JAKARTA, SINAR-BERITA.COM – Ketua Umum Forum Komunikasi Maritim Indonesia (Forkami) James Talakua menilai tepat, langkah yang dilakukan oleh presiden Joko Widodo dalam kerjasama pembangunan Ambon New Port (ANP) dan sektor Kelautan Perikanan dengan Jepang.
James Talakua, masuknya Jepang sebagai investor dalam pembangunan ANP, akan memperkuat hubungan antara Indonesia dengan Jepang sebagai mitra strategis, serta berkontribusi besar dalam mewujudkan Asean Out Look On The Indo Pacific (AOIP).
“Jika pihak Jepang masuk sebagai investor pembangunan ANP,diharapkan proyek ini akan lebih memperkuat hubungan Indonesia-Jepang sebagai mitra strategis serta berkontribusi besar mewujudkan AOIP yang berbagi banyak prinsip dasar yang sama dengan Free and Open Indo – Pacific” beber James kepada awak media, Senin (9/5/2022).
Ditambahkan James Talakua lagi, keseriusan pihak negara Jepang dalam menginvestasikan dananya di sektor pelabuhan, sudah dapat dilihat dari proyek perluasan pelabuhan di Patimban kabupaten Subang Jawabarat, dimana pada fase pertama pemberian pinjaman senilai 118,9 milliar Yen, telah dilakukan November 2017.
“Terminal kendaraan telah mulai beroperasi penuh Desember 2021, dengan partisipasi dari perusahaan-perusahaan Jepang. Dan kini, fase ke dua dari pinjaman yang kali ini dilaksanakan senilai sampai dengan 70,195 milliar Yen.” jelasnya.
Ketum Forkami juga menerangkan pembangunan Ambon New Port akan menambah devisa daerah dan negara, sehingga akan ikut pula mengangkat taraf ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Maluku.
Karena itu pula, James mengingatkan pada pemerintah daerah Maluku agar dapat mempersiapkan sumber daya manusia dibidang kemaritiman.
“Sudah saatnya masyarakat maluku kembali kelaut. Maluku itu kaya akan sumber daya alam. Juga keindahan pantai, kekayaan laut serta hasil tambang yang belum tersentuh.” tandas James Talakua.
Sebelumnya, presiden Joko Widodo menawarkan kerjasama pembangunan Ambon New Port (ANP) dan sektor kelautan serta perikanan kepada pihak negara Jepang, melalui perdana menteri Jepang Kishida Fumio ketika berkunjung ke Indonesia di Istana Bogor, Jumat (29/4/2022) lalu.[Maria]







