Kulonprogo, sinar–berita Bertempat di Lapangan Pemkab Kulonprogo Upacara Peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara Tahun 2024 berlangsung khidmat pada Jumat pagi (1/3/2024). Tema yang diusung pada peringatan tahun ini yakni ”
Mengusung tema, ‘Kedaulatan Yang Beradab Penentu Masa Depan Bangsa, Upacara Peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Bangsa di lapangan Pemkab Kulon Progo berlangsung khidmat, Jumat pagi (1/3/2022).
Upacara yang dipimpin oleh Kapolres Kulonprogo AKBP Nunuk Setiyowati S.IK MH ini, dihadiri Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyampaikan dalam amanat yang dibacakan oleh Inspektur Upacara bahwa, Ketika tanggal 19 Maret 1948 Belanda melancarkan serangan militer secara besar-besaran, untuk kedua kalinya terhadap Republik Indonesia.
Yogyakarta, sebagai ibu kota perjuangan, berhasil diduduki bala tentara Belanda, Triumvirat pimpinan Negara yaitu Bung Karno, Bung Hatta dan Bung Syahrir berdasarkan keputusan kabinet harus tetap tinggal di kota Yogyakarta, yang mengakibatkan mereka ditawan oleh Belanda.
Panglima Besar Jenderal Soedirman, meskipun baru mengalami operasi paru-paru, berdasarkan rencana yang sudah di persiapkan, meninggalkan kota untuk melancarkan perang gerilya.
Pada 1 Maret 1949 tepat jam 06.00, bersamaan dengan sirene tanda berakhirnya jam malam, pasukan TNI menyerang Yogyakarta, yang sebelumnya telah menyusup masuk kota dengan bantuan rakyat, dan mereka mampu bertahan didalam kota selama enam jam.
“Atas kisah perjuangan itulah, Serangan Oemoem 1 Maret 1949 bukan sekadar pertempuran, melainkan menjadi pernyataan politik dengan resonansi internasional. Meskipun pimpinan negara ditawan, Republik Indonesia masih eksis, dimana para pejuangnya terus melawan tirani penjajahan,” ujar Nunuk Setiyowati membancakan.
Dan di era kemerdekaan ini, Tema Peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara Tahun 2024: “Kedaulatan yang Beradab Penentu Masa Depan Bangsa”, merefleksikan sebuah ajakan untuk “gumregah” dan “manunggal nyawiji”, menuju kesebuah tataran, dimana kedaulatan sejati menjadi fondasi bagi kemajuan bangsa.
Peringatan ini juga menjadi penanda, dimana kedaulatan tidak lagi hanya terbatas pada wilayah fisik atau sejarah, melainkan sudah harus merasuk ke denyut kehidupan masyarakat. Dalam tataran ini, Penegakan Kedaulatan Negara menjadi katalis yang menginspirasi kedaulatan rakyat dalam wujud yang lebih luas.
Pertama, Kedaulatan Budaya, dimana kekayaan dan keragaman budaya bangsa menjadi pilar identitas nasional; Kedua, Kedaulatan Sosial, tempat setiap individu dihargai dan dilindungi, memastikan tidak ada yang tertinggal atau dilupakan; Ketiga, Kedaulatan Ekonomi, dimana kesejahteraan dibangun atas dasar keadilan dan kesetaraan, memungkinkan setiap warga negara berkontribusi dan menikmati hasil pembangunan; Keempat, Kedaulatan Politik, yang menjamin kebebasan berpikir berbicara dan berpartisipasi dalam kehidupan berdemokrasi,” lanjutnya.

Dalam visi ini, kedaulatan menjadi praktik harian yang merasuki setiap interaksi dan setiap kebijakan, yang ditujukan untuk memajukan bangsa. Saat ini adalah era dimana masa depan bangsa ditentukan oleh perbuatan nyata, yang lahir dari seberapa dalam kita memahami, menghargai, dan menerapkan kedaulatan, dalam bingkai keberagaman, keadilan,dan kemakmuran.
“Seiring pemaknaan itu, marilah mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, atas anugerah dan petunjuk-Nya, yang telah memungkinkan kita untuk bersatu dalam meresapi perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, berkenan melimpahkan berkah serta rahmat-Nya, agar bangsa ini senantiasa ditunjukkan jalan lurus, dalam memaknai Peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara melalui karya nyata,” tutupnya.
Tampak hadir mengikuti upacara para Pejabat di lingkup Pemkab, DPRD, TNI, Polri dan peserta upacara dari Kodim 0731/KP, Polres Kulon Progo, Sat Radar 215 Congot, Sat Brimob DIY, PNS/ASN, Pelajar SLTA/ Sederajat dan Pramuka. [M. Hazirin]







