Jakarta, sinar–berita.com| Rapat Umum pemegang Saham Tahunan (RUPS) telah menyetujui penggabungan dua perusahaan penyedia layanan telekomunikasi XL Axiata dan Smart Fren, menjadi satu melalui merger tiga perusahaan yaitu PT.XL, Axiata Tbk, Pt. Smart Fren Telecom Tbk, dan Smart Telecom.
Merger ketiganya disetujui dalam Rapat Umum (RUPS-LB) di Hotel JW, Mariot, Selasa (25-/3/25 ).
Dalam konferensi pers, Group Ceo Axiata Vivek Sood mengatakan, optimismenya bahwa kombinasi bisnis akan semakin sehat dengan jumlah total gabungan pelanggan sebesar 94,5 juta orang.
“XL Axiata dan Smart Fren nilai gabungan prasinergi disebutkan disebutkan mencapai US$ 6,5 miliar, dengan nilai sinergi prapajak diperkirakan hingga US$ 300 – 400 juta per tahun,” sebutnya.
Data keuangan itu disebutkan berasal dari laporan tahunan 2023 dengan asumsi kurs Rp16.000 per dolar AS. XL.Axiata dan Smart Fren juga memperkirakan prndapatan proforma mencapai US$ 2,9 miliar atau Rp45,8 triliun.
RUPS-LB, XL Axiata juga menyetujui susunan Direksi dan Komisaris setelah merger. Perusahaan yang baru akan dipimpin Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Rajeev Sethi, eks Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Komisaris Viviek Sood, Komisaris L.Krisnan Cahya, Komisaris Nik.Rizal Kamil, Komisaris Sean Quek, Komisaris David R,Dean. Sedangkan Komisaris Independen Retno Marsudi dan Komisaris Independen Robert Pakpahan.
Smart Fren merupakan perusahaan telekomunikasi, bagian dari Sinar Mas Group . Sementara itu, XL Axiata adalah perusahaan telekomunikasi seluler di Indonesia yang mayoritas sahamnya dimiliki Axiata Invesment Indonesia, anak perusahaan dari Axiata Group. [Maria]







