SINAR BERITA |– Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging (Kejadian 2:24).
Suami dan istri merupakan pasangan istimewa yang TUHAN ciptakan, dimana dari merekalah akan terdapat keturunan-keturunan yang meneruskan panggilan TUHAN. Suami dan istri dibentuk untuk saling menghargai, saling menghormati dan saling bekerja sama satu sama lain bahkan perlu diantara mereka saling memuji tanpa ada rasa malu-malu sehingga hubungan tetap awet dan keromantisan terpelihara paripurna sepanjang masa.

Anak-anak yang dilahirkan melihat sosok dari orangtua mereka akan diberkati, dilindungi bahkan diurapi bilamana mezbah keluarga terjaga senantiasa.
Itu dimulai dari kepala atas yaitu suami dan sang istri haruslah mendukung 100 persen bahkan unlimited, tanpa pernah hilang perannya menemani suami baik di kala susah maupun riang gembira. Selalu mengingatkan perannya masing-masing tanpa pernah saling menyalahkan dan membenarkan bahkan merasa paling bisa segalanya.
Penerimaan masing-masing harus tetap terjaga dan terpelihara dimana tuntutan segala arah akan selalu merongrong setiap waktu.
Suami dan istri tetap sepakat dan jangan sampai dipengaruhi oleh orang ketiga selain mereka berdua.
Orang ketiga disini bukan dimaksud orang lain di luar anggota keluarga karena orang ketiga bisa juga anak-anak, orangtua, mertua, saudara ipar atau keluarga besar pasangan. Sangat gampang terpengaruh atau dipengaruhi bila ada kendala dari pihak-pihak selain suami dan istri tersebut untuk mengganggu keharmonisan mereka.

Istri harus mau dengar-dengaran sekalipun berbeda menurut pemikirannya dan tunduk total bahkan melayani suami secara penuh sehingga suami secara jiwanya akan semakin kuat dalam menopang keluarganya dan sayangnya semakin berlimpah terhadap istrinya.
Suami secara fisik terlihat kokoh namun secara jiwa terlihat lemah sehingga butuh seorang penolong, yaitu istrinya sendiri, agar suami tidak kehilangan jiwanya namun semangat senantiasa. Betapa hebat bukan, atas ciptaan TUHAN membentuk pasangan istimewa ini bila satu sama lain saling melengkapi.

Gereja kecil itu sebenarnya adalah keluarga dan bilamana mezbah dalam gereja kecil ini terjaga apinya, maka berkat TUHAN melimpah ruah.
Teringat akan peribahasa yaitu “sedikit-sedikit maka lama-lama akan menjadi bukit”. Bila banyak gereja-gereja kecil ini kuat di dalamnya dan tajam akan Firman TUHAN maka gereja-gereja kecil inilah akan lama-lama menjadi bukit bahkan gunung yaitu gereja besar.

Mari gereja kecil, hai para suami dan para istri sekalian, ingatlah peranmu masing-masing dan semestinya jadilah suami Alkitab dan istri Alkitab yaitu suami-istri yang Alkitabiah, penuh dengan ketaatan dan hormat akan panggilan TUHAN. Maka loving yaitu penuh kasih akan terlihat sampai maut memisahkan.[ red/GKKD]







