JAKARTA, SINAR-BERITA.COM – Satu dari empat tersangka penipuan Robotrading Viral Blast yang membuat member merugi hingga Rp 1.2 trilliun, masih terus diburu Bareskrim Polri. Diyakini, buron yang berinisial PW itu.masih ada di Indonesia.
“Kalau kita meyakini ada disini, di Indonesia. Namun yang bersangkutan enggan menyerahkan diri sekalipun.sudah ditetapkan sebagai tersangka, sehingga polisi melakukan langkah yang bisa menjaring tersangkan agar lebih cepat ditemukan.” ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko kepada wartawan, Sabtu (2/4/22 ) di Mabes Polri.
Gatot menjelaskan pihaknya juga menyebar foto DPO PW. Foto itu disebar dibeberapa jajaran Polda.
“Sudah, sudah jadi foto DPO nya. Sudah kami sebar dibeberapa Polda untuk mengetahui keberadaan yang bersangkutan. ” tuturnya.
Selain menyebar foto DPO, Gatot mengatakan Polisi juga berkoordinasi dengan beberapa pihak untuk mencekal PW. Hal itu dilakukan untuk mencegah PW melarikan diri ke luar Negeri.
Diberitaukan sebelumnya, Direktorat tindak Pidana Ekonomi Khusus ( Dititipdeksus ) Bareskrim Polri mengungkap kasus penipuan Robot Trading bernama VIRAL BLAST yang merugikan membernya hingga Rp.1,2 trilliun, Dalam kasus ini polisi menetapkan empat tersangka, dimana tiga tersangka sudah ditangkap dan ditahan yakni RPW, ZHP, dan MU. Sedangkan satu orang yakni PW masih diburu.
PW masih diburu Bareskrim, kini sudah masuk daftar pencarian orang (DPO). Sementara sampai saat ini, terkait pengusutan kasus investasi bodong Robotrading Viralblast, tercatat, pihak kepolisian telah menyita sebanyak Rp90,2 Milliar dari hasil pemblokiran rekening. [maria]







