Jakarta, sinar–berita|Reformasi telah berakhir di tahun 2024. Sudah tidak sesuai atau tidak mampu menjawab momentum, kebutuhan, persoalan dan tantangan Indonesia ke depan. Sebuah perubahan sangat revolusioner. Indonesia ditengah gulungan ombak lautan, apakah mampu jadi batu karang yang tangguh?
Semua itu ada dipundak presiden RI Ke-8, karena situasi dan keadaan ini membutuhkan sosok pemimpin nasional yang ikhlas, inspiring, strong character dan risk taker atau pemimpin yang ikhlas, kstaria, sejati dan selalu ditengah diantara gulungan ombak lautan baik di dalam negeri maupun global.
Hal itu dikemukakan oleh Ali Mahsun ATMO, M. Biomed, pria putra pelosok kampung Mojokerto Jawa Timur, Minggu (21/4/2024). Ia mengatakan, sosok pria ksatria itu ada tercermin dalam sosok Prabowo Subianto, dan atas kehendak alam, diantarkan terpilih jadi Presiden RI Ke-8 hasil Pilpres 2024.
Seorang dokter ini optimis dan haqqul yakin, keputusan MK RI atas gugatan sengketa Pilpres 2024 yang akan diumum Senin 22 April 2024, tidak akan merubah atas terpilihnya Paslon 02, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden RI 2024-2029.
Karena keadilan yang diputus MK RI adalah untuk kepentingan dan masa depan seluruh rakyat dan bangsa Indonesia serta untuk perjalanan negara Indonesia ke depan dalam melanjutkan pembangunan dan mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia ditengah ketidakpastian global.
Sebagai pribadi, selaku rakyat dan bangsa Indonesia, serta Warga Negara RI, dirinya tak pernah berhenti terus mendorong semua pihak untuk menerima hasil Pilpres 2024,yang memenangkan Prabowo Gibran dengan legowo, arif dan bijaksana.
“Kembali bersatu dan bersama-sama perkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, serta full support Pemerintahan RI 2024-2029 dibawah Presiden dan Wapres RI, Prabowo Gibran. Karena hal tersebut adalah prasyarat Indonesia mampu sebagai batu karang yang tangguh ditengah gulungan ombak lautan yang sangat besar saat ini dan ke depan,” Ali Mahsum
Ali Mahsum adalah mantan Pembantu Rektor Undar Jombang, Dewan Pembina PP IPNU, dan kini mengemban amanah sebagai Ketua Umum APKLI Perjuangan, Presiden Kawulo Alit Indonesia (KAI) dan Ketua Umum Komite Ekonomi Rakyat Indonesia (KERIS). [Marpan]







