Jakarta, sinar berita|Dalam rangka memperkuat sinergi dan keharmonisan antara masyarakat dan penegak hukum di laut, Badan Narkotika Nasional (BNN) menghadiri rapat koordinasi (Rakor), silahturahmi masyarakat maritim tahun 2024 diruang Aula Arsy Hasibuan gedung Bakamla RI Jakarta, Kamis (18/7/2024).
Rakor dengan tema, Harmonisasi Masyarakat Maritim dan Penegak Hukum di Laut Untuk Indonesia Maju, dibuka oleh kepala Bakamla RI Laksdya TNI. Dr. Irvansyah, mewakili BNN Inspektur I, Inspektur Utama Drs Ahmad Alwi MH, dan Direktur Narkotika deputi bidang pemberantasan Ruddi Setiawan S.IK SH.
Forum ini menjadi ajang pemaparan situasi keamanan laut nasional yang mencakup data dari tahun 2019 hingga juni 2024 mengungkapkan bahwa lebih dari 10.000 kapal melintas setiap hari diperairan Indonesia dengan mayoritas merupakan kapal kargo dan tangker, namun sejumlah kegiatan ilegal seperti penggunaan dark vessel masih menjadi tantangan besar.
Berbagai isu keamanan maritim di Indonesia dibahas dalam forum ini, mulai dari kegiatan ilegal oleh dark vessel, masuknya imigran non reguler, hingga pencemaran laut.
Selain itu, isu illegal unreported, unregulated fishing (IUUF) serta peredaran narkoba juga turut menjadi perhatian.
Kapal ikan asal Indonesia yang sering memasuki wilayah perairan Australia menjadi fokus, mengingat dampaknya terhadap hubungan baik antar negara tetangga.
Upaya harmonisasi antara masyarakat maritim dan penegak hukum menjadi penting untuk mengatasi masalah ini.
Dari kegiatan ini, menggaris bawahi pentingnya integrasi sistim informasi dalam menjaga keamanan maritim.
Dengan sistim pemantauan terpadu, pertukaran informasi antar kementerian dan lembaga, diharapkan dapat meningkatkatkan efektivitas pengamanan.[maria]







