur tergangggu akibat munculnya bau menyengat yang diduga berasal dari limbah cair pengolahan ayam...

Langgar Rambu Lalin, Sopir Truk Diduga Gunakan SIM Palsu

Jombang, sinar-berita.com|Saat melakukan patroli hunting, di jalan Cempaka desa Mojongapit Jombang Jawa Timur, petugas Unit Turjawali Polres Jombang Jawa timur temukan pengemudi truk yang...

PT SGS Jombang Terus Mangkir dalam Sidang Kasus PHK Buruh

Jombang, sinar-berita.com| Perusahaan kayu lapis PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) Kabupaten Jombang  Jawa Timur, kembali tidak hadir  dalam persidangan perkara perselisihan hubungan Industrial  yang...

Puntung Rokok, Diduga Pemicu Kebakaran Rumah di Tembelang Jombang

Jombang, sinar-berita.com| Bangunan rumah milik Supiah warga dusun Kontol kecamatan Tembelang kabupaten Jombang Jawa timur terbakar, Senin (21/9/2026). Kebakaran diduga dipicu puntung rokok mengenai...

Gelar RUPSLB, Ratu Kantongi Restu Pemegang Saham, Perkuat Penambahan Modal

Jakarta, sinar-berita.com|PT. Raharja Energi Cepu Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Selasa (8/9/2026). Acara Rapat yang diselenggarakan memperoleh persetujuan...
- Advertisement -

Latest Articles