SINAR-BERITA.COM – Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA-RI) dan badan peradilan di bawahnya berkomitmen kuat mewujudkan tata laksana organisasi yang transparan dan akuntabel melalui program pembaruan peradilan.
Ketua MA-RI Prof. Dr. H. M. Syarifuddin SH,MH menyampaikan hal tersebut saat memberikan Laporan Tahunan (Laptah) MA yang mengambil tema, ‘Akselerasi Perwujudan Peradilan Modern’ di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Selasa (22/2/2022).
Tema yang disematkan pada Laptah 2022 ini merupakan rangkaian estafet dari tema-tema sebelumnya yang mengisyaratkan tentang sebuah tekad, semangat, serta optimisme dari seluruh aparatur MA dan badan peradilan di bawahnya untuk mampu bergerak cepat, responsif serta beradaptasi dengan dinamika perubahan sosial dan perkembangan teknologi saat ini.
Syarifuddin, mantan Wakil Ketua MA Bidang Yudisial itu mengatakan, capaian MA dan peradilan dibawahnya dalam pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM pada tahun 2021, sebanyak 43 satuan kerja, berhasil meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK), salah satunya diraih oleh satuan kerja setingkat Eselon I, yaitu Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum dan lima Satuan Kerja mendapat predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), salah satunya diraih oleh satuan kerja setingkat Eselon I, yaitu Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama.
“Sejak tahun 2018 hingga tahun 2021 tercatat sebanyak 198 satuan kerja yang telah mendapatkan predikat WBK dan 14 satuan kerja yang telah mendapatkan predikat WBBM. Dan atas capaian tersebut, untuk kedua kalinya Ketua Mahkamah Agung dianugerahi sebagai Pemimpin Perubahan Tahun 2020 dan tahun 2021 oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi,” ungkap Guru Besar bidang Hukum Universitas Diponegoro tersebut.
Dipaparkan oleh Syarifuddin, MA melalui Balitbang Diklat Kumdil telah melakukan pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) terhadap 17.722 aparatur yang terbagi kepada dua bidang kompetensi pelatihan, yaitu pelatihan di bidang teknis serta pelatihan di bidang manajemen dan kepemimpinan.
Realisasi program pelatihan aparatur peradilan pada tahun 2021 telah melampaui target yang direncanakan, yaitu untuk pelatihan teknis yudisial berhasil melatih sebanyak 4.244 aparatur atau sebesar 115,64% dari target yang direncanakan, yaitu sebanyak 3.670 aparatur.
Sementara itu, untuk pelatihan manajemen dan kepemimpinan, Balitbang Diklat Kumdil MA telah berhasil melatih sebanyak 13.478 aparatur atau sebesar 223,51% dari target yang direncakan, yaitu 6.030 aparatur, sekaligus telah mencatatkan rekor untuk kedua kalinya pada Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas prestasi dalam pelaksanaan Diklat Aparatur terbanyak sepanjang tahun 2021.
“Terkait capaian tersebut, secara khusus Saya menyampaikan terima kasih kepada para Pimpinan Mahkamah Agung, para Hakim Agung, dan Hakim Ad-Hoc, panitera Mahkamah Agung beserta jajarannya, Sekretaris Mahkamah Agung beserta seluruh perangkatnya, Para Direktur Jenderal dari empat Lingkungan Peradilan, dan Para Kepala Badan pada Mahkamah Agung, beserta seluruh warga peradilan di seluruh Indonesia atas kerja keras dan pengabdian yang tulus dalam melaksanakan tugas peradilan sehingga kita mampu meraih capaian-capaian yang sangat membanggakan ini” ujar Ketua MA Syarifuddin.
Penulis: Richard Aritonang







