Aku kembali terbangun saat dimana hari-hari sebelumnya, waktu ini biasanya aku sedang berada dalam mimpi yang tidak kubangun dan datang sendiri menyutradarai tidurku. Kulirik sisi kiri dan kananku, ada isteriku yang sedang tertidur pulas. Kulirik jarum panjang jam dinding yang setia berjalan dalam kegelapan bersama jarum pendeknya yang sedang teronggok mendekati angka tiga.
Lalu fikiranku mengingat Tuhan, dan mengucap terimakasih kepada Nya. Aku merebahkan diri kembali untuk lanjutkan tidur menuju judul-judul mimpi yang mungkin datang, namun tidak bisa. Aku meraih ponselku, dan melihat sebuah catatan dalam whatsApp grup yang ada kira-kira mengatakan;
“Seseorang yang bisa sukses dalam hidupnya adalah berani menerima kesulitan dan bergelut dengan banyak penderitaan sebagai cambukan penempahan dan pembentukan diri jadi lebih tangguh dan baik, sebagai pengalaman hidup yang berharga untuk munculkan kekuatan ketahanan diri yang kokoh dan kuat. Jadi, jangan takut akan tantangan kesulitan dan rintangan penderitaan yang muncul.
Kekuatan diri akan terbentuk jadi semakin dewasa dan bijaksana adalah bila diri mampu bergelut dan banyak belajar dari pengalaman kesulitan dan penderitaan.
Orang yang sukses dan berhasil dalam hidupnya bukan dari pemberian yang mudah dan nyaman, tapi adalah hasil perjuangan penempahan dan pembentukan dirinya yang teguh menantang banyak kesulitan dengan penderitaan yang muncul, sebagai pelajaran yang baik untuk membentuk kepribadian jadi kuat dan tenang dalam menghadapi kesulitan yang lebih besar.
Proses kerja keras dan cara berpikir jernih, adalah bisa menerima dan mengelola berbagai macam tantangan kesulitan dengan baik dan berhasil membentuk jati diri jadi semakin dewasa, dan memunculkan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan tepat untuk melakukan tindakan yang benar, dan mampu menyelesaikan dengan baik semua permasalahan yang muncul dengan baik,”.







