Cianjur, sinar–berita|Konsisten berjalan selama enam tahun, P&G bersama Save the Children berbagi pandangan serta pembelajaran terkait perkembangan implementasi program di sekolah-sekolah binaan WSE, kali ini, PG dan Save the Children juga mempertegas komitmennya untuk memperkuat program di fase berikutnya.
Sejak 2018 hingga akhir tahun 2023, program WSE telah berhasil memberdayakan sebanyak 26.998 anak, 1.874 guru, dan 2.990 orang tua. Namun, pencapaian ini dinilai tidak terbatas pada lingkup sekolah saja, melainkan, harus juga melibatkan komunitas secara luas dan telah mencakup 11 desa dengan melibatkan 551 tokoh masyarakat, 77 staf pemerintah serta berhasil membentuk 11 Forum Anak di bawah bimbingan WSE.
Melihat dampak positif yang dihasilkan, pemerintah lokal pun mengambil inisiatif untuk merepikasi dan mempromosian modui WSE ke lebih banyak sekolah, yaitu mencakup 20 sekolah di Cianjur dan 30 sekolah di Kabupaten Bandung.
Presiden Direktur P&G Indonesia Saranathan Ramaswamy menyatakan, sejak tahun 2018, generasi muda Kabupaten Bandung dan Cianjur, menjadi perhatian P&G dan Save the Children lewat program We See Egual.
“Kami terus berupaya membentuk lingkungan yang setara, positif gender, dan aman bagi mereka, sehingga dapat tumbuh dan berkembang untuk meraih kehidupan yang lebih berkualitas.
Ia menambahkan, tahun ini, pihaknya telah berhasil memberikan pemberdayaan edukasi terhadap masyarakat, melalui program WSE kepada sejumlah anak, guru, dan orang tua.
“Lebih dari itu, kami juga melibatkan elemen masyarakat yang lebih luas dan memfasilitasi sejumlah Forum Anak dibawah bimbingan WSE.
Saranathan juga mengungkapkan rasa syukurnya atas apresiasi dan dukungan pemerintah terhadap dampak positif Program We See Egual dengan memperluas program ini ke 50 sekolah di Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bandung.

“Kolaborasi antara P&G Save The Children dan pemerintah, menunjukkan kekuatan dari aksi kolektif, dan ini merupakan bukti dari apa yang bisa kita capai ketika bekerja bersama untuk menciptakan dunia yang lebih baik bagi anak-anak kita,” imbuhnya.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur Helmi Halimudin memaparkan, melalui perjalanan program We See Egual di Kabupaten Cianjur, melahirkan inisiasi pemerintah setempat untuk mereplikasi modul WSE di Kabupaten Cianjur sebanyak 20 sekolah dan 30 sekolah di Kabupaten Bandun
“Semoga kesuksesan Ini menjadi titik terang pembentukan Perusahaan-perusahaan lain untuk memberikan perhatian khusus lingkungan yang aman, positif gender, dan setara bagi anak-anak. Dengan langkah ini kita bersama-sama membangun fondasi yang kuat untuk masa depan yang lebih baik, dimana setiap anak dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang setara dan aman,” ungkapnya.
Helmi meniali, pencapaian lainnya dari program WSE adalah memberi dukungan kepada para pemimpin desa dalam membentuk Forum Anak Desa, sebuah wadah yang memampukan anak-anak di desa menyuarakan kebutuhan dan ide-ide mereka, terutama yang berkaitan dengan kesejahteraan mereka.
Pada kesempatan yang sama, Plt CEO Save the Children Dessy Kurwiany Ukar mengatakan, kemitraan strategis antara Save the Children dengan P&G telah berjalan sejak lima tahun terakhir. Save the Children bangga menjadi bagian dari program P&G We See Equal yang telah menunjukkan perubahan yang signifikan, khususnya di Kabupaten Bandung dan Cianjur.
“Kemitraan ini tentunya sangat berdampak positif terhadap perubahan hidup anak Jawa Barat dan kami berharap, dampak positif dari program ini bisa diterapkan di sekolah-sekolah lain di sekitarnya,” tuturnya.

Momen Membanggakan
Momen membanggakan lainnya dalam program ini ketika P&G mendukung Hasna, seorang siswa Indonesia binaan WSE untuk menjadi salah satu delegasi pada Konferensi Women Deliver 2023 yang diselenggarakan di Rwanda pada 15-20 Juli tahun 2023, yang dihadiri 6.300 peserta secara langsung dan lebih dari 200.000 peserta secara virtual dari berbagai Negara, dimana pada kesempatan itu, Hasna berbagi pembelajaran dan dampak selama keterlibatannya di WSE.
“Saya bangga menjadi pembicara yang mewakili Indonesia yang menyuarakan kesetaraan di Konferensi Women Deliver di Rwanda pada Juli 2023. Menurut saya program We See Equal ini memberikan dampak positif, terutama terkait mendorong pentingnya kesetaraan peluang untuk berkembang bagi anak perempuan dan laki-laki,” tutur Hasna dalam keterangannya.
Siswi binaan WSE ini mengungkapkan harapannya kedepan, dapat terus menyuarakan nilai-nilai ini kepada anak-anak lainnya, sadar akan pentingnya lingkungan yang setara, positif gender, dan aman di masyarakat.
Kepala Sekolah di salahsatu SMP di Cianjur Tono Hartono mengungkapkan, sejak adanya program We See Equal, ia melihat banyak perubahan positif pada para siswa disekolahnya yang kian memahami pentingnya kesetaraan gender, dan aktif dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, dan dipenuhi dengan nilai-nilai kesetaraan untuk setiap anak.

“Kami merasakan, semua warga sekolah semakin paham tentang pentingnya untuk tidak saling melakukan perundungan kepada siapa pun, penerapan edukasi dari program ini, tidak hanya memperkaya pengalaman siswa, tetapi juga memberikan, wawasan baru kepada orang tua dan guru,” akunya. [Shanty Rd]







