Rabu, Oktober 14, 2026

Menangkal Paham Radikalisme dan Intoleransi Serta Penguatan Ideologi Negara Dalam Kehidupan Berbangsa danBernegara

JAKARTA, sinar-berita.com | –  Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Dr Hariyono M.Pd memberikan pemaparan materi pemahaman Pancasila dalam menangkal paham Radikalisme dan Intoleransi serta Penguatan Idiologi Negara dalam kehidupan Berbangsa dan Bernegara. 

“Pancasila yang penuh dengan nilai-nilai luhur yang bisa menyatukan semua elemen bangsa dan memberikan orientasi kehidupan berbangsa dan bernegara hanya dapat terwujud saat warga negara Indonesia, khususnya generasi muda dan lebih khusus lagi mahasiswa, mampu menjadi pelopor dan inovator dalam menyatukan dan memajukan bangsa” papar prof Haryono. 

Hal itu di sampaikan dalam kegiatan Diskusi ‘Menangkal Paham Radikalisme dan Intoleransi serta Penguatan Idiologi Negara dalam kehidupan Berbangsa dan Bernegara’, yang di selenggarakan oleh Polda Metro Jaya dalam acara Bina Kamtibmas Dit Intelkam Polda Metro Jaya pada 17 Mei 2022 lalu di Magzi Ballroom Grand Kemang. 

Prof. Hariyono juga menambahkan bahwa Pancasila sebagai Ideologi harus terkandung dalam setiap perundang undangan yang di buat. 

“Dalam tatanan negara maka Pancasila dijadikan sebagai ideologi negara Indonesia. Dalam arti setiap peraturan dan perundang-undangan negara mesti berpedoman pada nilai-nilai Pancasila yang  terkandung di dalamnya. Peraturan dan kebijakan pemerintah tidak diperbolehkan bertentangan dengan Pancasila” katanya. 

Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila itupun menyoroti tentang pentingnya Aparat Pemerintah dan Negara ada yang mulai meninggalkan nilai Pancasila. 

“Pancasila sebagai ideologi negara sekaligus sebagai sumber hukum di atas sumber hukum negara. Pancasila sebagai ideologi negara sangat luas penerapannya bagi individu. Para aparat pemerintah dan negara mesti bersikap sesuai dengan nilai dan asas Pancasila. Walaupun demikian, sebagian aparat pemerintah mulai meninggalkan nilai-nilai Pancasila” 

Ketika ditanya tentang adanya perpecahan antara masyarakat tentang pemimpin dalam kontestasi pemilu, Haryono menjawab dengan tegas untuk menyikapi proses demokrasi ini sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa dalam Pancasila. 

“Pemilih pemula seharusnya dapat mengerti  bagaimana cara menyikapi proses demokrasi ini sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa dalam Pancasila. Menjelang pesta demokrasi 2024, kita perlu memperkuat dan mendewasakan diri kita dalam berdemokrasi, bukan malah merusak negara dan bangsa yang kita cintai” tukas Haryono. 

 Perlu disadari pemilu adalah ujian kebersatuan yang harusnya berhenti ketika pesta demokrasi selesai. Perbedaan latar belakang, pikiran dan sudut pandang seharusnya memperkaya pola pikir kita, bukan halangan untuk maju.  

Karenanya kita wajib memilih dengan cerdas dan memberi dampak positif pada negara dan jangan berlarut pada afeksi terhadap subjek yang dipilih, namun berdampak negatif terhadap persatuan dan kesatuan negara” tutupnya.[Shanty]

RICHARD ARITONANGhttps://www.sinar-berita.com/
sinar-berita.com adalah media publikasi cetak dan online yang juga menggunakan facebook, twitter, instagram

Related Articles

COSMAX Indonesia Raih Sertifikasi AEO dari Dirjen Bea dan Cukai

Jakarta, sinar-berita.com| COSMAX Indonesia memperoleh sertifikasi Authorized Economic Operator (AEO) dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Pencapaian ini menempatkan...

COSMAX Indonesia Hadirkan Enam Poster di IFSCC 2026

Perth, sinar-berita.com| Memperkuat kehadirannya di panggung riset kosmetik global dalam Kongres Ke-36 International Federation of Societies of Cometic Chemists (IFSCC) 2026 yang diselenggarakan di...

PT COSMAX Indonesia Raih Most Immersive Award dan Sustainability Award

Kabupaten Tangerang, sinar-berita.com| Menghadirkan beragam inovasi produk dan konsep kecantikan serta merepresentasikan trend industri kecantikan tahun 2027, COSMAX Indonesia kembali ambil bagian dalam gelaran...

FPMI Datangi Mabes Polri, Desak Kapolri ‘Berantas’ Oknum Yang Coba Bekingi Mafia Gas

Jakarta, sinar-berita.com|Forum Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (FPMI), dipimpin Ketua Umumnya Shella Maulana, hari ini mendatangi Mabes Polri untuk menyampaikan sikap tegas terhadap maraknya mafia...

Aroma Limbah PT JPN Diduga Penyebab Siswa SMPN 4 Jombang Mual

Jombang, sinar-berita.com| Aktivitas belajar mengajar di SMPN 4 Jombang. Jawa Timur tergangggu akibat munculnya bau menyengat yang diduga berasal dari limbah cair pengolahan ayam...

Langgar Rambu Lalin, Sopir Truk Diduga Gunakan SIM Palsu

Jombang, sinar-berita.com|Saat melakukan patroli hunting, di jalan Cempaka desa Mojongapit Jombang Jawa Timur, petugas Unit Turjawali Polres Jombang Jawa timur temukan pengemudi truk yang...

PT SGS Jombang Terus Mangkir dalam Sidang Kasus PHK Buruh

Jombang, sinar-berita.com| Perusahaan kayu lapis PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) Kabupaten Jombang  Jawa Timur, kembali tidak hadir  dalam persidangan perkara perselisihan hubungan Industrial  yang...

Puntung Rokok, Diduga Pemicu Kebakaran Rumah di Tembelang Jombang

Jombang, sinar-berita.com| Bangunan rumah milik Supiah warga dusun Kontol kecamatan Tembelang kabupaten Jombang Jawa timur terbakar, Senin (21/9/2026). Kebakaran diduga dipicu puntung rokok mengenai...

Gelar RUPSLB, Ratu Kantongi Restu Pemegang Saham, Perkuat Penambahan Modal

Jakarta, sinar-berita.com|PT. Raharja Energi Cepu Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Selasa (8/9/2026). Acara Rapat yang diselenggarakan memperoleh persetujuan...
- Advertisement -

Latest Articles