HUMBAHAS, SINAR-BERITA.com – Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor di dampingi Kadis Pertanian Ir. Junter Marbun, MM, Camat Pollung menyaksikan langsung penandatangan perjanjian kerjasama urogram Umbi berteknologi pengembangan Food Estate antara Offtaker dengan kelompok Tani di desa Hutajulu kecamatan Pollung, Kamis (24/3/2022).
Di hadapan kelompok tani dan pemilik lahan seluas 17 ha, Kepala BWS Sumatera Utara II, Manager Lapangan Food Estate Sumatera Utara, PPL WKPP Desa Hutajulu, CV. Javamas Agrophos, PT. Agricon Indonesia, PT. Daya Santosa Rekayasa, PT. Eden Pangan Indonesia, PT. Indofood melaksanakan penandatanganan program pertanian yang berteknologi.
Dalam program teknologi pertanian ini akan di kembangkan tanaman umbi jenis kentang dilokasi 17 Ha di Desa Hutajulu Kecamatan Pollung.
”Kalau petani sejahtera, itulah keuntungan bagi Pemerintah, “ujar Dosmar.
Dosmar juga berharap agar petani dan pemilik lahan yang dilibatkan dalam program tersebut benar-benar serius.
“Kedepan petani yang sudah mahir, sudah tahu siapa penampung hasil pertanian, tolonglah kalian serius mengikuti metode dari para offtaker”, ujar Dosmar.
Bupati juga menyampaikan bahwa tanah yang diperjanjikan ini adalah milik petani dan para offtaker.
”Dengan adanya kerjasama ini, semoga bisa mensejahterakan para petani. Sekali lagi saya sampaikan, ini adalah tanah milik bapak/ibu. investor hanya menginginkan hasil yang unggul” tegas Bupati Humbang Hasundutan itu.
“Kami berharap ini nantinya menjadi percontohan yang bisa kita kembangkan di kecamatan lain dalam kerjasama” ucap Dosmar.
Untuk keberhasilan panen diharapkan semua pihak harus bersinergi yaitu petani, kelompok tani, offtaker dan pemerintah .
Dengan kerjasama, ditambahkan Dosmar, hasil pertanian akan ditampungpetani tidak prlu khawatir akan kemana hasil perttanian itu dijual, kepastian harga, maupun perlu khawatir lagi setelah panen nanti kemana hasil pertanian kita di jual, maupun kepastian harganya.
”Memang saya mengetahui bahwa Bapak/Ibu petani secara umum adalah petani kemenyan, cabe dan lainnya. Tetapi untuk 17 hektar ini, fokuslah. Ikutilah aturan yang disampaikan offtaker karena kita dibantu mulai dari bibit, pupuk pengolahan dengan teknologi,” tambahnya.**







