Rabu, Oktober 14, 2026

Inspektorat DKI Akan Tindaklanjuti Dugaan Pengurangan Volume Betonisasi di Jakarta Utara

Jakarta, SINAR-BERITA.com |* Pembangunan/Peningkatan jalan dan kelengkapannya di Kota Administrasi Jakarta Utara (Fisik Lokasi 1) Kecamatan Cilincing dengan menggelontorkan anggaran Rp. 8.807.551.000 Tahun Anggaran 2023 menuai kritik dari sejumlah masyarakat pakta dilapangan ditenggarai sudah pecah dan retak.

Namun ketika dipertanyakan  kepada Kepala Seksi Jalan dan Jembatan Sudin Bina Marga kota Administrasi  Jakarta Utara Budi Cahyono, tidak meresponnya dan memilih ‘bungkam’.

Demikian pula saat dipertanyakan kepada Kepala Suku Dinas Bina Marga Kota Administrasi Jakarta Utara, terkait dugaan pengurangan volume pada pekerjaan betonisasi (lokasi Fisik 1) oleh PT BMP, yang bersangkutan tidak memberikan tanggapan atas pekerjaan yang nota bene sudah retak dan pecah, yang bersangkutan hanya  menjawab dengan singkat.

“Tanggapan sudah diberikan ke Inspektorat ,” jelas Ilham melalu aplikasi  WhatsApp miliknya, Jumat (14/7/2023).

Diwaktu yang berbeda, sehari sebelumnnya, kepala Inspektorat Provinsi DKI Syaefulloh Hidayat berjanji akan menindaklanjutinya.

“Kebetulan saat ini saya sedang berada di Mekkah.” ujarnya melalui Aplikasi WhatsAppnya miliknya, Kamis.(13/7/2023).

Direktur PT BMP membenarkan dan mengakuinya telah terjadi retak dan pecah di sejumlah titik. Dirinya juga menyatakan rasa terimaksihnya kepada elemen masyarakat yang memberitahukan hal itu.

“Saya sudah perbaiki dilapangan dan kalau belum puas, silakan datang kelapangan sembari  mengirimkan photo dan video saat dilakukan tambal sulam, Terimakasih atas tanggapannya, pak,” ujar Direktur PT BMP lewat pesan singkat Aplikasi  WhatsApp miliknya, Rabu (12/7/2023).

Ketika dipertanyakan sejak kapan  struktur konstruksi ditambal sulam untuk menutupi kebobrokan hasil kerja yang notabene menggunakan uang rakyat, direktur PT BMP tidak menjawabnya dan bahkan tidak menjelaskan faktor  penyebab terjadinya keretakan dan pecah pada obyek kegiatan yang baru saja dilaksanakan.

Termasuk Uji Test Laboratorium, saat  dipertanyakan Rabu (13/7/2023) ke Direktur BMP, apakah benar sudah memiliki hasil uji test laboratorium yang dikeluarkan tim independen sebagai salah satu persyaratan  administrasi dan sebagainya, juga tidak beroleh respon yang baik.

Konon katanya, kegiatan pekerjaan PT.BMP di jalan kampung Beting Semper Barat, jalan Bakti Cilicing (persis didepan kantor Kelurahan Cilincing)  hingga jalan Semangka  dikerjakan oleh sejumlah  pekerja dalam bidang pekerjaan betonisasi rigid  yang  sangat professional di Kelurahan Sukapura Kecamatan Cilincing Kota Administrasi Jakarta.

“Kalau benar dikerjakan oleh sejumlah pekerja yang sangat professional, lantas kenapa terjadi retak dan pecah ?” inikan aneh  ujar Rizki (51) tahun  warga Semper Barat, Kamis (20/7/2023).

Diduga telah terjadi pengurangan volume, dan pakta integritas yang ditanda tangani oleh  Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) termasuk  Direktur PTBMP, hanya diatas kertas semata.

Hasil penelusuran tim awak media di tiga lokasi fisik 1, ditemukan  pekerjaan betonisasi   yang baru saja selesai, sudah terjadi retak dan pecah padahal, belum satupun kendaraan baik roda dua atau empat yang melintas diatasnya.

Termasuk untuk Pekerjaan jalan di jalan Bakti Cilincing, setiap jarak 4 meter, tampak sudah pecah/retak.

Hal yang sama juga dengan di jalan Metros kampung Beting Semper Barat, sudah  terjadi keretakan dan patah struktur  di sejumlah titik termasuk pemasangan  tie bar tampak samping rigid sarat dengan pengurangan  volume.

Diketahui,  tebal cor/rigid 20 cm dengan lebar 310 cm. Patut diduga, penggunaan dowel tiber dilapangan dengan jaraknya 60 cm (bukti photo-Red), mestinya, jarak dowel tiber 30 cm. Penggunaan Tie bar/ potongan baja profil di potong pada lidah alur dengan tujuan untuk mengikat pelat  agar tidak bergerak, termasuk  jarak hingga diameter/ukurannya diduga tidak sesuai aturan.

Belum lagi dengan penggunaan dowel sebagai penyeimbang pelat, perkerasan jalan (Rigid payment), termasuk pemasangan dowel timbul (fix), separoh sisi dowel lainnya dipertanyakan.

Iwan selaku warga setempat megaku heran dan  mengomentari pekerjaan asal jadi itu.

“Mestinya di lumasi dan diberi plastik serta dicat pelumas Grease untuk memberikan ke fleksibelan (move) ditiap tiap sambungan antara segment rigid  (alternatif). pelumas, Grease juga harus menggunakan kondom (PVC). Namun dilapangan, ukuran atau diameter, panjang maupun jaraknya dipertanyakan,” ujar Iwan.

Tidak hanya itu, kata Iwan penggunaan pembesian/Chair Bar  sebagai tempat dudukan batang dowel dan bahkan rakitan anting-anting (sekang) tie bar pengikat dowel terlihat asal jadi. Iwan menjelaskan, fungsi sekang pengikat dowel adalah material penghubung antara dua komponen struktur yang digunakan sebagai penyambung pada perkerasan type rigid.

Iwan menuturkan, dengan hasil kegiatan pekerjaan betonisasi sudah retak dan pecah  tidak tertutup kemungkinan ada unsur pengurangan volume atau ada unsur material  tidak sesuai dengan ketentuan.

“Kalau benar pekerjaan tersebut dilakukan sesuai dengan bill of quantity atau ketentuan, mungkinkah pekerjaan tersebut mengalami retak dan pecah  dan itu memang fakta tidak bisa ditutupi, apakah perencanaanya yang disalahkan ?” sambung iwan.

Iwan menambahkan, Pemprov DKI Jakarta khususnya Kepala Suku Dinas Bina Marga Kota Administrasi Jakarta Utara  Pejabat Pembuat Komitmen berkenan menerima barang rusak.

Seperti dikemukakan seorang warga Cilincing Heru (45), yang ditemui awak dilokasi kegiatan, Sabtu (8/7/2023), yang menyesalkan tidak berfungsinya pengawasan Suku Dinas Bina Marga Kota Administrasi  Jakarta Utara, dan menyayangkan unit terkait,”ucap Heru.

“Kemanakah Konsultan pengawas PT AJP yang berada disaat pekerjaan berlangsung,  dan bagaimana pertanggung jawaban Suku Dinas Bina Marga kota Administrasi Jakarta Utara terkait ‘bobroknya’ pekerjaan yang dikerjakan oleh penyedia barang /jasa, belum serah terima kog sudah retak dan pecah.

Menanggapi hal tersebut, Sekjen LSM Garda  Pemuda Peduli Pembangunan Dan Ekonomi Rakyat (P3ER),  mengaku geram atas kinerja rekanan yang dia nilai tidak profesional melainkan hanya kejar untung.

Dirinya menegaskan dalam waktu dekat ini akan menyurati Inspektorat (APIP)  dan juga  Aparat Penegak Hukum (APH), guna untuk dilakukan evaluasi kembali dan dilakukan pemeriksaan terhadap penggunaan uang rakyat yang bersumber dari APBD.

“Bila perlu tidak usah dibayar !, melihat hasil pekerjaan yang menggunakan uang rakyat, belum serah terima  ternyata sudah pecah. Motto pajak,”Orang Bijak Taat Pajak, Awasi Penggunaannya,” ujarnya  geram.

Diwaktu yang berbeda, Muctar selaku pegiat sosial  media, mengomentari pekerjaan struktur konstruksi betonisasi pekerjaan  jalan  diduga gagal kontruksi yang dilakukan oleh PTBMP.

“Tidak profesional. Termasuk penggunaan bakesting tampak bengkok dan tidak lurus, seperti yang terlihat di jalan Metros kampung Beting Semper Barat dan di jalan Bakti Cilicing, persis didepan kantor Kelurahan Cilincing,” beber Muctar. [Parulian]

RICHARD ARITONANGhttps://www.sinar-berita.com/
sinar-berita.com adalah media publikasi cetak dan online yang juga menggunakan facebook, twitter, instagram

Related Articles

COSMAX Indonesia Raih Sertifikasi AEO dari Dirjen Bea dan Cukai

Jakarta, sinar-berita.com| COSMAX Indonesia memperoleh sertifikasi Authorized Economic Operator (AEO) dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Pencapaian ini menempatkan...

COSMAX Indonesia Hadirkan Enam Poster di IFSCC 2026

Perth, sinar-berita.com| Memperkuat kehadirannya di panggung riset kosmetik global dalam Kongres Ke-36 International Federation of Societies of Cometic Chemists (IFSCC) 2026 yang diselenggarakan di...

PT COSMAX Indonesia Raih Most Immersive Award dan Sustainability Award

Kabupaten Tangerang, sinar-berita.com| Menghadirkan beragam inovasi produk dan konsep kecantikan serta merepresentasikan trend industri kecantikan tahun 2027, COSMAX Indonesia kembali ambil bagian dalam gelaran...

FPMI Datangi Mabes Polri, Desak Kapolri ‘Berantas’ Oknum Yang Coba Bekingi Mafia Gas

Jakarta, sinar-berita.com|Forum Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (FPMI), dipimpin Ketua Umumnya Shella Maulana, hari ini mendatangi Mabes Polri untuk menyampaikan sikap tegas terhadap maraknya mafia...

Aroma Limbah PT JPN Diduga Penyebab Siswa SMPN 4 Jombang Mual

Jombang, sinar-berita.com| Aktivitas belajar mengajar di SMPN 4 Jombang. Jawa Timur tergangggu akibat munculnya bau menyengat yang diduga berasal dari limbah cair pengolahan ayam...

Langgar Rambu Lalin, Sopir Truk Diduga Gunakan SIM Palsu

Jombang, sinar-berita.com|Saat melakukan patroli hunting, di jalan Cempaka desa Mojongapit Jombang Jawa Timur, petugas Unit Turjawali Polres Jombang Jawa timur temukan pengemudi truk yang...

PT SGS Jombang Terus Mangkir dalam Sidang Kasus PHK Buruh

Jombang, sinar-berita.com| Perusahaan kayu lapis PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) Kabupaten Jombang  Jawa Timur, kembali tidak hadir  dalam persidangan perkara perselisihan hubungan Industrial  yang...

Puntung Rokok, Diduga Pemicu Kebakaran Rumah di Tembelang Jombang

Jombang, sinar-berita.com| Bangunan rumah milik Supiah warga dusun Kontol kecamatan Tembelang kabupaten Jombang Jawa timur terbakar, Senin (21/9/2026). Kebakaran diduga dipicu puntung rokok mengenai...

Gelar RUPSLB, Ratu Kantongi Restu Pemegang Saham, Perkuat Penambahan Modal

Jakarta, sinar-berita.com|PT. Raharja Energi Cepu Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Selasa (8/9/2026). Acara Rapat yang diselenggarakan memperoleh persetujuan...
- Advertisement -

Latest Articles