JAKARTA, sinar-berita.com |-Dalam kegiatan Ekspedisi Jawa Tengah 2022, Yayasan Rumah Baca Bersama (YRBB) membuka perpustakaan di desa-desa terpencil di Jawa Tengah bulan Mei 2022. Diantaranya adalah perpustakaan Dewi Kunti di desa Kunti kecamatan Andong, kabupaten Boyolali , dan Taman Pendidikan Alquran Al Amin di desa Tanggung kecamatan Ngadirejo kabupaten Wonogiri.
Sesuai program, YRBB yang diketuai Sriyatun Sih Widodo SH SE MH ini adalah mendirikan perpustakaan di desa-desa terpencil diseluruh pelosok Indonesia serta mengembangkan minat baca yang akhir-akhir ini mulai pupus oleh kehadiran teknologi (IT).
Rombongan yayasan RBB tiba di desa Kunti pada Selasa (24/5/2022) itu disambut oleh kepala desa Kunti Tawitanto dan dihadiri pula oleh camat Andong beserta para kepala Sekolah Dasar (SD) dari beberapa sekolah disekitar desa Kunti, kecamatan Andong, kabupaten Boyolali.
Selanjutnya, YRBB (yayasan Rumah Belajar Bersama) melanjutkan ekspedisi ke desa Tanggung kecamatan Ngadirejo, kabupaten Wonogiri, dan membangun perpustakaan rumah baca bersama di TPQ Al-Amin.
Yayasan Rumah Baca Bersama (YRBB) memiliki program utama membentuk perpustakaan perpustakaan desa di seluruh desa-desa terpencil di Indonesia berdasarkan surat permohonan yang masuk ke Yayasan yakni desa Karang Salam Baturraden Banyumas Jawa Tengah, desa Kunti, kecamatan Andong, Boyolali, dan desa Tanggung kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Banyak desa yang saat ini dalam antrian antara lain delapan titik di kabupaten Sikka NTT, dua titik di kabupaten Ende NTT (dalam antrian), Buton Sulawesi, Maluku, Papua (dalam proses pembuatan proposal).
Juru bicara YRBB Berman Sianturi mengakui, pihaknya mengalami kelambanan untuk memenuhi permohonan desa-desa yang meminta adanya perpustakaan, karena YRBB harus mengumpulkan buku-buku yang terkesan mulai langka karena hadirnya teknologi internet.

“Hal ini terjadi dikarenakan kami harus mengumpulkan buku-buku yang sudah mulai langka, karena digantikan oleh teknologi dan internet.
Di zaman sekarang, tambah Berman, banyak anak-anak tidak lagi mengerti NKRI, tidak hafal Proklamas, Pancasila, UUD 1945. Wawasan kebangsaan seakan luntur, bahkanterkesan hilang dari diri anak-anak.
“Hendaknya ini segera menjadi perhatian serius bagi para pemangku jabatan di negara ini, sehingga kita tidak akan kehilangan generasi penerus bangsa Indonesia’ tuturnya.
Ketua Yayasan Rumah Belajar Bersama Sriyatun Sih Widodo SH SE MH dikabarkan telah melaporkan kegiatan dan temuan lapangan kepada Sahat Lumban Raja dari pihak KSP (Kantor Sekretariat Presiden), agar program ini diteruskan sebagai salahsatu tindakan dalam upaya menyelamatkan Pancasila dan NKRI.[BS]







