JAKARTA, SINAR-BERITA.COM – Berbeda dengan peringatan hari buruh Internasional 1 Mei atau sering disebut ‘May Day’, yang biasanya dihiasi aksi-aksi unjukrasa menyampaikan berbagai tuntutan, kali ini KSPSI melakukannya dengan Bakti Sosial seperti menanam Mangrove, dan memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu, dan anak – anak kurang mampu.
Kegiatan tersebut dilakukan diberbagai provinsi oleh dewan pimpinan Daerah (DPP) KSPSI.
“Peringatan hari buruh Internasional, berdekatan dengan hari lebaran kali ini, kita lakukan dengan bakti sosial. Di Bali, bakti sosial dilakukan dengan menanam mangrove, di Sulawesi selatan , Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan sebagainya, may day diperingati dengan melakukan berbagi santunan kepada kelompok masyarakat kurang mampu.” Ujar ketua umum DPP KSPSI Jumhur Hidayat, disela kegiatan pemberian santunan di Pesantren Al Maunnah Depok, Minggu (1/5/2022).
Disamping memberi santunan, KSPSI juga secara khusus minta di doakan oleh anak-anak yatim piatu dan kurang mampu, mengingat doa dari anak-anak yatim diyakini makbul.
“Doa dari anak-anak yatim itu dapat membuka pintu-pintu langit, sehingga bisa sampai dan dikabulkan Allah SWT, Tuhan yang maha kuasa. Karena itu, KSPSI juga minta didoakan agar perjuangan panjang KSPSI menuntut pemerintah dan DPR menghapus UU Omnibus Law Cipta Kerja dikabulkan.” tegas Jamhur optimis.
Menurut Jamhur, perjuangan melalui aksi-aksi unjukrasa tetap akan dilakukan termasuk secara besar-besaran pasca lebaran diseluruh Tanah Air.
KSPSI meyakini bahwa hanya dengan perjuangan yang tiada mengenal lelah dan doa itulah yang akan mengantar kemenangan bagi KSPSI.
Seperti diketahui hampir semua pekerja baik itu yang berserikat maupun yang tidak, menolak keberadaan UU Cipta Kerja karena telah ‘membonsai’ kesejahteraan kaum buruh atau pekerja secara signifikan, dimana harusnya UU Cipta Kerja tidak boleh diberlakukan karena sudah dinyatakan Mahkamah Konstitusi sebagai UU yang bertentangan dengan konstitusi UUD 1945.[Maria]







