Jakarta, SINAR-BERITA.com|* Penolakan terhadap pengangkatan secara sepihak sebagai ketua Forum Wartawan Mahkamah Agung Republik Indonesia (FORWAMA-RI) oleh Emil Simatupang Cs pada Sabtu 20 Mei 2023 lalu, kian deras saja. Sepekan setelah pelaksanaan pengukuhan ketua Forwama RI yang dinilai tercela ini, sekitar 50 wartawan melakukan pertemuan terbatas di gedung Media BISKOM Jakarta, Sabtu (27/5/2023). Mereka menyerukan penolakan terhadap pembentukan FORWAMA versi Emi Simatupang yang hanya melibatkan kelompok kecil saja.
Ratusan insan pers yang kerap meliput dilingkungan MA (dan peradilan lainnya), merasa dikelabui oleh pelaksanaan pengukuhan sepihak tanpa melibatkan seluruh wartawan yang berjumlah Hampir 300 orang. Hal ini dinilai sebagai tindakan yang tidak mengindahkan asas demokrasi dan transparansi, serta pelaksanaannya terkesan terburu-buru.
Tak cukup sampai disitu, aksi dilanjutkan dengan kedatangan beberapa perwakilan wartawan lingkungan MA yang dikomandoi Lawrience Lelly, untuk berkirim surat kepada ketua MA Prof HM Syarifuddin, dan menemui Kepala Biro Humas MA Dr Sobandi. Namun akhirnya diwakilkan oleh Kepala Sub Bagian Hubungan Kemasyarakatan Organisasi Profesi Pepy Novriandi S.Kom yang berjanji akan menyampaikan permasalahan ini ke atasannya Dr. Sobandi.
Ditemui oleh beberapa wartawan, usai menghadiri konferensi pers dibilangan Plaza Senayan Rabu (7/6/2023), pemimpin redaksi sinar-berita.com group Richard Aritonang, yang dianggap paling keras menolak pengangkatan sepihak versi Emil itu itu mengungkapkan, ada indikasi ambisi yang tidak baik dalam benak kelompok Emil Cs terhadap perkara tertentu yang bisa saja akan melibatkan hakim tertentu, dengan mengatasnamakan mayoritas wartawan dan menggunakan FORWAMA-RI sebagai bendera.
“Patut diduga, ada niat tertentu yang kelompok itu rencanakan di wilayah tertentu, dan mencoba menjebak oknum hakim untuk terseret. Ini tersirat ketika sekitar 10 orang kami bertemu disalahsatu hotel murah di Jakarta awal Mei 2023 lalu, dimana yang bersangkutan begitu ambisi dan berapi-api menyatakan keinginannya menjadi Ketua Forwama, bahkan menyatakan kesediaannya membuat pernyataan diatas materai untuk menjadi ketua Forwama satu periode saja,”

Richard mengungkap, dirinya dan beberapa orang wartawan termasuk seorang wartawan senior Soegiharto Santoso alias Hoky, dan Jimmy Endey yang sebelumnya ditunjuk oleh Richard menjadi ketua panitia pembentukan FORWAMA-RI, undang oleh Emil bertemu di sebuah tempat dibilangan Cikini Jakarta, sekitar 5 Mei 2023.
Dalam pertemuan itu, lanjut Richard, Emil mengemukakan keinginan dan ambisinya menjadi Ketua FORWAMA satu periode saja, dan mengemukakan kesediaan membuat pernyataan diatas materai untuk menjadi ketua satu periode saja.
“Ketika itu, saya mencium aroma nafsu yang sangat menggebu dari orang tersebut. Barangkali, ada hal tidak baik yang dia ingin lakukan mengatasnamakan insan pers atau dia merasa pesimis akan menang bila pemilihan dilakukan secara demokratis dengan beberapa kandidat. Ketika itu saya menanggapi, harus ada kandidat kendati sebagai ‘boneka’, dan panitia harus kerja keras untuk itu,” ungkap Richard Aritonang.
Ia menegaskan, sesuatu yang dimulai dengan cara yang tidak baik, akan membuahkan hal yang tidak baik pula karena menurutnya, inisiasi pembentukan kepengurusan Forwama itu pertama kali dikemukakan oleh Soegiharto Santoso alias Hoky kepada Ketua MA Professor Syarfifudin dalam sebuah acara akbar MA, Releksi Kinerja MA tahun 2022, pada awal Januari 2023 dan beroleh tanggapan positif dari Syarifuddin ketika itu.
Waktu berikutnya, Hoky juga mengemukakan inisiasi itu kepada kepala Biro Humas MA Dr Sobandi dalam satu kesempatan pertemuan di gedung Utama MA, yang juga beroleh tanggapan positif dari Sobandi dan menyarankan agar pembentukan dilakukan secara demokratis, terbuka dan melibatkan seluruh wartawan yang ada.

“Saya prihatin dengan tindakan tidak sopan yang ‘mengangkangi’ asas demokrasi itu, dan mengimbau seluruh hakim di negeri tercinta ini, tetap bekerja berlandaskan hati nurani, berpihak pada keadilan serta mewaspadai oknum-oknum oportunis mengatasnamakan insan pers,” pungkas Richard Aritonang.
Forum Wartawan Mahkamah Agung Republik Indonesia dideklarasikan oleh Richard Aritonang bersama para jurnalis yang meliput dilingkungan MA pada tahun 2017, yang dihadiri oleh ketua MA Hatta Ali beserta para petinggi MA lainnya di Media Center MA Jakarta. Namun pembentukan kepengurusannya terkesan berjalan ditempat karena kesibukan masing-masing. Dalam kurun waktu itu pula, sebagian wartawan dilingkungan MA sudah mendengar desas-desus adanya oknum wartawan yang mengklaim diri sebagai Ketua FORWAMA-RI, di peradilan-peradilan di daerah.*
Edited By: Tjie H. Susanti







