Rokan Hilir, SINAR-BERITA.com |* Sejumlah penggunan Jalan Lintas (Jalin) Sumatera Ujung Batu KM 7 Balam desa Bangko Jaya, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau disinyalir menjadi ajang pungli oleh oknum. Aneh nya lagi, menurut salah satu pengguna jalan tujuan Medan Sumatera Utara, terkesan ada pembiaran oleh oknum aparat penegak hukum dilokasi antrean.
Diduga, pungli (pungutan liar) yang dilakukan oleh oknum/warga setempat kepada para pengguna jalan yang sedang mengantri bahkan hingga belasan jam di jalan lintas Sumatera Ujung Batu KM 7 Balam desa Bangko. Suasana kemacetan yang diwarnai pungutan liar ini terlihat pada Senin (10/7/2023) sekitar pukul 11 Wib.
Diperoleh informasi, antrian tersebut terindikasi ada unsur kesengajaan oleh oknum masyarakat setempat guna untuk beroleh keuntungan dari setiap pengemudi di lokasi jalan dengan dalih meminta uang jasa.
“Dan, kendati sudah diberi uang jasa, namun antrian tidak kunjung selesai,” beber seorang pengguna jalan dengan kesal karena sudah lima hari berada dalam antrian kemacetan.
Diketahui, pada saat antrian, sejumlah kenderaan Kepolisian dan sebagian menggunakan sepeda motor wara wiri dilokasi kemacetan, namun bukan untuk mengurai antrian kemacetan. Diduga kedatangan oknum petugas wara-wiri dilokasi antrian bukan malah memperlancar jalan, bahkan disinyalir ada kerjasama perbuatan pungli” ucap Herman tujuan asal Medan, lewat pembicaraan WhatsApp miliknya.
“Tampak dua orang dilokasi mengatur jalan arah dari Medan dan satu lagi menahan kenderaan dari arah Jakarta,” tutur Herman.
Diakatakannya, sepintas, tampak ada orang yang mengatur jalan seolah olah membantu antrian dan memberikan aba-aba kepada setiap pengemudi kenderaan, padahal dengan adanya scenario tersebut diduga disengaja untuk memperoleh keuntungan dengan imbalan uang jasa dari setiap pengemudi.
Herman menuturkan, terjadinya kemacetan maupun antrian panjang hingga di jalan lintas Sumatera mencapai kurang lebih 3 km padahal, lubang kerusakana jalan hanya sekitar 20 sentimeter. Skenario terjadinya antrian tersebut kata dia, hanya untuk mencari keuntungan pribadi padahal, dibalik kemacetan tersebut diperkirakan roda ekonomi juga jadi tak berputar akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.
Dirinya mendesak Kapolda Riau maupun Kapolres Rokan Hilir untuk segera turun kelokasi jalan lintas Sumatera guna untuk mengurangi kerugian atau beban yang di alami sejumlah pengguna jalan Lintas Sumatera KM 7 Balam desa Bangko Jaya kecamatan Bangko Pusako, kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau, dan menindak oknum-oknum yang berperan menyebabkan kemacetan berbau pungutan liar ini.[Parulian/Tim]







