Jakarta, SINAR-BERITA.com|* Pemerintah akan mengusut tuntas skandal impor sepatu bekas ilegal hasil donasi masyarakat Singapura. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut maraknya impor sepatu bekas ilegal menghambat pertumbuhan subsektor alas kaki.
Berdasarkan video hasil investigasi media di Singapura, terungkap sepatu bekas yang harusnya didonasikan justru dijual di pasar loak Indonesia. Agus menegaskan praktek tersebut harus dihentikan karena merugikan industri alas kaki dalam negeri.
“Sepatu bekas dari negara Singapura yang disumbangkan pemiliknya untuk proyek sustainability, ternyata berakhir dipasar loak Indonesia. Praktek impor ilegal sepatu bekas harus dihentikan karena berdampak buruk bagi industri alas kaki dalam negeri,” kata Agus dalam keterangan tertulisnya, Selasa ( 7/3/2023 ) di Jakarta.

Video yang dimaksud oleh Agus menyebutkan bahwa semula masyarakat Singapura mendonasikan sepatu olah raga bekas pakai mereka melalui boks-boks ditempat umum. Dikatakan bahwa sepatu-sepatu tersebut akan didaur ulang menjadi alas taman bermain dan trek lari.
Seorang Jurnalis memasang alat pelacak dibeberapa sepatu yang disumbangkan, namun hasil pelacakanya menunjukan bahwa sepatu-sepatu tersebut dijual di pusat-pusat penjualan sepatu bekas di Batam dan Jakarta.
“Kejadian ini menunjukan bahwa impor ilegal sepatu bekas dilakukan secara teroganisasi dan menyalah gunakan proyek sosial,” ujar Agus.
Selanjutnya Agus menjelaskan, Kemenperin telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian terkait masalah impor ilegal dan peningkatan pengawasan barang impor sampai kepelabuhan terkecil.
Kemenperin juga mengusulkan pemberian insentif bea masuk ditangungg pemerintah (BMDTP) terhadap impor bahan baku dan bahan penolong bagi produk alas kaki merek lokal. Selain itu, bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) alas kaki.

Kemenperin terus mendongkrak program pengembangan produk yang didalamnya terdapat pengembangan teknologi serta program akses pasar promosi pemasaran bagi IKM alas kaki berorentasi ekspor. Kemenperin melalui balai (BPIPI) juga mempertemukan pelaku industri besar dengan IKM alas kaki, untuk bermitra dan berkolaborasi, sehingga dapat mengisi pasar potensial.[Maria]







