Kamis, Oktober 15, 2026

Kediri dan Wonogiri, Kota dan Kabupaten Paling Berkelanjutan Versi UI Greencitymetric Ranking 2023

Depok, SINAR-BERITA. com |* Kota Kediri dan kabupaten Wonogiri terpilih sebagai Kota dan Kabupaten paling berkelanjutan versi UI Green Metric Ranking 2023.Pengumuman dan penyematan Anugerah ini dilaksanakan di Balai sidang Universitas Indonesia (UI) Kampus Depok, Selasa (1/8/2023).

Dari 58 kota/kabupaten yang mengikuti pemeringkatan ini, 10 kota dinobatkan sebagai Kota Paling Berkelanjutan di Indonesia dan tiga kabupaten disebut sebagai Kabupaten paling Berkelanjutan di Indonesia.

Sepuluh kota paling berkelanjutan di Indonesia berturut-turut dari peringkat teratas adalah, Kota Kediri Jawa Timur, Kota Surabaya Jawa Timur, Kota Madiun Jawa Timur, Kota Blitar Jawa Timur, Kota Pariaman Sumatera Barat, Kota Semarang Jawa Tengah, Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan, Kota Pasuruan Jawa Timur, Kota Padang  Sumatera Barat, dan Kota Mojokerto Jawa Timur.

Adapun tiga kabupaten paling berkelanjutan di Indonesia secara berurutan yaitu, Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah, Kabupaten Badung Bali, dan Kabupaten Sragen Jawa Tengah.

Ketua UI GreenMetric Prof Dr Ir. Riri Fitri Sari MM M.Sc

Pemeringkatan kota/kabupaten pertama di Indonesia ini didasarkan pada tiga pilar yakni, Lingkungan Hidup, Ekonomi, dan Sosial-Budaya. Sedangakan bobot indikator untuk penilaian mencakup beberapa aspek antara lain, Penataan Ruang dan Infrastruktur (16%), Energi dan Perubahan Iklim (19%), Tata Kelola Sampah dan Limbah (19%), Tata Kelola Air (15%), Akses dan Mobilitas (16%), serta Tata Pamong/Governance (15%).

Ketua UI GreenMetric Prof. Dr. Ir. Riri Fitri Sari MM M.Sc menyebut, perkembangan di bidang keberlanjutan tidak hanya penting bagi institusi pendidikan seperti universitas, tetapi juga bagi area yang lebih luas seperti kota dan kabupaten. Oleh karena itu, UI GreenMetric sebagai pemeringkatan universitas di bidang keberlanjutan, melakukan inovasi serta penyesuaian indikator agar penilaian terkait keberlanjutan dapat dilakukan bagi kota/kabupaten di Indonesia melalui UI GreenCityMetric.

Menurut Prof. Riri, UI GreenCityMetric dapat menjadi platform untuk melihat isu-isu keberlanjutan yang ada di kota/kabupaten di Indonesia. Isu-isu keberlanjutan ini diharapkan dapat mulai diperhatikan oleh pemerintah daerah dan pusat. Hal ini menandakan partisipasi yang semakin luas dalam upaya mencapai keberlanjutan.

“Melalui UI GreenCityMetric, UI berharap dapat memberi kesadaran dan pemahaman tentang isu-isu Sustainable Development Goals (SDGs) di kalangan pemerintah daerah serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mencapai pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal,” ujar Prof. Riri yang juga merupakan Guru Besar Fakultas Teknik UI dengan kepakaran teknologi informasi.

Selain menobatkan kota/kabupaten paling berkelanjutan, UI GreenMetric juga memberikan penghargaan kepada Kota Jambi sebagai Kota dengan Peningkatan Kinerja Keberlanjutan Terbaik, Kota Medan Sumatera Utara sebagai Kota Peserta Baru Terbaik dalam Upaya Keberlanjutan.

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UI drg. Nurtami P.hD Sp OF (K)

Sementara itu, untuk masing-masing indikator penilaian, beberapa kota meraih nilai terbaik adalah, Kota Semarang Jawa Tengah sebagai kota paling berkelanjutan dalam bidang penataan ruang dan infrastruktur, Kota Blitar Jawa Timur sebagai kota terbaik dalam bidang energi dan perubahan iklim, Kota Madiun Jawa Timur terbaik dalam bidang tata kelola limbah, Kota Surabaya Jawa Timur terbaik atas upayanya dalam tata kelola air, Kota Kediri Jawa Timur mendapatkan prestasi dalam bidang akses dan mobilitas, serta Kota Surabaya Jawa Timur sebagai kota paling berkelanjutan dalam bidang tata pamong/governance.

Atas capaian kota/kabupaten tersebut, Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UI drg. Nurtami Ph.D Sp OF(K) memberi apresiasi kepada kota/kabupaten di Indonesia yang telah berperan aktif dalam mewujudkan daerahnya sebagai wilayah yang lestari dan berkelanjutan sesuai dengan kriteria dan indikator UI GreenCityMetric.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis untuk mendukung kota/kabupaten mencapai keberlanjutan. Perguruan tinggi dapat berkolaborasi dengan pemerintah daerah merancang dan mengimplementasikan program pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang isu-isu SDGs.

“Perguruan tinggi dapat berperan untuk mengembangkan kapasitas sumber daya manusia di kota/kabupaten dengan menyediakan pelatihan dan pendidikan yang relevan dalam menghadapi perubahan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Nurtami.

Ia melanjutkan, keterkaitan antara perguruan tinggi dan kota/kabupaten dalam bidang keberlanjutan dapat berfungsi sebagai sinergi untuk mencapai pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Kementerian Dalam Negeri, Republik Indonesia (RI), Dr. Safrizal ZA M.Si menyatakan apresiasinya atas kinerja dari UI GreenMetric yang telah melakukan penilaian berdasarkan indikator yang dapat diterapkan bagi kota/kabupaten di Indonesia. Ia berharap hal ini bisa dikembangkan hingga ke level ASEAN, Asia, dan internasional.

“Saya ucapkan selamat kepada peraih peringkat-peringkat terbaik. Lima puluh delapan kota/kabupaten yang mengikuti pemeringkatan ini adalah mereka yang memiliki kinerja dan perhatian terhadap data, karena saya tahu data yang dinilai oleh UI GreenMetric ini sangat detail. Oleh karena itu, saya mengapresiasi semua upaya yang telah dilakukan oleh kepala daerah bersama tim. Semoga ke depannya para akademisi, pemerintah pusat, local government, dan multilayer dapat bersinergi untuk meraih cita-cita bersama,” kata Dr. Safrizal.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri RI Dr Safrizal ZA M.Si

Terkait pelaksanaan UI GreenMetric, Kepala Sekretariat Nasional SDGs, Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas RI Dr. Vivi Yulaswati M.Sc menilai, upaya yang dilakukan UI ini akan menambah kekayaan Indonesia dalam hal data SDGs, khususnya pada aspek-aspek output.

“Saya berharap melalui UI GreenCityMetric 2023, seluruh kota/kabupaten di Indonesia nantinya

terinspirasi dan termotivasi untuk membangun wilayahnya lebih hijau, bisa menjaga keseimbangan antara daya dukung sumber daya alam dan daya tampung lingkungan hidupnya, serta terus meningkatkan kualitas hidup dari masyarakatnya,” ujarnya.

Pengumuman UI GreenCityMetric 2023 ini turut dihadiri dan disaksikan oleh Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI, Prof. Ir. Nizam M.Sc DIC Ph.D, Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Ir. Laksmi Dhewanthi M.A serta para walikota, bupati, wakil walikota, wakil bupati, dan perwakilan pemerintah daerah. [Shanty Rd]

RICHARD ARITONANGhttps://www.sinar-berita.com/
sinar-berita.com adalah media publikasi cetak dan online yang juga menggunakan facebook, twitter, instagram

Related Articles

COSMAX Indonesia Raih Sertifikasi AEO dari Dirjen Bea dan Cukai

Jakarta, sinar-berita.com| COSMAX Indonesia memperoleh sertifikasi Authorized Economic Operator (AEO) dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Pencapaian ini menempatkan...

COSMAX Indonesia Hadirkan Enam Poster di IFSCC 2026

Perth, sinar-berita.com| Memperkuat kehadirannya di panggung riset kosmetik global dalam Kongres Ke-36 International Federation of Societies of Cometic Chemists (IFSCC) 2026 yang diselenggarakan di...

PT COSMAX Indonesia Raih Most Immersive Award dan Sustainability Award

Kabupaten Tangerang, sinar-berita.com| Menghadirkan beragam inovasi produk dan konsep kecantikan serta merepresentasikan trend industri kecantikan tahun 2027, COSMAX Indonesia kembali ambil bagian dalam gelaran...

FPMI Datangi Mabes Polri, Desak Kapolri ‘Berantas’ Oknum Yang Coba Bekingi Mafia Gas

Jakarta, sinar-berita.com|Forum Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (FPMI), dipimpin Ketua Umumnya Shella Maulana, hari ini mendatangi Mabes Polri untuk menyampaikan sikap tegas terhadap maraknya mafia...

Aroma Limbah PT JPN Diduga Penyebab Siswa SMPN 4 Jombang Mual

Jombang, sinar-berita.com| Aktivitas belajar mengajar di SMPN 4 Jombang. Jawa Timur tergangggu akibat munculnya bau menyengat yang diduga berasal dari limbah cair pengolahan ayam...

Langgar Rambu Lalin, Sopir Truk Diduga Gunakan SIM Palsu

Jombang, sinar-berita.com|Saat melakukan patroli hunting, di jalan Cempaka desa Mojongapit Jombang Jawa Timur, petugas Unit Turjawali Polres Jombang Jawa timur temukan pengemudi truk yang...

PT SGS Jombang Terus Mangkir dalam Sidang Kasus PHK Buruh

Jombang, sinar-berita.com| Perusahaan kayu lapis PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) Kabupaten Jombang  Jawa Timur, kembali tidak hadir  dalam persidangan perkara perselisihan hubungan Industrial  yang...

Puntung Rokok, Diduga Pemicu Kebakaran Rumah di Tembelang Jombang

Jombang, sinar-berita.com| Bangunan rumah milik Supiah warga dusun Kontol kecamatan Tembelang kabupaten Jombang Jawa timur terbakar, Senin (21/9/2026). Kebakaran diduga dipicu puntung rokok mengenai...

Gelar RUPSLB, Ratu Kantongi Restu Pemegang Saham, Perkuat Penambahan Modal

Jakarta, sinar-berita.com|PT. Raharja Energi Cepu Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Selasa (8/9/2026). Acara Rapat yang diselenggarakan memperoleh persetujuan...
- Advertisement -

Latest Articles