Kota Tegal, SINAR-BERITA.com|* Pekerjaan proyek pemeliharaan Talud sungai di sepanjang jalan Kolonel Sudiarto kelurahan Panggung kecamatan Tegal Timur, kota Tegal sedang dalam pengerjaan. Namun, proyek tersebut di swakelola oleh Bidang Pengairan DPU Kota Tegal yang melibabtkan tenaga tukang dari masyarakat dengan dikoordinatori staff Pengairan Tenaga Harian Lepas (THL).
Nampak disepanjang Talud sungai, banyak material batu blonos kecil menumpuk. Sebagian lagi tampak sedang di belah, tanpa ada batu belah untuk bahan tambahan campuran artinya 60% batu blonos dan 40% batu belah.
Warga sekitar yang mengaku bernama Bagyo yang ditemui media sinar-berita.com Senin (6/3/2023) menyampaikan, proyek tersebut tidak ada Papan Anggaran serta dirinya tidak tau proyek dari dinas mana di lokasi hanya ada tenaga kerja dan matrial batu pun yang digunakan kecil-kecil serta batu bekas digunakan kembali.
“Proyek sekarang terkesan asal-asalan, Mas, coba dilihat saja materialnya, batu kecil seukuran kepala bayi di pakai lalu dipecah, sedangkan material bekas digunakan kembali, apa tidak asal-asal itu. Kalo seperti itu uang negara akan sia-sia karena tidak mengutamakan mutu kuantitas dan kualitasnya,” bebernya.

Sedangkan menurut Tanto sebagai koordinator lapangan staf THL Bidang Pengairan DPUPR Kota Tegal Menjelaskan, betul, ini proyek swakelola pemeliharaan, kalo masalah matrial batu, pihaknya mengaku menggunakan batu bekas dan batu baru sesuai di lapangan.
“Proyek pemeliharaan ini panjang 45 meter dengan ketinggian yang menyesuiakan kerusakan Talud, ada yang 160 cm dan lebar Talud 40 cm, untuk batu juga menggunakan batu bekas dan baru, ukuran batu, sesuai di tempat batu blonos lalu ada yang dipecah,” tuturnya jujur.
Sementara, Kepala Bidang pengairan DPUPR Kota Tegal, Emi membenarkan, bahwa memang ada pemeliharaan swakelola Talud di sungai jalan Sudiarto Panggung kota Tegal.
“Untuk jumlah anggaran kita sesuaikan anggaran dulu di RAB seperti biasa. Mengenai material pembatuan, ukuranya menyesuaikan lebar Talud. Nanti coba tak tanyakan mas Wahyu dulu, Kasi (Kepala Seksi) saya,” kata Emi mencoba hubungi orang yang disebutnya..
Kemudian Wahyu Kepala Seksi (Kasi) bidang pengairan DPUPR Kota Tegal menambahkan, Memang pembatuanya tidak memakai batu baru jadi pakai batu lama juga, makanya ada yang kecil dan besar.

“Nanti saya tak konfimasi petugas yang dilapangan dulu, cuma pada kemarin saya lihat ada batu belahnya, aslinya mau batu besar apa batu kecil, yang penting ada batu belahnya gitu, terus misal lebar Talud kecil pakai batu besar, jelas dimensinya nanti kebesaran untuk pasangan Taludnya,” sanggah Wahyu. [Rico]







