Cikarang, sinar–berita.com|Dekarbonisasi adalah salah satu dari beberapa komitmen keberlanjutan dalam program ‘L’Oréal for the Future. Pada tahun 2023, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk menghilangkan penggunaan gas di pabriknya, L’Oréal Indonesia mulai mengadopsi teknologi inovatif untuk menggantikan bahan bakar tradisional yang menghasilkan emisi karbon seperti biomassa, gas, atau minyak bumi.
Direktur Pabrik L’Oréal Indonesia Hassan Asif menyatakan di Cikarang Bekasi Jawa Barat, Jumat (8/3/2024), L’Oreal telah mengadopsi pendekatan dua arah untuk membatasi jejak karbon, mengurangi emisi dari lokasi industri dengan meningkatkan pengadaan energi terbarukan secara lokal, dan meningkatkan efisiensi energi yang selaras dengan Greenhouse Gas (GHG) Protocol.
Ia memaparkan, pihaknya telah mengoptimalkan penggunaan air di seluruh operasi pabrik, sebagai bagian dari perjalanan produksi L’Oreal menjadi pabrik Waterloop pada tahun 2026, dan turut melindungi keanekaragaman hayati di sekitar pabrik, yang memiliki area hijau sebesar 37%, dengan merangkul solusi inovatif, mengambil langkah proaktif dalam mengurangi dampak operasional terhadap lingkungan global.

Hassan Asif melanjutkan, L’Oréal juga berkomitmen memberikan kontribusi positif kepada masyarakat Indonesia disamping aktivitas bisnisnya. Hal ini tercermin melalui program-program perusahaan seperti L’Oréal-UNESCO For Women in Science dan L’Oréal Beauty for a Better Life, yang menyediakan pendanaan untuk perempuan peneliti dan menyediakan program pelatihan kecantikan intensif gratis, untuk memberdayakan perempuan yang menghadapi hambatan sosio-ekonomi.
“Kami percaya, ini adalah satu-satunya cara untuk memastikan aktivitas kami menghormati Batasan-batasan Planet dan target berbasis sains,” ungkapnya.
Dalam mengatasi berbagai tantangan sosial, Hassan Asif memaparkan, berbagai merek perusahaan L’Oreal turut mengambil peran aktif seperti, L’Oréal Paris StandUp Against Street Harassment, dan program kesadaran kesehatan mental, Maybelline Brave Together.
“Melalui berbagai program sosial kemasyarakatan ini, kami (L’Oreal) telah memberdayakan lebih dari 800.000 penerima manfaat di seluruh Indonesia. Pencapaian yang kita rayakan hari ini tak luput dari dukungan seluruh pemangku kepentingan kami termasuk pemerintah, mitra bisnis dan seluruh karyawan kami,” pungkasnya.
Ia menjelaskan, pemasangan boiler listrik dipilih dengan cermat melalui studi mendalam yang dilakukan oleh konsultan keberlanjutan terkemuka, yaitu ENGIE Impact, Tractabel Engineering dan ERM (Environmental Resources Management).

Direktur Solusi Berkelanjutan ENGIE Impact Ivan Li menyatakan, pihaknya melakukan studi mendalam mengidentifikasi strategi, termasuk penerapan langkah-langkah efisiensi energi yang cepat dan beralih dari boiler gas ke boiler listrik, menggunakan listrik ramah lingkungan untuk mencapai tujuan 100% energi terbarukan untuk L’Oréal Indonesia Plant.
“Keberhasilan penerapan langkah-langkah ini merupakan bukti dari peta jalan tingkat investasi yang telah ditetapkan sejak awal dan komitmen bersama antara organisasi kami untuk mempercepat upaya dekarbonisasi,” terangnya.
Edited By: Richard Arto







