Jakarta, SINAR-BEEITA.com|● Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) ajak semua pihak berkolaborasi memperkuat pengawasan keamanan pangan segar yang beredar di masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan NFA Andriko Noto Susanto saat melakukan uji rapid test residu pestisida komoditas pangan segar di Pasar Mayestik Jakarta, Jumat, (20/1/2023).
“Hari ini kami turun ke pasar untuk bersama-sama melakukan pengujian sejumlah pangan segar yang dijual di pasar Mayestik, untuk memastikan bahwa pangan segar baik curah maupun kemasan yang di jual di Pasar ini aman, bebas dari cemaran fisik, kimia dan biologi,” ungkap Andriko
Pengujian juga dihadiri Direktur Perumda Pasar Jaya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian DKI Jakarta, serta Satgas Pangan Polri.

Uji rapid test dilakukan oleh tim Otoritas Kompeten Keamanan Pangan NFA. Dalam pelaksanaannya dilakukan tes terhadap residu pestisida golongan organofosfat untuk komoditas cabe keriting, bawang merah, sawi, tomat dan kol.
Menurut Andriko, setelah serangkaian pengujian terbukti pangan segar tersebut aman untuk dikonsumsi, hal tersebut ditunjukkan dengan hasil uji residu pestisida yang berada di bawah ambang batas yang dipersyaratkan.
“Kami melakukan rapid test hari ini untuk memastikan pangan segara di pasar aman. Negara hadir untuk memastikan pangan masyarakat terjaga dan terjamin, baik dari sisi produksi di hulu, ketersediaan stok dan cadangan, keterjangkauan, serta keamanannya,”
Andriko memastikan, aksi ini merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat agar hidup sehat, aktif dan produktif dengan mengonsumsi makanan yang bebas dari cemaran, segar dan higienis serta sanitasi lingkungan yang baik.
“Sebelumnya, NFA juga telah menerjunkan tim Otoritas Kompeten Keamanan Pangan ke beberapa pasar tradisional dan ritel modern di wilayah DKI Jakarta melakukan uji rapid test residu pestisida pada beberapa komoditas pangan segar yang sering dikonsumsi oleh masyarakat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian DKI Jakarta Suharini Eliawati mengharapkan, kerja sama dan kolaborasi ini akan tetap dilanjutkan, agar semua pangan yang beredar di Jakarta aman untuk dikonsumsi.
“Kami menyambut baik giat hari ini sebagai pembukaan awal tahun 2023. Terpilihnya Pasar Mayestik ini adalah bukti pemerintah hadir untuk pastikan keamanan pangan seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Properti dan Perpasaran Perumda Pasar Jaya Aristianto mengatakan, pengawasan keamanan pangan segar ini rutin dilakukan.
“Uji sample sudah beberapa kali dilakukan bersama dengan Badan Pangan Nasional dan hasilnya aman. Kami berharap kegiatan ini intensif dilaksanakan,” tambahnya.
Kolaborasi NFA dengan Pemprov DKI Jakarta akan ditindaklanjuti dengan penyediaan pos khusus keamanan pangan di 150 pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya.

Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi menyampaikan, jaminan keamanan pangan segar bagi masyarakat merupakan hal penting yang harus dilakukan secara bersama–sama melalui sinergi antara pemerintah Pusat dan daerah.
“Sebagai lembaga negara yang memiliki peran menjaga keamanan pangan nasional, NFA perlu memperkuat kolaborasi multisektor bersama-sama kementerian dan lembaga lainnya. Dengan melakukan pendekatan kesehatan kepada masyarakat yang lebih inovatif dan berkelanjutan” ujarnya.
Lebih lanjut dia menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan aspek penting yang wajib dipenuhi.
“Apabila persyaratan keamanan pangan tidak terpenuhi, sejatinya itu bukanlah pangan. If it’s not safe, it’s not food,” kata Arief.[Shanty Rd]







