Jakarta, SINAR–BERITA.com |Kegiatan pemasangan u-ditch di Jalan Raya Matraman Raya Jakarta Timur terkesan ‘asal jadi’ dan tidak sesuai dengan bill of quantity serta sarat pengurangan volume yang menimbulkan kerugian negara.
Lemahnya pengawasan dari Dinas Bina Marga DKI Jakarta dalam proyek pekerjaan vital ini, menimbulkan pertanyaan tiadanya andil konsultan pengawasnya, padahal tupoksi konsultan pengawas berada didalam perencanaan dan juga sebagai pengawasan.
“Sejauh mana andil konsultan terkait pekerjaan yang dilaksanakan penyedia jasa/barang yang nota Bene tidak mencantumkan papan nama proyek dilapangan,” ujar Rico.
Lebih lanjut kata Rico, terkait pemasangan u-ditch tidak bisa terlaksana dengan baik bila perencanaannya tidak baik dan sebaliknya hasil pekerjaan tidak akan bermutu bila pengawasan tidak dilakukan dengan baik.
Hasil penelusuran dilokasi, tidak ditemukan papan proyek (banner) sebagai informasi, dan merujuk spesifikas etalase e-katalog LKPP mestinya menggunakan lantai kerja namun yang terjadi dilapangan ternyata tidak menggunakan lantai kerja.
Pekerjaan pemasangan u-ditch (shop drawing) mestinya menggunakan patok tengah bouwplank elevasinya, untuk penggalian tanah dengan menggunakan alat berat seperti backhoe atau excavator.
Diduga, kegiatan pemasangan u-ditch yang dianggarkan Dinas Bina Marga di lokasi tersebut tidak wajar dan tidak sesuai dengan aturan (spek/bill of quantity) karena, Pelaksanaan pekerjaan tersebut tidak menggunakan lantai kerja dan bahkan airnya tidak dikuras terlebih dahulu, juga tidak dilakukannya pengurugan dengan Pasir Urug darat T=5 cm, melainkan langsung dipasang u-ditchnya, yang akhirnya menimbulkan dasar yang tidak rata dan bergelombang.
Pekerjaab jugaidak menggunakan (adukan semen T= 5 cm) kualitas mutu beton standar K-125 atau bisa juga dinamakan dengan istilah BO, namun langsung dipasang u-ditch nya.
Demikian juga prosesbpemasangan saluran u-ditch, dilakukan setelah proses cor lantai kerja minimal sehari sesudahnya dengan target pemasangan untuk tiap harinya rata-rata sekitar enam buah u-ditch atau sekitar panjang tujuh meter.
Kejanggalan lainnya, tidak ditemukan penggunaan cover u ditch, yang bertujuan agar tidak bergeser ke bagian kiri ataupun kebagian kanan oleh desakan tanah setelah pengurugan.
Menanggapi hal tersebut, Hendra warga setempat menyatakab rasa tidak mengertinya atas kinerja rekanan yang terkesan asal jadi dan menampakkan nat u-ditch tidak saling mengunci serta menampalkan celah maupun rongga.
Tidak hanya itu, rongga antara u-ditch dengan dinding saluran, terlihat menggunakan puing bekas galian dan aspal bekas saluran.
“Yang terjadi dilapangan diduga tidak dilakukan penandaan elevasi galian tanah pada media patok, agar posisi galian tidak berubah melainkan asal jadi, tampak sejumlah pemasangan u-ditch tidak rata dan nak tidak saling mengunci,” tutup Hendra.
Ketua LSM Gerakan Cinta Indonesia ( LSM- GRACIA), Hisar Sihotang angkat bicara terkait bobroknya mental pejabat saat ini.
“Padahal, sudah di gaji dan bahkan diberikan tunjangan Kinerja (Tukin), tapi apa yang kita lihat.justru yang terjadi sebaliknya,” tegas Hisar.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Heru Suwondo belum memberikan tanggapannya, kendati sudah dihubungi lewat aplikasi WhatsApp miliknya, Selasa.(6/9/2023).[Parulian/Tim]







