Jakarta, SINAR-BERITA.com|* Tahun 2023 merupakan tahun yang penuh teka teki, dimana Presiden Jokowi menjelaskan bahwa Tahun 2023 adalah Tahun Resesi Ekonomi. Banyak hal mengalami pasang surut, bahkan di luar dugaan, adanya berita marketplace yang menutup layanannya di awal tahun, membuat para pebisnis mulai ketar-ketir dengan keberlangsungan bisnis online mereka.
Media sosial pun tidak luput terkena imbasnya. Media sosial tersebut ada masanya. Saat ini pasar media sosial dikuasai oleh TikTok yang telah mencapai angka 1 miliar pengguna aktif per bulan di tahun 2022.
Di Indonesia TikTok termasuk empat kategori platform terbesar media sosial yang bernaung di perusahaan yaang sama, yakni WhatsApp, Instagram dan Facebook dengan presentase 63,1 persen berdasarkan report We Are Social dan Kepios pada tahun 2022.
Youtube justru Berbanding terbalik dengan TikTok, pendapatannya turun drastis. Hal ini berdasarkan laporan keuangan kuartal 4 tahun 2022. Pendapatan iklan Youtube turun sebesar 7,8 persen dibandingkan kuartal 4 tahun 2021.

Tidak Aman Hanya Menggunakan Satu Channel
Ade Syah Lubis, CEO Niagahoster Ade Syah Lubis mengatakan Selasa (7/2/2023) lalu, media sosial mengalami naik turun dan popularitasnya berpindah-pindah dari satu platform ke platform yang lain. Jangan hanya memanfaatkan satu platform, dapat membahayakan bagi perkembangan bisnis. Media sosial menurut Ade, dapat menghemat biaya pengeluaran dalam memposting maupun berkomunikasi dalam menjual produk ataupun berkomunikasi langsung dengan penggunanya.
Dilansir dari blog Niagahoster, social media marketing akan lebih baik jika dijadikan sebagai jembatan bagi trafik baru ke website bisnis. Pebisnis dapat memasukkan URL website pada deskripsi, sehingga calon pelanggan yang tertarik akan langsung mengunjungi website bisnis tersebut.
Media sosial memiliki berbagai kelebihan untuk menampilkan produk dan brand, maupun portofolio pada banyak orang. Namun, tampilan media sosial tidak bisa dimodifikasi untuk menunjukkan karakter dan keunikan dari tiap brand. Padahal, keunikan tersebut yang akan menarik perhatian calon pelanggan.
“Memiliki website berarti memiliki rumah sendiri yang bisa dibangun dan diatur sesuai dengan karakter dan keunikan brand atau personal. Ide-ide bisnis yang semakin menarik saat ini bisa dengan mudah diterjemahkan ke dalam desain website profesional seunik mungkin,” lanjut Ade.

Dengan memanfaatkan website dan desain yang unik dan menarik, brand lokal pun dapat meyakinkan calon pembeli bahwa produknya tidak kalah dengan produk lain, bahkan produk luar sekalipun. Memadukan website bisnis yang menarik dengan social media marketing adalah cara ideal untuk branding bisnis yang baik.
Brand-brand Indonesia memiliki potensi besar untuk menguasai pasar global. Dengan dukungan pemerintah dan edukasi yang diberikan oleh pihak-pihak swasta serta kemauan yang tinggi, brand Indonesia akan bisa menyaingi brand luar negeri dengan mudah.[Shanty Rd]







