JAKARTA, sinar-berita.com|*Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI) Prof.Dr. Syarifuddin SH MH mengingatkan agar para pejabaat dilingkungan MA RI menjunjung tinggi nilai integritas dan menjadikannya sebagai harga mati yang tidak bisa ditawar.
Hal itu dikemukakan oleh Syarifuddin dalam sambutannya usai melantik enam Ketua Pengadilan Tinggi Agama di Jakarta, Jumat (30/12/2022). Syarifuddin menegaskan, apabila integritas diabaikan, sinyalemen negatif yang senantiasa diarahkan ke lembaga peradilan lambat laun akan meruntuhkan kehormatan korps (MA).
“Kerja keras yang kita bangun setiap hari untuk mengharumkan citra peradilan, akan sirna seketika, apabila ada aparatur peradilan yang melakukan penyelewengan dan menggadaikan integritasnya. Persis seperti yang dikatakan oleh Warren Buffet, seorang tokoh kontemporer Amerika Serikat, butuh 20 tahun untuk membangun sebuah reputasi, tapi hanya butuh lima menit untuk merusaknya,” katanya.
Ia juga berpesan agar para Ketua Pengadilan Tinggi Agama yang baru dilantik, mampu menjadi teladan bagi penegakan integritas di satuan kerjanya karena kepemimpinan tidak selalu diukur dengan kacamata wibawa dan kharismatika.
Menurut Syarifuddin, seorang pemimpin juga tidak hanya dinilai dengan kapasitas pengetahuan dan kepandaian retorika tetapi, kepemimpinan dinilai dari sejauh mana seorang mampu menjadi figur panutan, baik dalam tingkah laku, tutur kata, sikap maupun perbuatan.
“Seorang pemimpin merupakan lokomotif yang akan menentukan arah gerak organisasi yang dipimpinnya. Oleh karena itu, bangunlah kekompakan, karena kekompakan akan membuat kita menjadi kuat dan kokoh. Dan, tingkatkan kepedulian, karena dengan sikap saling peduli dan saling mengingatkan untuk kebaikan di antara sesama warga peradilan, akan menghindarikanperbuatan-perbuatan yang dapat mencoreng nama baik lembaga,” imbuhnya.
Guru besar Universitas Diponegoro itu juga berpesan agar mereka yang baru dilantik, meningkatkan profesionalitas dalam menyerap dan menyelesaikan problem yang timbul di lapangan.
Ia juga mengingatkan, bagi seorang pimpinan pengadilan tingkat Banding, nilai profesionalitas semakin dibutuhkan. Sebab menurutnya, pengadilan tingkat Banding merupakan kawal depan (voorpost) Mahkamah Agung di daerah.

Enam ketua peradilan Agama yang dilantik adalah, Dr. H. Empud Mahpudin SH MH sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Semarang, Dr. Drs. H. Izzuddin Hm. SH MH sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Mataram, Dr. H. Mame Sadafal MH sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Kendari, Dr. H. Yusuf Buchori SH M.Si sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jayapura, Dr. Drs. H. Muh. Abduh Sulaeman SH MH sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Makassar, dan Drs. H. Abdullah SH MH sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo.
Hadir dalam pelantikan itu, para pimpinan Mahkamah Agung, Sekretaris Mahkamah Agung, Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama beserta undangan lainnya.
Edited By: richard aritonang







